Review Komik Cyborg: Rebirth #1 (2016)

Saya pernah mereview seri komik Rebirth sebelum ini, pasca Convergence kalau tidak salah. Tapi berhubung semakin lama ceritanya semakin sulit untuk saya pahami, saya pun menyerah di tengah jalan. Nah, berhubung kebetulan DC Comics memasukkan seri Cyborg ke dalam jajaran Rebirth mereka, sepertinya ini waktu yang tepat untuk mulai mengikuti kembali seri komik anggota Justice League yang satu ini. Terlebih, *sepertinya* cerita yang diusung di arc perdananya ini terkait dengan arc “The Extinction Machine” di Justice League, yang sejauh ini… cukup membingungkan cerita, hehehe. Siapa tahu bisa dapet pencerahan di sini. Mulai yuk sinopsisnya.

Sinopsis Komik *SPOILER*

cyborg_rebirth1

Victor Stone was once a star athlete and brilliant student with a bright future. But after a tragic accident destroyed over half of his body, Victor was kept alive by merging flesh with advanced technology. Today he is the Justice League co-founder called Cyborg. But is the young hero a man…or a machine that merely believes it’s a man?

Story: John Semper, Jr.
Art: Tony Kordos, Sandra Hope (Inks) / Paul Pelletier (Pencils)
Color: Guy Major
Letter: Rob Leigh
Judul Edisi: The Imitation of Life Prologue
Tanggal Rilis: 7 September 2016

Cerita dibuka dengan narasi dari seseorang yang sedang mengamati aksi Subject Zero a.k.a Cyborg. Dalam proyek yang ia namakan Gamma Omega Gamma, ia menguji kemampuan bertarung Cyborg dengan mengirimkan anak buahnya untuk melawan Cyborg. Salah satunya adalah yang sedang dihadapi Cyborg saat ini, Malware, yang berniat untuk menerobos masuk ke dalam S.T.A.R. Labs. Tentu saja, sudah tugas bagi Cyborg untuk menghadangnya. Namun Malware bukan musuh ecek-ecek. Sama halnya dengan Cyborg, ia punya kemampuan auto-repair. Kekuatannya juga setara dengan Cyborg. Untuk sementara skor pertarungan keduanya 1-0, dengan kemenangan ada di pihak Malware, yang kini melenggang kangkung masuk ke dalam S.T.A.R. Labs.

Sambil menyimak Cyborg yang sedang memulihkan dirinya, si pengamat Cyborg menganalisa DNA serta mengulas kembali masa lalu Cyborg alias Victor Stone. Ayahnya adalah Silas Stone, seorang ilmuwan top di S.T.A.R. Labs. Ibunya, Ellinore Beatty, jebolan bioteknologi, yang awalnya ngefans dengan Silas. Tak butuh waktu lama hingga rasa kagum tersebut berujung pada rasa cinta. Keduanya pun akhirnya menikah dan sepuluh bulan kemudian melahir anak pertama mereka, Victor Stone.

Kembali ke saat ini, Silas memanggil Cyborg untuk memberitahu Malware yang sudah menerobos berbagai sistem keamanan yang ada di S.T.A.R. Labs dan kini sedang menuju ruang laboratorium utama. Salah satu teknisi menginfokan bahwa Malware adalah sejenis ‘nanotechnological creature’ (mau diterjemahkan jadi makhluk nanoteknologi kok rasanya aneh), gabungan dari ‘living data-binary organism’ dengan ‘biological tissue’. Tapi meski sudah tahu makhluk apa yang sedang dilawannya, lagi-lagi Cyborg K.O. oleh serangan Malware.

04_07

Adegan flashback kembali hadir. Tak lama setelah melahirkan Victor, Ellinore divonis terkena kanker jenis langka yang belum ada obatnya dengan harapan hidup tersisa hanya beberapa tahun lagi. Untuk mencari penyembuhnya, Silas akhirnya menerima pendanaan dari Pentagon dan didapuk menjadi pimpinan S.T.A.R. Labs cabang Detroit. Sejak saat itu keduanya sibuk melakukan penelitian hingga membuat Victor, yang saat itu sedang tumbuh dewasa, merasa disisihkan dan tidak diperhatikan. Khususnya oleh ayahnya. Pada akhirnya, meski usia Ellinore bisa diperpanjang, tapi takdir tidak berubah. Ia pun meninggal akibat kanker tersebut.

Back to reality, Malware sedang on-the-way menuju Red Room, ruangan rahasia yang menyimpan data-data teknologi alien. Salah satu rekan Silas menyarankan untuk mengaktifkan prosedur self-destruct agar teknologi tersebut tidak bocor ke dunia, tapi Silas menolaknya karena berpotensi menghancurkan seluruh S.T.A.R. Labs dengan tentu saja menewaskan mereka semua. Tapi tujuan utama Malware bukanlah Red Room, tapi ruangan rahasia lain yang ada di sana, yang di tengah-tengahnya terdapat sebuah box berisi data.

Silas segera menginformasi lokasinya pada Cyborg yang sudah mulai pulih, dan ia bergegas menuju ke sana. Cyborg berhasil mencegah Malware sebelum ia mendapatkan kotak tersebut. Dan berhubung ruangan tersebut ternyata ‘air-gapped memory storage bank’ atau ‘digital dead zone’, maka Cyborg bisa fokus menggunakan energinya untuk menaklukkan Malware. Usahanya sukses.

Saat hendak melangkah pergi, Cyborg baru menyadari bahwa pertarungannya dengan Malware mengakibatkan salah satu sisi kotak penyok dan terbuka. Dari voice note Silas yang otomatis aktif diketahui bahwa yang ada di sana adalah data bank yang menyimpan source code asli dari software yang ‘menghidupi’ Cyborg. Silas, melalui rekaman tersebut, juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keputusannya untuk ‘menghidupkan kembali’ anaknya — apakah ia telah memperpanjang umur anaknya atah hanya sekedar membuat mesin yang merupakan replika dari anaknya. Dan jika ternyata yang terjadi adalah yang kedua, maka ia telah menciptakan sosok monster yang membahayakan umat manusia…

04_17

Mengetahui ayahnya dan beberapa rekannya datang, Cyborg segera menutup kembali pintu tersebut dan mengatakan bahwa kotak tersebut — yang ia tidak tahu isinya — baik-baik aja dan Malware tidak berhasil menyentuhnya. Setelah lukanya pulih, ia merenungkan kembali isi voice note ayahnya. Sementara itu, si pengamat mengatakan bahwa ia sudah memahami seluruhnya tentang Cyborg, termasuk kemampuannya yang ada di level berbeda dengan robot / cyborg / dan sejenisnya yang ia amati selama ini. Ia yakin bahwa suatu saat Cyborg akan menjadi pemimpin revolusi mereka terhadap umat manusia yang sudah memperkerjakan robot bagai budak selama ini. Di penghujung panel, sosok si pengamat muncul, dengan badan ala cyborg dan wajah mirip dengan Silas. Yang lebih menarik lagi, tubuh cyborg si pengamat mirip dengan pasukan cyborg yang ditemui Green Lanterns Jessica dan Simon di ending Justice League #4


Saya cukup senang dengan cerita Cyborg: Rebirth #1 ini. Selain memulai cerita yang baru, John Semper tidak lupa untuk menyelipkan masa lalu keluarga Stone serta asal muasal Victor bertransformasi menjadi Cyborg. Porsi dan momennya pun pas, sehingga tidak mengganggu alur cerita utama. Harapan saya sih sama dengan di awal paragraf, semoga ceritanya bisa bertahan seperti ini dan tidak menjadi (sok) rumit di tengah jalan. Ingat dengan rencana memboyong Cyborg ke layar lebar loh DC, jangan sampai kita-kita nanti mundur duluan gara-gara komiknya mbulet, hehehe.

Tema artikel yang berhubungan: , ,  cerita cyborg.

Reply