Review Komik Detective Comics #956 (2017)

Arc “League of Shadows” akhirnya mencapai titik akhir. Di cerita sebelumnya, aksi solo Orphan (Cassandra Cain) berhasil merusak rencana Shiva dan pasukan League of Shadows-nya. Tidak hanya membebaskan BatWoman, BatWing, dan Azrael yang sudah terlebih dahulu tertangkap, ia juga berhasil meloloskan Batman dari cengkraman Shiva. Kini mereka semua, plus Clayface yang entah bagaimana caranya sudah pulih kembali, bersiap untuk mengalahkan Shiva. Apa yang akan terjadi selanjutnya di sinopsis komik Detective Comics #956 berikut ini?

Sinopsis Komik *SPOILER

“League Of Shadows” finale! It’s all out war against the single most ruthless villain Batman’s ever faced: Lady Shiva and her army of nihilistic killers! But at least one member of the team might wind up swallowed whole by the darkness of the League…

Story: James Tynion IV
Art: Marcio Takara
Color: Marcello Maiolo
Letter: Sal Cipriano
Judul Edisi: League of Shadows Finale: The Duel
Tanggal Rilis: 10 Mei 2017

Sementara senjata nano-swarm buatan Ulysses bergerak menyusuri gorong-gorong untuk mencari keberadaan League of Shadows dan meledakkan mereka, Batman dkk bertarung melawan Shiva. Tendangan Shiva tanpa disangka membuka kembali luka di tubuh BatWoman sehingga Batman meminta Clayface untuk membawa BatWoman pergi meninggalkan TKP. Giliran Orphan yang melawannya, Shiva mencoba memprovokasinya dan memintanya memikirkan kembali visi “tidak membunuh” yang diajarkan oleh Batman kepada Orphan. Batman membelanya dan menegaskan bahwa Orphan bisa memutuskan sendiri mana yang menurutnya baik dan sesuai dengan hati nuraninya.

Fakta baru muncul, bahwa Major Hady yang sebelumnya dibunuh oleh Shiva sebenarnya adalah kaki tangan Ra’s Al Ghul. Dengan banyaknya aset milik Ra’s yang ada di Gotham City, Shiva berniat untuk menghancurkan itu semua meski harus membunuh penduduk kota Gotham. Ucapannya bukan gertak sambal karena sesaat kemudian ia sudah mengaktifkan bom nuklir yang berada tidak jauh dari tempat mereka bertarung. Dengan segera Batman meminta Batwing dan Azrael untuk menangani bom tersebut.

Sementara itu, Kolonel Kane curiga ada sesuatu yang sedang terjadi di bawah kota Gotham. Ia meminta Ulysses menunda peledakan nano-swarm dan memerintahkannya untuk mengecek lebih jauh ke dalam gorong-gorong. Ia pun kaget mendapati Batwoman (yang sedang bersama Clayface) dalam keadaan masih bernyawa. Tanpa mempedulikan Ulysses yang mempertanyakan kebijakannya, ia memaksa Ulysses untuk membatalkan serangan nano-swarm.

Orphan akhirnya bisa mengalahkan Shiva. Shiva sempat sekali lagi menegaskan bahwa apa yang ia lakukan adalah untuk menciptakan dunia yang lebih baik, sebelum tanpa disangka-sangka Ra’s Al Ghul muncul dan tanpa basa-basi langsung menembak dada Shiva. Setelah mendengar pernyataan Orphan bahwa ia mengerti perasaannya, Shiva pun menghembuskan nafas terakhirnya.

Kembali tanpa membuang waktu, Ra’s Al Ghul membuat deal-deal-an dengan Batman. Ia akan mematikan bom nuklir serta membawa serta semua anggota League of Shadows (termasuk Shiva). Sadar untuk saat ini ia tidak bisa berbuat apa-apa, Batman pun pasrah.

Satu minggu kemudian, di The Belfry, Batman memberitahu Kate Kane (Batwoman) bahwa The Colony, League of Shadows, dan Ra’s Al Ghul semuanya adalah keping dari puzzle yang berkaitan dengan perang besar yang akan mereka hadapi. Dan untuk bisa mendapat pencerahan lebih lanjut, Batman berpamitan untuk pergi ke suatu tempat… untuk mencari sihir (magic).


Ada 3 poin utama yang ada dalam benak saya setelah membaca Detective Comics #956 ini.

Pertama. Meski awalnya terlihat bakal mengeroyok Shiva, pada akhirnya yang terlihat bertarung hanyalah Orphan. Saya tidak tahu apakah Batman sengaja menahan diri (karena ingin agar Orphan menyelesaikan urusan pribadinya dengan Shiva), atau ada masalah dengan artwork yang kembali kurang detil menggambarkan cerita. Bukan sentimen, tapi saya lebih curiga dengan pemikiran yang kedua. Sama seperti saat Clayface dan Batwoman menyamar menjadi ninja agar tidak ketahuan oleh anggota League of Shadows yang siuman, tapi tanpa ada follow up, ujung-ujungnya mereka berdua langsung berhadapan dengan nano-swarm. Kebanyakan pembaca mungkin bisa mengira-ngira apa yang terjadi, tapi dari segi kenyamanan membaca hal ini sangat mengganggu.

Kedua. Saya jadi penasaran dengan sikap Ulysses terhadap Kolonel Kane pasca insiden League of Shadows ini. Meski sama-sama sadis, Ulysses terlihat punya sisi psikopat dalam dirinya. Sepertinya bakal seru kalau hal tersebut dieksplor atau dikembangkan lebih jauh lagi. Sayang di edisi ini tidak terlihat respon Batman atas hilangnya kostum Red Robin dari The Belfry. Atau jangan-jangan ia belum sadar?

Ketiga. Harus ya Kate Kane pakai jas dengan dasi kupu-kupu seperti itu???

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply