Review Komik Justice League #11 (2016)

Di cerita sebelumnya, ternyata Lily secara diam-diam menggunakan source code ayahnya untuk mengembangkan sebuah program bernama Genie yang mampu untuk mewujudkan semua keinginan penggunanya. Dan tanpa mereka sadari, Bobby menggunakannya untuk mempertanyakan apa yang seandainya terjadi apabila Justice League dapat dikalahkan. Genie merespon dengan menghadirkan beberapa super-villain untuk mengeroyok anggota Justice League. Mulai dari Giganta, Count Vertigo, Gizmo, Plastique, Heatstroke, Jinx, Mammoth, Major Disaster, Coldsnap, Shimmer, Girder, hingga Psimon. Apa yang akan terjadi selanjutnya di sinopsis komik Justice League #11 kali ini?

Sinopsis Komik *SPOILER*

“OUTBREAK” conclusion! Beaten, battered and outnumbered, the Justice League faces utter annihilation when Amazo and a host of the team’s deadliest enemies are released from prisons around the world as part of one man’s revenge against the world’s greatest superheroes.

Story: Bryan Hitch
Art: Daniel Henriques (Inks) / Neil Edwards (Pencils)
Color: Adriano Lucas
Letter: Richard Starkings & Comicraft
Judul Edisi: Outbreak Part Five
Tanggal Rilis: 21 Desember 2016

Batman yang terkena serangan fear toxic dari Scarecrow di dalam rumah keluarga Palmer tidak dapat berbuat banyak. Untunglah James yang tidak diperhatikan oleh Scarecrow berhasil mementungnya dari belakang hingga pingsan. Belum sempat Batman bernafas lega, Cyborg, diikuti oleh beberapa orang villain masuk — atau lebih tepatnya ‘menerjang’ — ke dalam rumah. Cyborg meminta agar Batman segera mengambil alih iPad supaya bisa mematikan Genie. Namun lagi-lagi, belum sempat Batman bertindak, Psimon sudah melumpuhkan Batman kembali dengan kemampuan psi-nya.

Sementara itu, The Flash memperhitungkan bahwa yang paling berbahaya adalah Major Disaster. Dengan bantuan Aquaman yang sedang menghadapi Giganta, mereka berdua akhirnya bisa melumpuhkan Giganta plus Major Disaster sekaligus.

Kembali ke dalam rumah, Gizmo sudah mulai memahami cara kerja Genie. Psimon mengajaknya untuk pergi saja meninggalkan TKP dengan membawa iPad dan Lily, bersama dengan Mammoth. Dewi fortuna rupanya berhak pada Justice League. Shimmer dan Jinx yang sedang menahan Batman dan Cyborg tanpa disangka-sangka kekuatannya berbalik menyerang mereka sendiri. Batman dan Cyborg tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menghajar mereka.

Batman segera memerintahkan Cyborg untuk menyelamatkan Lily dan merebut kembali Genie dari tangan mereka. Dengan bantuan The Flash, misinya berhasil. Lily kembali ke pelukan ayahnya sementara iPad ada di genggaman The Flash. Dengan kemampuan telepatinya, Psimon mengintruksikan pada semua villain yang ada untuk menyerbu Justice League, dengan fokus utama mengambil iPad dan juga Lily.

Dalam kondisi terdesak, Lily mendapat ide cemerlang. Ia memanfaatkan Genie untuk memprogram ulang Amazo dan membuatnya melihat villain lainnya sebagai Justice League. Dengan ‘bantuan’ Amazo, dan juga Green Lantern Jessica yang datang menyusul, kondisi akhirnya berhasil dikendalikan.


Dan masih saja, ending arc yang membuat saya, selaku pembaca, merasa bodoh. Semua ketegangan yang ada selalu saja diakhiri oleh Hitch dengan: (a) solusi yang tidak jelas; atau (b) solusi yang jelas tapi membuat kita merasa rugi sudah membacanya. Kali ini pilihan penutup jatuh pada opsi (b). Dengan cerita yang terus-terusan membosankan sampai dengan edisi ini, rasanya ini akan jadi review Justice League era Rebirth terakhir yang akan saya buat. Kecuali jika Bryan Hitch sudah tidak on-board lagi…

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply