Review Komik Cyborg #8 (2017)

Di cerita sebelumnya, Cyborg ternyata sudah mengantisipasi pengkhianatan Variant dan diam-diam mengupload aplikasi yang bisa mengontrol sistem Variant. Untuk membebaskan diri, ia pun mengaktifkan aplikasi tersebut dan menonaktifkan sistem Variant. Terrence Fisher yang mengetahuinya segera melumpuhkan mereka berdua dengan jaring stasis, lalu kabur meninggalkan markasnya. Dikhianati oleh Fisher membuat Variant memilih bekerjasama dengan Cyborg dan menangkap Fisher. Sayangnya, sekembali di S.T.A.R. Labs, pihak CIA menangkap Variant karena dianggap telah berubah menjadi senjata yang berbahaya. Silas Stone palsu sudah tentu mendukung hal tersebut dan bahkan berhasil merayu pihak CIA untuk meninggalkan tubuh Variant di sana. Malam harinya, ia pun menyerap teknologi dari sistem Variant ke sistemnya sendiri. Cyborg memergokinya, namun tidak bisa berbuat banyak karena ternyata Silas juga sudah diam-diam mengupload aplikasi kontrol ke sistem Cyborg, dan ia tidak membuang waktu untuk mematikan sistem di tubuh Cyborg dengan remote kontrol yang ia bawa. Apa yang akan terjadi selanjutnya di sinopsis komik Cyborg #8 berikut ini?

Sinopsis Komik *SPOILER*

“Kill Switch”! Cyborg has been deactivated! Now, Vic Stone must rely on help from the outside to break into S.T.A.R. Labs and switch the Justice Leaguer back on. But can Cyborg rely on a clever but luckless streetwise thief whose only claim to fame is an arrest record a mile long?

Story: John Semper, Jr.
Art: Tony Kordos & Will Conrad (Inks) / Paul Pelletier & Will Conrad (Pencils)
Color: Guy Major & Ivan Nunes
Letter: Rob Leigh
Judul Edisi: The Imitation of Life Part Eight: Kill Switch
Tanggal Rilis: 4 Januari 2017

Xenephon “Exxy” Clark sedang berlari dari kejaran polisi saat tanpa sengaja ia masuk ke sebuah gang buntu. Dua orang polisi yang mengejarnya, kesal karena sudah lima tahun belakangan tidak pernah bisa menangkapnya, memutuskan untuk memberinya sedikit ‘pelajaran’ terlebih dahulu sebelum membawanya ke kantor polisi. Di saat itulah Cyborg muncul dan mempertanyakan tindakan mereka. Salah seorang polisi tidak terima dan balik mengancam Cyborg. Dengan hasil scan sistemnya yang menunjukan bahwa polisi tersebut bukanlah polisi baik-baik, Cyborg dengan tenang membalas ancamannya.

Selagi perhatian kedua polisi tersebut teralihkan, Exxy menggunakan kesempatan tersebut untuk kabur. Kedua polisi pun tidak lagi mempedulikan Cyborg dan ikut pergi meninggalkan TKP untuk mencari keberadaan Exxy. Apes bagi Exxy, bukan hal sulit bagi Cyborg untuk menemukannya kembali. Dan tanpa disangka, Cyborg ternyata memang sedang mencari keberadaannya karena ia hendak meminta bantuan Exxy untuk membobol S.T.A.R. Labs.

Exxy sempat menolak meski diiming-imingi berbagai macam teknologi yang bisa ia peroleh di dalam sistem S.T.A.R. Labs. Namun ia tidak bisa lagi berkutik saat Cyborg mengancam akan kembali menyerahkannya ke pihak kepolisian apabila ia menolak melakukannya. Lagipula, ‘tugas’ tersebut menurut Cyborg hanyalah ujian awal dari tugas yang sebenarnya nanti.

Dengan menggunakan blueprint S.T.A.R. Labs yang diberikan Cyborg, Exxy berhasil masuk hingga ke dalam lubang ventilasi udara. Cyborg tiba-tiba muncul juga di sana, memberitahunya bahwa di dalam lubang tersebut terdapat sistem keamanan tersendiri berupa swarm-bots, yaitu segerombolan piranha cybernetic yang akan melahap siapa saja yang tidak berkepentingan di jalur ventilasi. Untungnya, Exxy membawa Electromagnetic Pulse Jammer, yang lantas ia gunakan untuk menon-aktif-kan piranha-piranha tersebut.

Berikutnya, Cyborg meminta Exxy untuk membuka sebuah pintu yang menuju ke Red Room. Exxy melakukannya dengan mudah. Tanpa disangka, di dalam ruangan tersebut terdapat tubuh Cyborg yang asli, sementara yang sedari tadi menemani Exxy hanyalah hologramnya. Hal tersebut merupakan protokol keamanan yang disiapkan sendiri oleh Cyborg apabila dirinya dalam keadaan bahaya seperti saat ini. Ia pun meminta Exxy untuk melakukan tugas utamanya, menghidupkan sistem dirinya yang sebelumnya dimatikan oleh Silas Stone palsu.

Setelah beberapa saat, lagi-lagi Exxy berhasil melakukannya. Dengan petugas keamanan yang sedang berusaha untuk masuk ke dalam Red Room, Cyborg mengajak Exxy untuk kabur dengan menggunakan boom tube. Namun entah kenapa, Cyborg tidak bisa lagi menggunakannya. Ia segera menyadari ada kemungkinan sistemnya telah diprogram ulang oleh seseorang. Sebuah hologram dari Silas palsu dalam ukuran besar tiba-tiba muncul dan meminta ‘anaknya’ untuk menyerahkan diri. Cyborg jelas menolaknya.

Di saat bersamaan, para petugas keamanan masuk dan hologram Silas palsu tidak membuang waktu untuk memerintahkan mereka menangkap Cyborg. Dengan membawa Exxy, Cyborg berusaha untuk kabur dari tempat tersebut. Setelah mengalahkan para petugas keamanan, Cyborg mampir ke ruangan tempat dimana source code dirinya tersimpan dan menghancurkannya, lalu berlanjut ke destinasi berikutnya, ruangan dimana tubuh Variant disimpan.

Silas palsu kembali muncul, kali ini dalam bentuk fisik. Sembari menyerang Cyborg, Silas palsu menghidupkan layar monitor yang mempertontonkan sosok Silas yang asli. Ia kemudian memberitahu Cyborg bahwa dirinya ada keterkaitan dengan Cyborg dan merupakan salah satu ciptaan Silas yang bernama OTAC. Silas asli langsung kaget begitu mendengar nama itu disebut.


Oke, sepertinya arc yang cukup panjang ini sudah hampir mendekati titik akhir *semoga* Cyborg yang bisa mentransfer dirinya dalam bentuk hologram yang bisa jalan pikiran sendiri lumayan mengagumkan juga. Tapi sayang artworknya terlihat agak aneh pada bagian wajah Cyborg… wajahnya terlihat cantik, euy! Gak jelek, cuman jadi aneh aja sih. Ngomong-ngomong OTAC apaan ya? Sudah coba bongkar-bongkap wiki DC, tapi sama sekali gak nemu info tentang OTAC. Mungkin teman-teman ada yang tahu?

Tema artikel yang berhubungan: , ,  review komik 8.

Reply