Review Komik Death of X #3 (2016)

Di cerita sebelumnya, Storm menemui Medusa dan menceritakan apa yang terjadi. Medusa berniat untuk membantu dan memerintah Crystal dkk untuk mencegah Terrigen Cloud tiba di kota Madrid, Spanyol. Masalah timbul saat Cyclops tiba-tiba mengumumkan pada seluruh penduduk dunia bahwa Inhumans adalah kelompok yang berbahaya dan punya hidden agenda untuk menghancurkan kelompok X-Men. Pengumuman ini membuat panik penduduk seluruh dunia, tak terkecuali di Madrid. Untuk mencegah korban jiwa, Crystal memerintahkan Daisuke untuk menggunakan kekuatannya: membuat orang tertidur. Karena tidak hanya manusia biasa saja yang tertidur, melainkan juga kelompok X-Men yang berada di sana, Cyclops menjadi makin geram dan mengira Inhumans sengaja melakukan itu untuk menaklukkan X-Men. Atas perintah Cyclops, Emma Frost membuat satu langkah mengejutkan, meminta bantuan Magneto. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Akankah perang antara kelompok X-Men dan Inhumans bakal terjadi? Dapatkah Storm dan Medusa mencegahnya? Simak kelanjutan kisahnya di sinopsis komik Death of X #3 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

deathofx_3

Cyclops and Emma Frost start to hatch their plan. The Inhumans cross a line with the mutants.

Story: Jeff Lemire & Charles Soule
Art: Aaron Kuder & Javier Garron (Pencils) / Jay Leisten & Javier Garron (Inks)
Color: Morry Hollowell, Jason Keith, Wil Quintana, Matt Milla, Andrew Crossley
Letter: VC’s Joe Sabino
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 2 November 2016

Sosok Crystal yang memberi selamat pada Daisuke menjadi dalih Emma Frost untuk mendorong Magneto berada di pihak mereka dan segera bertindak. Permintaannya hanya satu, agar Magneto menahan mereka semua, baik kelompok Inhumans dan X-Men, agar tetap berada di Madrid sementara ia dan Scott (Cyclops) melakukan ‘sesuatu’. Sementara itu, tidak hanya Crsytal saja, rekan-rekan Inhumans yang lain juga mengagumi kekuatannya. Mereka lantas memintanya untuk segera memiliki nickname. Ia pun memilih nama “Downer”.

Di Yorkshire, Inggris, Stepford Cuckoos mendatangi rumah kediaman Thomas Jones a.k.a Alchemy. Mereka menjemputnya untuk bergabung dengan Cyclops dkk. Kembali ke Madrid, tanpa diduga, Storm bangun lebih cepat dari dugaan Crystal. Ia sempat panik mengira rekan-rekannya terkena Terrigen Cloud. Tapi tak lama kemudian satu demi satu dari mereka mulai tersadar dan menyadari satu hal, bahwa selain mereka, hanya kelompok Inhumans yang tadi tidak tak sadarkan diri.

Tidak butuh waktu lama bagi kelompok X-Men untuk mengkonfrontasi kelompok Inhumans. Storm meminta Crystal untuk menjelaskan apa yang terjadi. Tapi Iceman yang sudah kadung emosi malah memicu konflik dengan Flint. Di tengah kekacauan, tiba-tiba Magik muncul dan membawa Downer pergi. Belum hilang kekagetan mereka akan hal itu, Magneto bersama dengan Colossus, RockSlide, WarPath, dan Wolfsbane datang dan mengurung mereka.

50 km di sebelah selatan kota Madrid, di dekat awan Terrigen, Cyclops, Emma Frost, Magik, Stepford Cuckoos, Alchemy, dan Sunfire berteleport di sana. Cyclops menghampiri Alchemy, memastikan bahwa saat ini X-Men butuh bantuannya dan itu masalah hidup mati mereka sebagai mutan. Alchemy menyanggupi. Dan Cyclops pun mengajak yang lain untuk mulai menjalankan rencana mereka.


Memang, kalo sudah emosi, kesalahpahaman sedikit saja bisa berakibat fatal. Seperti yang terjadi antara Iceman dan Flint di sini. Rencana Cyclops sendiri makin bikin penasaran. Mulai dari menghadirkan Alchemy (bisa melakukan transformasi materi dari satu wujud ke wujud lain), Sunfire (bisa menghasilkan plasma dengan suhu 1,000,000º Fahrenheit), serta menculik Daisuke / Downer. Apa yang sebenarnya akan ia lakukan?

Tema artikel yang berhubungan: , , , ,  komik x men sudah mati.

Reply