Review Komik Detective Comics #957 (2017)

Di cerita sebelumnya, arc “The League of Shadows” mencapai titik akhir. Orphan berhasil mengalahkan ibunya, Shiva. Namun tiba-tiba Ra’s Al Ghul muncul dan membunuh Shiva di hadapan Orphan dan yang lainnya. Tawaran Ra’s Al Ghul untuk membawa anak buah League of Shadows dan menahan mereka di tempatnya tidak bisa ditolak oleh Batman, yang akhirnya terpaksa membiarkan Ra’s Al Ghul pergi, dengan membawa jasad Shiva bersamanya. Seminggu setelah kejadian tersebut, Batman berpamitan pada BatWoman untuk pergi ke suatu tempat guna ‘mencari’ sihir, karena ia yakin Ra’s Al Ghul, The Colony, dan League of Shadows semuanya berkaitan dengan perang besar yang akan mereka hadapi dan untuk bisa menang ia membutuhkan sihir. Nah, bagaimana dengan cerita pada sinopsis komik Detective Comics #957 berikut ini?

Sinopsis Komik *SPOILER

“The Wrath Of Spoiler”! Stephanie Brown wants nothing more than to save Gotham City from the epidemic of costumed vigilantes and madmen that regularly tear the city apart. But before she can try to stop them, she must face the challenge of one in particular: the insane idealogue the Wrath is back, and Stephanie knows what he has planned—but she refuses to let Batman risk more lives to stop him. That means it’s all on her…and a very unlikely ally!

Story: James T Tynion IV, Genevieve Valentine
Art: Carmen Carnero (Pencils) / Karl Story, Richard Friend, Carmen Carnero (Inks)
Color: Javier Mena
Letter: Sal Cipriano
Judul Edisi: The Wrath of Spoiler
Tanggal Rilis: 24 Mei 2017

Untuk kesekian kalinya Spoiler berhasil menghancurkan lampu Bat Signal meski detektif Harvey Bullock sudah berusaha menjaganya. Tujuannya adalah untuk menghentikan Batman menangkap penjahat dan mengakibatkan warga sipil terbunuh seperti yang pernah terjadi sebelum-sebelumnya. Sebagai gantinya, Spoiler sendiri yang akan menghadapi para penjahat tersebut.

Musuhnya kali ini adalah Wrath, yang menyerbu sebuah stasiun TV dengan anak buahnya, dan memaksa mereka untuk menyiarkan secara langsung insiden tersebut untuk memancing Batman. Tanpa ia sadari, Spoiler sudah diam-diam beraksi di sana dan berhasil menyabotase seragam Wrath sehingga tidak lagi berfungsi sebagai mestinya.

Keluar dari gedung stasiun TV, detektif Bullock dan pihak kepolisian sudah menunggu di sana untuk menangkap Spoiler. Bullock sudah mengetahui bahwa Spoiler-lah yang telah merusak Bat Signal selama ini. Tanpa meminta persetujuan Bullock, Spoiler menawarkan sebuah perjanjian — pihak kepolisian ia persilahkan untuk mengklaim keberhasilan mereka menangkap Wrath (dan penjahat-penjahat lainnya), sementara ia akan pergi tanpa perlu diberitakan keberadaannya. Seterusnya akan seperti itu.

Saat sudah merasa puas dengan aksinya dan merencakan untuk melakukan hal yang sama dengan cara yang lebih baik agar sosoknya benar-benar tidak akan ketahuan oleh publik, seseorang tiba-tiba menghampiri Spoiler dari belakang, menawarkan kerjasama untuk membasmi kejahatan di Gotham City. Orang tersebut adalah Anarky!


Yah, setelah arc yang lumayan menyenangkan untuk diikuti berakhir, tampaknya kita diminta untuk cooling down terlebih dahulu dengan kembali menyimak aksi solo Spoiler. Ceritanya tidak jelek, memberi penegasan mengenai perubahan sikap Spoiler pasca meninggalkan tim Batman. Namun jujur saja, tidak terlalu menarik juga untuk diikuti. Saya pribadi tidak suka Batman karena terlalu parno untuk tidak membunuh orang lain, sengaja ataupun tidak disengaja. Lah ini sekarang Spoiler justru sikapnya untuk hal yang sama malah lebih parno lagi ketimbang Batman. Duh, masa harus pensiun ngefans ama Stephanie Brown sih? 🙁

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply