Review Komik Huck #3 (2016)

Meski baru terbit sebanyak dua edisi, kehadiran serial komik Huck langsung mendapat tempat di hati banyak pecinta komik di seluruh dunia. Millar memang sukses menghadirkan sesuatu yang berbeda, mengkombinasikan antara Superman dengan Forrest Gump dalam sosok karakter Huck. Sayangnya, sejauh ini cerita yang disajikan masih belum benar-benar nendang dan mudah ditebak arahnya kemana. Lalu bagaimana dengan Huck #3 kali ini? Apakah masih saja tanpa kejutan? Atau Millar sudah berhasil membawanya ke tingkat yang lebih baik lagi? Yuk cekidot sinopsisnya di bawah ini, gaes!

Sinopsis Komik

huck3

Huck takes his mission across the country, helping those in need, while powerful figures in the U.S. establishment try to use his abilities for their own ends.

Story: Mark Millar
Art / Color: Rafael Albuquerque
Tanggal Terbit: 13 Januari 2016

Setelah sebelumnya menyelamatkan dua dari empat orang (tiga ding, yang satu lagi anjing) yang diminta, Huck melanjutkan misinya. Yang pertama ia mencari dan menemukan anak perempuan yang terjerat obat-obatan terlarang di sebuah gedung di bilangan Camden, New Jersey. Dan yang terakhir, di Rockport, Maine, ia mendapati anjing yang dicari sedang terperangkap di dalam sebuah gua kecil. Mission accomplished!

Sebulan kemudian, Huck bersiap untuk hadir dalam sebuah acara yang dilakukan oleh gubernur. Ia tidak menyadari bahwa acara tersebut hanyalah akal-akalan bagi gubernur untuk menaikkan popularitasnya dan memuluskan jalan untuk menjadi presiden. Bagi gubernur dkk, Huck hanyalah orang bodoh yang punya kemampuan untuk membantu orang lain, sehingga cocok untuk menjadi model kampanye mereka.

19_14

Setelah menyelesaikan kegiatannya, Huck yang merasa tidak nyaman di tempat tersebut akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah, dengan sebelumnya memberi makan kucing-kucing kampung yang ada di luar hotel serta memberikan kamarnya pada dua gelandangan yang ada di tempat tersebut. Tidak lupa ia juga mengambil pulpen hotel sebagai kenang-kenangan.

Dalam perjalanan pulang, di atas atap sebuah gerbong kereta, tiba-tiba hadir Tom, orang yang pada akhir edisi #2 mengaku sebagai kakaknya. Tanpa basa-basi, setelah mengungkapkan betapa gembiranya ia bisa bertemu kembali dengan Huck, Tom mengajaknya untuk menemui ibu mereka.


Entah apa yang mau dikomentari dari cerita Huck edisi ketiga ini. Dari tiga bagian cerita, dua di antaranya sudah bisa langsung ditebak alurnya. Hanya bagian terakhir saja yang sedikit mengagetkan, terutama ketika terungkap jika ‘kakak’ Huck juga memiliki kekuatan seperti dirinya, bahkan tahu tentang ibunya. Ini yang bikin penasaran, kira-kira beneran saudara kandung Huck atau bukan. Atau hanya hubungan kakak adik seperti anak muda jaman sekarang #eh.

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply