Review Komik Detective Comics #942 (2016)

Di cerita sebelumnya, ternyata bukan hal sulit untuk mengembalikan monster Gotham Girl dan monster Nightwing ke tubuh asli mereka. Thanks to Duke, yang berhasil menemukan penawar bagi DNA monster men ciptaan Dr. Hugo Strange. Batman juga sudah memutuskan untuk mengaktifkan Wayne WatchTowers yang sebelumnya ia usahakan untuk tidak digunakan. Di edisi finale ini pertarungan akhir Batman dengan Hugo Strange akan segera berlangsung, demikian pula dengan monster men terakhir, yang merupakan gabungan dari jasad keempat monster men sebelumnya, yang akan dihadapi oleh BatWoman, Nightwing, Spoiler, dan Orphan. Bagaimana akhir ceritanya? Dapatkah Batman mengalahkan Strange? Simak jawabannya di sinopsis Detective Comics #942 setelah pesan-pesan berikut ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

detectivecomics_942

“NIGHT OF THE MONSTER MEN” part six! The earth-shaking finale is here! Batman’s going one-on-one with Hugo Strange, the mastermind behind the beasts unleashed on Gotham…but the biggest and most dangerous of all the monsters was saved for last! What will the Bat-Family have to sacrifice to bring it down? And what’s the strange secret behind Hugo’s design?

Story: James T Tynion IV & Steve Orlando
Art: Andrew T MacDonald
Color: Jonh Rauch
Letter: Marilyn Patrizio
Judul Edisi: Night Of The Monster Men Six (Finale)
Tanggal Rilis: 12 Oktober 2016

Sementara Batman menuju Anders Tower, ia meminta BatWoman memimpin Nightwing, Orphan, dan Spoiler di Wayne WatchTowers. Masing-masing dari mereka lalu menuju ke 4 gedung WatchTowers yang ada dan masuk ke ruang kontrol masing-masing, berusaha untuk menghadang monster men kelima yang merupakan gabungan dari empat monster men yang sudah berhasil dilumpuhkan sebelumnya.

Batman tiba di Anders Tower. Ia mendapati Strange sudah menunggunya di sana, dengan mengenakan kostum Batman bikinannya. Ternyata itu bukan kostum biasa, melainkan kostum ‘bunuh diri’, yang akan meledak bila terkena hentakan kecil saja. Strange pun lantas memberi ceramah pada Batman, bahwa meski Gotham membutuhkan Batman, namun dia sebagai Batman (Bruce) yang cocok sebagai Batman. Ini karena hasil analisa secara psikologis yang telah dilakukan Strange sebelumnya, yang berujung pada kesimpulan bahwa karakter Batman (Bruce) tidak cukup ‘waras’ untuk bertahan sebagai Batman. Sebagai penggantinya, yang cocok adalah dirinya (Strange).

Sementara itu, tim Batman lainnya bersusah payah untuk mengalahkan monster men kelima, yang sama sekali tidak mempan terhadap senjata. BatWoman menginstruksikan untuk menggunakan kawat suspensi untuk menahannya. Nightwing sendiri sedari tadi berpikir tentang empat kepribadian Batman yang telah disimpulkan oleh Strange, dan ia pun tampak seperti sudah menemukan solusinya. Tanpa memberitahu yang lain, tiba-tiba Nightwing sudah berada di luar dan dengan menggunakan pelontar kawat suspensi di Wayne WatchTowers yang ia kontrol, ia melontarkan dirinya masuk ke dalam tubuh monster men kelima!

Strange menunjukkan rekaman adegan tersebut pada Batman untuk memancing emosinya. Batman hendak menghajarnya, namun ia tahu ia tidak bisa melakukannya, sehingga hanya menghantam tembok di belakang Strange sembari memintanya untuk berhenti. Sementara itu, entah apa yang terjadi, tubuh monster men kelima tiba-tiba memuntahkan cairan merah, hingga akhirnya meleleh begitu saja. Nightwing yang terlempar keluar dari dalam langsung ditangkap oleh BatWoman.

Kembali ke Strange. Tiba-tiba ia merasa tidak bisa bernafas dan mulai terjatuh lemas. Ternyata diam-diam Batman sudah memerintahkan pada Clayface untuk menutup semua lobang udara di gedung anders Tower. Batman sendiri mampu mengatasinya dengan kekuatan fisiknya yang melebihi Strange. Sedangkan Nightwing, setelah tersadar kembali, mengatakan bahwa ia menyimpulkan ada sosok ‘monster kecil’ di dalam monster men kelima itu. Itu sebabnya ia memutuskan untuk melompat masuk ke dalamnya.

Beberapa hari kemudian, dengan dibantu oleh Justice League, tim Batman merenovasi kembali bangunan-bangunan kota Gotham yang telah hancur. Sementara Kate dan Bruce, di hadapan makam keempat orang yang diubah menjadi monster men, membahas aftermath dari kejadian yang mereka alami Bruce mengatakan bahwa Strange kini ditahan di suatu tempat rahasia (bukan Arkham) dan Bane, yang memberikan venom untuk pengembangan DNA monster men, berada di Santa Prisca, bersama dengan Hayden / Psycho-Pirate. Namun yang menjadi masalah kini adalah A.R.G.U.S. yang membangun pos di pelabuhan untuk menganalisa jasad monster men. Ia khawatir pemerintah akan memanfaatkannya untuk hal yang tidak baik. Kate menenangkannya, mengatakan bahwa selalu akan ada monster di luar sana, namun apapun itu, mereka akan siap untuk mencegahnya muncul kembali.


Well, butuh beberapa kali baca untuk bisa memahami ending arc ini. Hasilnya, meski paham dengan ceritanya, tapi terasa sekali jika dipaksakan berakhir begitu saja. Kostum Batman yang digunakan Strange juga ternyata tidak sekeren penampakannya. Pada akhirnya mereka berdua hanya beradu argumen, yang tanpa perlu bersusah payah dapat ‘dimenangkan’ oleh Batman, thanks to Clayface. Overall, edisi finale ini seperti blunder dari semua ketegangan yang sudah dibangun sejak awal cerita. Tidak ada seru-serunya sama sekali. Momen paling berkesan justru saat wajah Clayface yang sedang nyengir muncul saat ia menutupi bangunan Anders Tower. Clayface totally rocks this whole arc.

Reply