Review Komik Eclipse #4 (2016)

Di cerita sebelumnya, si pria berjubah yang kebal terhadap sinar matahari kembali menyerang Rose Brandt. Kali ini dalam acara Gala Hope yang diadakan oleh ayahnya. Dengan menggunakan kapaknya, ia menghancurkan tembok ruangan tempat Rose berada dan membuat sinar matahari masuk ke dalam. Salah seorang bodyguard Rose berhasil mendorongnya ke ruang sebelah sehingga lolos dari maut. Namun belum sempat mereka kabur, pria berjubah perlahan melangkah masuk ke dalam ruangan untuk membunuh mereka. Apa yang akan terjadi selanjutnya di sinopsis (dan spoiler) komik Eclipse #4 berikut ini?

Sinopsis Komik *SPOILER*

Sun’s out and guns out! In the exciting, climactic issue, Cielo lies trapped by our mysterious killer, whom we’ve just learned holds a secret that may off er salvation to the world’s deadly sunlight. Will our disillusioned hero Bax rise to the occasion? Will he be able to save Cielo and take the killer alive

Story: Zack Kaplan
Art: Giovanni Timpano
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 7 Desember 2016

Menyadari posisi Rose Brandt yang terpojok, tanpa pikir panjang Bax melompat dari atap menuju lantai tempat Rose dan si pria berjubah berada. Setelah menahan sinar matahari dengan kasur dan menodongkan pistolnya ke arah pria berjubah, Bax memerintahkan Rose dan bodyguardnya untuk meninggalkan tempat tersebut. Sepeninggal mereka, Bax segera menghubungi Everly bahwa ia sudah berhasil menahan si pria berjubah di dalam ruangan. Tanpa disangka, pria berjubah tersebut menerjang Bax.

Rose dan bodyguardnya hendak masuk ke dalam lift saat tiba-tiba pria berjubah muncul dengan membawa pistol milik Bax. Satu tembakan membuat bodyguard Rose tewas seketika. Pintu lift terbuka dan Rose bergegas masuk ke dalam. Keadaan menjadi genting saat pria berjubah berhasil menahan pintu lift dengan gagang kapaknya. Untung sesaat kemudian Bax, dengan tangan yang terluka, datang menghampiri dan langsung menerjang pria berjubah begitu saja hingga keduanya terjatuh ke dalam lubang lift yang terbuka tepat di saat itu.

Keduanya terjatuh di atas kotak lift yang sedang meluncur turun. Tanpa disangka, kabel penderek lift tiba-tiba putus dan mereka semua, termasuk Rose yang ada di dalam kotak lift, meluncur ke bawah dan menghempas dasar lubang lift.

Bax tersadar dan mendengar Everly memanggilnya melalui jalur komunikasi. Saat melihat sekeliling, ia tidak menemukan Rose dan pria berjubah di sana. Dengan sedikit galau Bax melangkah keluar untuk mencari keberadaan mereka. Ia mendapati si pria berjubah ada di atap, di antara solar cell. Bax mencoba untuk membuatnya menyerahkan diri, tapi percuma, pria berjubah itu, yang ternyata adalah pendeta di gereja yang dibakar oleh Solarity beberapa waktu lalu, sudah kadung kalap. Pada akhirnya, Bax berhasil mengalahkannya. Atau lebih tepatnya, membunuhnya.

Bax sedang bersama Nick, menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Nick menceritakan bahwa Corning-lah yang telah membunuh orang-orang di gereja itu sebagai balas dendam karena si pendeta membunuh anaknya. Nick meyakinin bahwa anak Corning tanpa sengaja mengetahui kemampuan si pendeta, dan si pendeta membunuhnya agar rahasianya tidak terbongkar. Satu misteri yang tersisa kini adalah bagaimana si pendeta itu bisa bertahan terhadap sinar matahari.

Bax mendatangi Everly di kantor polisi. Ia mengajukan diri untuk bekerja membantu Everly di kepolisian.


Meski musuh utama, si pria berjubah, sudah berhasil dikalahkan, sayangnya misteri mengenai kemampuannya masih belum terungkap. Mau bagaimana lagi, miniseri komik yang harusnya berakhir di edisi empat ini ternyata diputuskan untuk bersambung dan berlanjut nanti di bulan Maret 2017. Not a big deal sebenarnya, karena sejauh ini saya cukup menyukai ceritanya, namun agak keki juga sih karena serasa dibohongi…

Ngomong-ngomong kapan nih Image Comics mau ngelanjutin bagian _terakhir_nya Power Lines? Sudah hampir 6 bulan loh.

Tema artikel yang berhubungan: , ,  komik eclipse dari comica.

Reply