Review Komik Huck #1 #2 (2015)

Saya sudah jatuh hati dengan komik ini sejak pertama kali membaca edisi #1-nya. Meski karena kesibukan baru sempat membaca edisi #2-nya beberapa hari lalu, tensi kecintaan saya masih tetap terjaga. Beautiful art combines with beautiful story. Tentang seorang pemuda lugu, pendiam, dan baik hati (entah dia juga rajin menabung atau tidak) yang punya kekuatan super ala Superman. Karena selama ini ia tinggal di sebuah kota terpencil, maka identitasnya tetap terjaga. Penduduk kota, yang sering dibantu olehnya, pun kompak menutup mulut mereka rapat. Hingga suatu saat….

Sinopsis Komik Huck #1

huck1

In a quiet seaside town, Huck uses his special gifts to do a good deed each day. His neighbors return the favors by keeping his abilities a secret. But when a newcomer alerts the media, a firestorm erupts, sending Huck on an adventure that will change everything.

Story: Mark Millar
Art / Color: Rafael Albuquerque
Tanggal Terbit: 18 November 2015

Cerita dibuka dengan Huck yang pergi ke pantai untuk menyelam dan mengambil suatu benda. Benda tersebut ternyata adalah gelang emas milik Diane, tetangganya, yang hilang beberapa waktu lalu. Ibu (atau tantenya?) Diane kemudian bercerita kepada Diane tentang Huck. Tentang Huck yang ditemukan di dalam keranjang yang diletakkan di depan rumah yatim piatu pada saat masih bayi. Tentang Huck yang kemudian diasuh dengan penuh cinta dan dengan sebuah ajaran untuk berbuat satu kebaikan setiap harinya. Tentang Huck yang punya kekuatan super dan kemampuan untuk mendeteksi keberadaan orang atau barang dimanapun orang atau barang tersebut berada. Dan tentang seluruh penduduk kota yang mengetahui ‘rahasia’ Huck tersebut dan sepakat untuk menjaganya agar tidak tersebar ke dunia luar.

Cerita kemudian berlanjut dengan kehidupan sehari-hari Huck — yang bekerja di sebuah pompa bensin — dan kebaikan yang ia lakukan setiap harinya. Mulai dari menolong nelayan yang hilang hingga mungutin sampah seluruh kota di pagi hari saat semua orang masih terlelap. Hingga di hari Jumat, ketika ia sedang mempertimbangkan kebaikan apa yang akan ia lakukan di hari itu, sebuah berita di televisi menarik perhatiannya. Berita itu mengenai pasukan Boko Haram yang menculik 200 siswi sekolah di Afrika Utara.

Tanpa diketahui oleh penduduk kota, Huck pun meluncur ke TKP dan membebaskan para siswi. Sambil memberikan mereka permen, ia meminta pada mereka untuk merahasiakan apa yang telah terjadi. Dan mereka memang tidak bercerita apa-apa ketika diwawancarai oleh media, namun entah bagaimana caranya, keesokan harinya, rumah Huck telah diserbu oleh para wartawan.

* official preview images from ImageComics


Sinopsis Komik Huck #2

huck2

Now under media scrutiny, Huck sets out to help the flood of strangers coming to him in need.

Story: Mark Millar
Art / Color: Rafael Albuquerque
Tanggal Terbit: 16 Desember 2015

Di suatu tempat di Siberia, di tahun 1981, pihak militer sedang melakukan uji coba terhadap kemampuan seorang wanita, yang ternyata bisa melihat sesuatu yang ada di tempat lain yang jaraknya 1 mil dari TKP. Meloncat ke Vermont, di masa sekarang, wanita yang ternyata bernama Mrs. Jones tersebut digambarkan tersentak dengan berita mengenai Huck yang ditayangkan di televisi.

TKP loncat kembali ke tempat tinggal Huck, dimana ia mengurung diri di dalam rumah karena shok melihat banyak wartawan yang mendatanginya. Namun ketika sekilas melihat ke arah luar melalui jendela, ia melihat ada wanita yang sepertinya membutuhkan bantuannya. Meski dilarang oleh penduduk desa yang lain, Huck tetap teguh melangkah keluar dengan menghiraukan para awak media dan mendatangi wanita tersebut. Ternyata benar, ia meminta bantuan Huck untuk menemukan suaminya yang menghilang lima tahun lalu. Berturut-turut permohonan bantuan lain datang pada Huck: mencari anak perempuan yang pergi dari rumah 18 bulan lalu, mencari seorang kontraktor yang diculik di Afganistan 6 bulan lalu, serta mencari anjing yang hilang.

Dengan pede Huck segera melangkah untuk memulai aksi penyelamatannya sembari menjawab pertanyaan-pertanyaan wartawan dengan singkat. Di sini terlihat bahwa yang membocorkan tentang Huck adalah Diane Davis, wanita yang di awal edisi #1 dicarikan gelang emasnya. Dan ia tampak menyesali keputusannya tersebut.

Satu demi satu Huck mulai menemukan dan menyelamatkan target yang diminta. Kerennya, awak media membuntutinya dan menyiarkan aksi tersebut secara live (kecuali ketika beraksi di Afganistan tentunya). Salah dua orang yang menyaksikan siaran langsung tersebut adalah Prof. Orlov (yang melakukan ujicoba pada Jones di awal edisi ini) serta seorang pria di sebuah bar di North Carolina, yang menyatakan bahwa ia adalah saudara Huck.

* official preview images from ImageComics


Membaca cerita Huck seperti menemukan sesuatu yang kini hilang dari komik Superman sejak era New 52. Kalau temen-temen belum pernah baca Superman di masa sebelum New 52, percayalah, dia manusiawi banget. Lebih manusiawi dari manusia itu sendiri (kan dia alien). Giliran sosok manusiawi coba dihadirkan kembali di era DC You, eh kok malah lebih menonjol kesongongannya, hehehe.

Back to Huck. Cerita Huck jujur saja sebenarnya biasa saja. Seseorang dengan kekuatan super, yang awalnya dirahasiakan, akhirnya terbongkar ke publik, dan nanti akan ada banyak pihak yang berusaha memanfaatkannya. Yang membuatnya menarik adalah background cerita dan penokohan karakter yang sangat kuat, meski hanya disampaikan dalam beberapa lembar halaman saja. Millar berhasil membuat pembaca mencintai Huck dan bersimpati kepadanya saat kemampuannya terekspos. Dengan cerita ke depan (dari previewnya) yang sepertinya juga masih tetap biasa saja, menarik untuk disimak apakah kekuatan karakter yang disematkan ke dalamnya bisa terus menjaga ke-keren-an kisah Huck ini.

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply