Review Komik Eclipse #2 (2016)

Di cerita sebelumnya, dikisahkan matahari kini menjadi musuh terbesar bumi semenjak terjadinya bencana gerhana matahari total beberapa tahun lalu. Semenjak itu, sinarnya tidak lagi bersahabat bagi manusia. Sebaliknya, siapa pun yang terkena paparan sinar matahari bisa langsung terbakar hangus. Tahun demi tahun berlalu, tanpa disangka muncullah sosok misterius yang tidak hanya melakukan serangkai pembunuhan, melainkan juga memiliki tubuh anti matahari alias tidak bisa terbakar. Siapakah sebenarnya dia? Apa tujuannya melakukan pembunuhan? Dapatkah David Baxter dan James Everly menangkapnya? Simak jawabannya di sinopsis komik Eclipse #2 berikut ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

eclipse_2

In a world where sunlight kills, solar engineer David “Bax” Baxter and police detective James Everly hunt for a mysterious butcher who doesn’t burn, but their investigation into the post-apocalyptic wasteland raises more questions than answers.

Story: Zack Kaplan
Art: Giovanni Timpano
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 5 Oktober 2016

Cerita dibuka dengan adegan flashback 10 tahun yang lalu, pada hari terjadinya bencana gerhana matahari. Bax dan seorang rekannya sedang menyusuri bayangan agar tidak terkena paparan sinar matahari. Tujuan mereka adalah Carnegie Hall. Dalam perjalanan, mereka bertemu dengan walikota Holden. Setelah diselematkan, Holden meminta agar keduanya bergegas menuju balai kota dengan mengaktifkan sistem darurat yang ada di sana. Bax menolak karena letaknya berjauhan dengan Carnegie Hall, tempat dimana Sarah dan Penny (istri dan anaknya?) menunggunya. Namun Holden memohon kepadanya, mengatakan bahwa seluruh penduduk kota membutuhkannya.

Kembali ke masa sekarang. Bax dan Cielo berjalan melalui lorong bawah tanah untuk menuju kediaman Cielo. Cielo sempat merasa terpuruk akibat kematian Murph (yang melindunginya dari pantulan sinar matahari di edisi sebelumnya), sehingga Bax terpaksa menungguinya hingga mau meneruskan langkahnya. Setibanya di perumahan bawah tanah, mereka segera menuju rumah Cielo dan ayahnya sudah menantinya.

Berbicara empat mata dengan Bax, Holden memberitahu bahwa besok tim Everly akan mengadakan pencarian sosok manusia berjubah hitam. Ia meminta agar Bax mau bergabung dengan mereka. Kali ini Bax tidak lagi menolak.

“Pria itu ingin membunuh putriku. Bunuh dia terlebih dahulu, Bax.”, ujar Holden.

Bax lantas menemui Val, yang sepertinya pernah memiliki hubungan spesial dengannya. Ia menanyakan apakah Val punya petunjuk mengenai pria yang anti sinar matahari itu, namun Val menjawab tidak. Menyadari sikap Val yang dingin terhadapnya, Bax pergi tak lama kemudian.

Esok harinya pengejaran dimulai dengan tim yang terdiri dari 6 orang, termasuk Bax dan Everly. Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk melihat sinyal asap yang diyakini ulah dari pria berjubah hitam yang dicari. Dan memang benar. Setibanya di sumber asap, sebuah bangunan stasiun, mereka mendapatinya sedang berada di atap bangunan. Tanpa diduga, ia beberapa kali menghantam rangka atap sehingga atap yang terbuat dari kaca pecah dan menghujani mereka. Akibatnya, dua orang anggota tim, Landis dan Beall, menemui ajalnya gegara kostum Iceman yang robek terkena pecahan kaca.

Melihat kejadian itu membuat Bax emosi. Ia langsung berlari mengejar pria berjubah hitam, disusul oleh Everly di belakangnya. Everly sendiri meminta Bax untuk menunggu datangnya bantuan, namun Bax tidak menghiraukannya, tidak mau kehilangan jejak si pria berjubah hitam. Pengejaran berlanjut hingga tiba di sebuah rumah. Bax yang masuk terlebih dahulu secara tiba-tiba diserang oleh si pria berjubah hitam dengan menggunakan pisau. Untunglah Everly yang ada di belakangnya bisa menembak pria tersebut sehingga ia kembali kabur setelah sempat melemparkan pisaunya ke arah Everly.

Melihat kalung pendeta yang digunakan pria tersebut, Bax yakin bahwa tujuan pelariannya adalah sebuah gereja yang ada tidak jauh dari sana. Semenjak bencana gerhana matahari, gereja itu sendiri menjadi markas bagi komunitas New Amish yang memilih tinggal menyediri di sana. Everly memperhatikan ada yang aneh dengan kaca-kaca gereja yang terlihat dipecahkan secara paksa. Bax yang fokus pada si pria berjubah hitam tidak menghiraukannya dan meminta Everly membantunya masuk melalui salah satu jendela karena terlihat ada bercak darah di sana. Dan begitu keduanya masuk, mereka pun kaget mendapati hall gereja dipenuhi oleh orang-orang yang sudah hangus / meleleh terkena paparan sinar matahari…


Tambah seru nih ceritanya. Meski harus meraba-raba kemungkinan jawaban dari misteri yang ada (dan tetap saja belum ada yang bisa dijadikan pegangan jawaban), tapi sejauh ini masih bisa dinikmati kok. Dengan mulai dihadirkannya cuplikan flashback, sepertinya bakal banyak misteri yang berkaitan dengan kejadian di masa lalu. Gak sabar nunggu edisi selanjutnya!

Tema artikel yang berhubungan: , ,  komik ecl.

Reply