Review Komik E.V.I.L. Heroes #3 (2016)

Di cerita sebelumnya, beberapa orang dipilih untuk mengikuti Project Evolution, proyek yang akan membuat manusia menjadi memiliki kekuatan super. Setelah menjalani berbagai persiapan, proses mutasi dimulai dan berjalan dengan sukses. Dokter Paul pun menjadi pede bahwa mereka punya kesempatan untuk mengalahkan para dewa yang sedang sewenang-wenang menguasai bumi. Sementara itu, tanpa disadari, Zyana (dewa yang mirip Wonder Woman) telah berhasil menciptakan monster yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi manusia dan juga membunuh mereka. Apa yang akan terjadi selanjutnya di sinopsis komik E.V.I.L. Heroes #3 berikut ini?

Sinopsis Komik *SPOILER*

With their training complete, the Hellions are set to take down their first New God. Their target: the Vampire God known as Night. But what looks like an easy mission that can’t fail quickly falls apart, and the team finds themselves in a fight for their lives… A fight that not all of them will survive.

Story: Joe Brusha
Art: Eric J & Gregbo Watson
Color: Marco Lesko
Letter: Matt Krotzer
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 9 November 2016

Derrick bersama pasukan Project Evolution melakukan simulasi penyerangan dengan melakukan strategi sesuai dengan kemampuan super masing-masing. Ia masih belum puas dengan hasilnya, namun baik Dokter Paul maupun General Spencer menyatakan mereka sudah cukup berlatih dan sudah cukup mumpuni untuk menghadapi para dewa jahat. Rekan-rekan Derrick sendiri cukup girang dengan keberhasilan mereka dalam simulasi tersebut.

2 hari kemudian, misi pertama mereka dimulai. Target perdana tim Project Evolution adalah dewa bersosok kelelawar, bernama Night (Nightstalker, kah?), yang diyakini sebagai yang paling lemah di antara ketujuh dewa yang ada. Dengan dipimpin oleh Derrick, keenam anggota tim mulai mencari keberadaannya di lokasi persembunyiannya di pegunungan Carpathian, Rumania. Dan setelah melalui pertempuran melalui si dewa dan anak buahnya, mereka pun berhasil mengalahkannya. Sayangnya, salah satu anggota tim, Erica, menjadi korban.

Kematian Night membuat dewa-dewa yang lain gerah dengan sikap manusia yang masih saja berusaha untuk menentang mereka. Chaos berniat untuk merespon dengan membunuh banyak manusia agar mereka tidak berani lagi berulah. Tanpa diduga, salah satu dewa, Olympus, menolaknya dan memintanya untuk fokus pada orang-orang yang membunuh Night saja, tanpa harus membunuh lebih banyak lagi manusia tak berdosa. Chaos tidak mempedulikannya dan justru berbalik mengancam Olympus agar berhati-hati dalam berbicara.

2 hari kemudian, dari atas sebuah bukit, Chaos dan Zyana tersenyum penuh kemenangan melihat pasukan monster Zyana menyerbu penampungan rahasia manusia yang ada di Texas dan menghabisi mereka dengan brutal.


Kebiasaan saat nge-review komik rilisan publisher di luar Big Two DC dan Marvel, ada saja kemungkin terlewat. Seperti yang satu ini yang sudah terbit sejak 2 bulan lalu dan baru keinget sekarang, hehehe. Ceritanya masih asik buat disimak, walau rasanya terlalu singkat dan terlalu lambat perkembangan ceritanya. Yang masih menganggu hingga sekarang adalah nama-nama dewa (god) yang masih belum jelas siapa-siapa saja (selain Chaos, Zyana, Olympus, dan Night).

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply