Review Komik E.V.I.L. Heroes #1 (2016)

Apa jadinya jika para manusia berkekuatan super justru ingin menguasai dunia dan disembah oleh kaum manusia biasa? Jawabannya ada di sini, di miniseri 6 edisi komik “E.V.I.L. Heroes” yang dipublikasikan oleh penerbit Zenescope. Tak ada angin dan hujan, mereka tiba-tiba datang dan membuat dunia panik. Kehancuran dan kematian ada dimana-mana. Siapakah sebenarnya para superhero jahat ini? Dan yang lebih penting lagi, siapakah nantinya yang bisa mengalahkan mereka dan memberi harapan baru bagi umat manusia? Simak cerita selengkapnya di sinopsis komik E.V.I.L. Heroes edisi perdana berikut ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

evilheroes_1

With great power… comes great corruption. Superheroes are real. They walk the earth as gods among men. But the fairy tales of them protecting mankind and being heroes were all lies. Humans have become their slaves, fit only to serve their super powered masters. But in man the nature of the true hero still survives…and one group rises up to challenge their self-appointed masters. Can they hope to succeed or will their opposition only push mankind closer to extinction?

Story: Joe Brusha
Art: Eric J, Christhian “Crizam” Zamora
Color: Marco Lesko
Letter: Matt Krotzer
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 3 Agustus 2016

21 Juli 2019. Kondisi New York di siang hari yang cerah tiba-tiba berubah menjadi kacau akibat ulah dua orang ‘superhero’. Alih-alih melindungi penduduk kota, dua orang manusia berkekuatan super yang berpenampilan serupa-tapi-tak-sama dengan Superman dan The Flash itu justru menghancurkan berbagai bangunan yang ada di New York dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Berita mengenai kejadian tersebut jelas menyebar dengan cepat melalui media. Termasuk di suatu tempat, di sebuah diner di pinggir jalan, seorang pelayan dan dua orang tamunya sedang menyimak mengenai kejadian tersebut ketika seseorang bernama Derrick masuk dan menanyakan apa yang terjadi. Saat ketiga orang tersebut memperdebatkan si pelaku, apakah alien atau teroris, Derrick tiba-tiba sudah menghilang begitu saja.

Setelah New York, kini giliran London yang apes. Muncul satu orang superhero lagi, wanita, dengan penampilan mirip Wonder Woman. Jika Superman KW dan The Flash KW membunuh orang secara tidak langsung — dengan menghancurkan gedung-gedung bertingkat — si Wonder Woman KW ini lebih frontal. Tanpa basa-basi ia langsung membunuh penduduk yang ada di sana, baik dengan senjatanya maupun memanfaatkan obyek-obyek yang ada di sekitar. Membalikkan bus hingga menimpa beberapa orang yang bersembunyi di belakangnya misalnya.

46_08

Tidak hanya di darat, kondisi di bawah laut tidak kalah kacaunya. Seseorang yang punya kemampuan untuk berkomunikasi dengan hewan memerintahkan ikan-ikan paus untuk menghajar sebuah kapal selam militer yang berniat untuk menyerang Inggris. Meski penampilan dan warna kulitnya berbeda, anggaplah si ‘manusia ikan’ ini adalah sosok Aquaman KW.

46_11

Di Nevada, Las Vegas, di sebuah kasino, Dr. Paul yang melihat siaran kejadian-kejadian tersebut bergegas pulang ke rumahnya dan mengambil beberapa dokumen rahasia bertuliskan “Project EVL” lantas memasukkannya ke dalam tasnya. Ia menelpon seseorang bernama Cecilia dan memintanya untuk segera menuju ke markas bersama dengan timnya karena “sesuatu” akan segera terjadi “di sana”.

Derrick yang sebelumnya menghilang ternyata pulang ke rumahnya dan menjemput istri dan anaknya untuk segera pergi meninggalkan rumah mereka. Saat hendak berangkat, ia menerima telpon dari Cecilia dan mengatakan akan segera menuju ke tempat yang diminta Cecilia bersama dengan keluarganya.

Sementara itu, perusakan terus terjadi dimana-mana dengan jumlah superhero jahat yang terus bertambah. Kini tidak hanya KW Justice League saja, juga ada sosok-sosok monster / legenda / mitos seperti Anubis (dewa kematian Mesir kuno). Puas melakukan aksinya, mereka berbondong-bondong menuju ke suatu tempat dan duduk bersama di sebuah ruangan.

Superman KW menyatakan bahwa kini waktunya bagi mereka untuk menguasai dunia dan membuat orang-orang menyembah mereka. The Flash lantas menanyakan apakah mereka sudah cukup dengan segala kehancuran dan kematian yang mereka buat.

“PERUSAKAN?”, respon Superman KW, “Ya, aku rasa kita sudah cukup dengan itu. KEMATIAN… kematian barulah awal.”

Tiga hari kemudian, Dr. Paul tiba di sebuah markas / laboratorium rahasia di tengah-tengah gurun pasir Nevada. Terdapat beberapa tabung kosong yang sepertinya bekas menyimpan tubuh manusia untuk bahan percobaan.


Banyak hal yang membuat saya tertarik untuk mengikuti miniseri ini. Pertama, nama penerbit Zenescope yang merupakan jaminan mutu untuk urusan artwork. Kedua, ceritanya yang mirip dengan Injustice Gods Among Us, walau di E.V.I.L. Heroes ini, menurut deskripsi di halaman pembuka, yang nantinya akan melawan para superhero jahat adalah sekelompok manusia biasa. Ketiga, penggambaran karakter yang sebagian dimirip-miripkan dengan karakter DC. Entah kenapa, bagi saya, malah jadi terasa lebih nyaman untuk mengikuti jalan ceritanya.

Yang keempat dan yang terakhir, jelas, variant cover-nya dong 🙂 Sudah kebiasaan Zenescope untuk menghadirkan empat variasi cover di setiap komik terbitan mereka. Dan kali ini juga keren-keren seperti biasanya. Pembuatnya adalah Ian Richardson & Ivan Nunes, Salvatore Cuffari & Mohan Sivakami, Mike Krome, serta David Lorenzo Riveiro & Sanju Nivangune. Seperti apa? Simak deh di bawah ini.

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply