Review Komik Detective Comics #941 (2016)

“Monster Men” ciptaan Dr. Hugo Strange mulai menyerang kota Gotham. Dari empat monster yang dipersiapkan, tiga di antaranya sudah muncul. Yang pertama sudah dikalahkan oleh Batman, yang kedua sedang mengejar Batman dan BatWOman, sedang yang ketiga muncul di penjaga Blackgate. Mendengar suara teriakan korban jiwa di Blackgate, Claire a.k.a Gotham Girl tidak lagi bisa tinggal diam. Meski tidak diperbolehkan oleh Batman, ia tetap melaju dengan kencang menuju ke sana. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Dapatkah Gotham Girl mengalahkan monster men di Blackgate? Apakah keberadaan Hugo Strange pada akhirnya bisa ditemukan? Simak deh jawabannya di sinopsis komik Detective Comics #941 setelah pesan-pesan berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

detectivecomics_941

“Night Of The Monster Men” part 3! Batman and Batwoman take to the streets in a motorcycle death race against a monster that transforms faster than they can keep up! And at Blackgate, something truly terrifying is growing in the prison’s darkest depths…and its eggs are hatching!

Story: James T Tynion IV & Steve Orlando
Art: Andy MacDonald
Color: John Rauch
Letter: Marilyn Patrizio
Judul Edisi: Night Of The Monster Men Part Three
Tangal Rilis: 28 September 2016

Keadaan mulai genting. BatWoman kesulitan mengatasi monster naga kepala tiga karena semua serangan yang bersifat fisik ke badannya sama sekali tidak mempengaruhinya. Warga Gotham yang ada di gua semakin memanas dengan semakin menyebarnya cairan merah misterius. Nightwing masih belum juga sampai di penjara Blackgate, yang sudah mulai rusuh dengan hadirnya monster laba-laba (ralat dari sinopsis sebelumnya yang saya bilang monster semut :D). Duke dan Alfred masih kesulitan menganalisa petunjuk tentang monster men yang ada secara lebih mendalam karena bukan pakar kimia. Dan Clayface makin kesulitan menjaga bentuk tubuhnya tetap stabil karena waktu sudah lama berlalu semenjak ia diberi suntikan penstabil oleh Batman.

Kembali ke gua, sebuah insiden sepele membuat warga yang sudah emosi mulai berkelahi. Sementara itu, Nightwing sudah hampir tiba di penjara. Batman segera memintanya untuk mencari Gotham Girl, karena kondisinya yang masih stabil pasca dipengaruhi otaknya oleh Psycho-Pirate. Gotham Girl sendiri saat itu sudah mulai beraksi menghajar monster-monster kecil yang mendadak bermunculan di sana.

BatWoman dan Clayface semakin kesulitan menghadapi monster naga yang kini kepalanya sudah berjumlah lima. Ulah grasak-grusuk si monster membuat puing-puing gedung berjatuhan dan mereka berdua harus membagi konsentrasi antara menghadapi si monster dengan menyelamatkan warga sipil yang masih tersisa. Belum ditambah dengan tubuh klonengan Clayface yang sudah mulai kembali ke bentuk aslinya: lumpur.

Spoiler mencoba menghubungi BatWoman, meminta evakuasi ke gua dihentikan. Namun saluran komunikasi mereka ternyata terputus. Batman menjadi khawatir dan berniat menuju ke sana. BatWoman mencegahnya karena ia masih membutuhkannya untuk mengalahkan monster naga dan meminta Batman untuk percaya pada Spoiler. Faktanya, Spoiler memang bisa dipercaya untuk itu. Setelah mencuri waktu untuk berpikir sejenak dengan tenang, ia akhirnya menyadari apa yang menyebabkan warga Gotham di sana menjadi kalap. Dan berhubung nilai pelajaran biologi di SMA saya dulu enam, saya sama sekali gak mudeng penjelasan dari Spoiler 😀 Intinya sih, untuk bisa menormalkan kembali orang-orang tersebut, suhu udara di dalam gua harus dinaikkan. Detektif Bullock dan beberapa anggota kepolisian yang masih tersisa membantu Orphan dan Spoiler mewujudkan hal tersebut.

Nightwing akhirnya berhasil menemui Gotham Girl, yang juga sedang kalap menghajar satu demi satu monster kecil yang ada, tanpa mempedulikan apakah ada orang biasa yang ikut terluka atau tidak. Beberapa monster kecil lantas mengeroyok Gotham Girl. Meski bisa menyingkirkan mereka, namun tubuhnya terkena cipratan cairan merah (kelihatannya seperti yang ada di gua) yang berasal dari tubuh monster-monster kecil itu. Tanpa sengaja ia masuk ke sebuah ruangan yang dihuni oleh si monster semut. Ternyata, monster-monster kecil tersebut ‘dilahirkan’ oleh monster semut tanpa henti. Mengetahui hal itu, GOtham Girl semakin kalap dan tanpa pikir panjang langsung menghabisi monster semut tersebut, meski sudah dicegah oleh Nightwing yang menyusulnya masuk ke ruangan itu.

Tak butuh waktu lama untuk membunuh monster semut. Namun, baik Nightwing maupun Gotham Girl, yang tubuhnya banyak berlumuran cairan merah dari monster tersebut, tiba-tiba mulai merasakan sesuatu dari dalam tubuh mereka. Dengan sisa-sisa kesadarannya, Nightwing memerintahkan Gotham Girl untuk pergi dari tempat tersebut. Apa daya, rasa takut dalam dirinya kembali muncul, dan ia hanya terduduk di tempat. Alhasil, tubuh keduanya mulai berubah menjadi monster…


Cerita makin seru, euy! Gak nyangka cliffhangernya seperti itu. Kalo pun kepikiran ada salah satu di antara tim Batman yang mengalami kejadian tidak menyenangkan, yang kebayang hanya Gotham Girl. Ini Nightwing ikutan juga. Seru. Oh ya, panel saat Gotham Girl mengamuk dan membantai si monster semut benar-benar menggambarkan luapan amarah Gotham Girl yang ia pendam selama ini terhada Psycho-Pirate. Kalo sudah baca Batman #6 lalu dan disambungkan ke bagian ini, ngena banget adegannya. Tim penulis dan desain benar-benar layak diberi acungan dua jempol.

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply