Review Komik Cyborg #7 (2016)

Di cerita sebelumnya, Cyborg dan Variant pergi menuju Iraq. Tanpa diduga, musuh yang diinformasikan berniat untuk menyerang Amerika, Terrence Fisher, sudah menunggu kedatangan mereka bersama pasukannya. Dan lebih tidak diduga lagi oleh Cyborg, Variant ternyata adalah tangan kanan Fisher. Dan berkat bantuan Variant, Fisher bisa melumpuhkan Cyborg dan kini menahannya. Apa yang akan terjadi selanjutnya di komik Cyborg #7 berikut ini?

Sinopsis Komik *SPOILER*

“BIONIC BETRAYAL!” Captured and at the mercy of a terrorist cell, Cyborg must escape to prevent a powerful traitor from within S.T.A.R. Labs from using top secret alien technology to invade the Pentagon and unleash a new world war by seizing control of the nation’s most powerful nuclear weapons.

Story: John Semper, Jr.
Art: Paul Pelletier (Pencils) / Tony Kordos (Inks)
Color: Guy Major
Letter: Rob Leigh
Judul Edisi: The Imitation of Life Part Seven: Bionic Betrayal
Tanggal Rilis: 21 Desember 2016

Fisher ingin agar Variant membunuh Cyborg, namun sebaliknya, Variant ingin membiarkan Cyborg tetap hidup agar ia bisa menyedot dan mengalihkan teknologi pada sistem operasi Cyborg ke dirinya. Meski tidak menyetujuinya, Fisher membiarkan Variant melakukan hal itu. Sepeninggal Fisher, Variant menceritakan siapa sosok Fisher sebenarnya dan mengapa mereka berdua pada akhirnya bisa bekerjasama. Bahkan dirinya yang terkena ledakan pun sudah termasuk dalam rencana mereka dimana Variant pada saat itu mau melakukannya karena dirinya sendiri sudah didiagnosa terkena kanker otak dan hanya punya sisa waktu hidup 6 bulan saja. Sedangkan tujuan utama dari aksi mereka adalah untuk mendapatkan mother box dan teknologi boom tube dari mother box tersebut.

Beberapa saat kemudian, dengan memanfaatkan energi Cyborg, Variant membuka boom tube dan menteleport pasukan Fisher ke tempat-tempat penyerangan yang sudah ditentukan. Tanpa disangka, pintu keluar boom tube tidak sesuai dengan yang diharapkan, melainkan justru berujung pada samudera pafisik.

Cyborg kemudian memberitahu mereka bahwa ia sudah mengatur hal itu agar terjadi. Tanpa disadari oleh Variant, pada saat mereka ‘berhubungan’ sebelumnya, diam-diam Cyborg meng-upload software untuk mengontrol sistem operasi Variant secara remote. Ia bahkan mampu menon-aktif-kan sistem Variant saat itu juga.

Fisher tiba-tiba melemparkan jala stasis pada keduanya. Hal tersebut tidak saja membuat Cyborg kesakitan, melainkan juga Variant. Sembari kabur dan mengaktifkan bom self-destruct di markasnya, Fisher menyatakan bahwa ia memang tidak peduli dengan Variant karena khawatir suatu saat nanti kemampuan Variant yang sekarang bakalan menghancurkannya. Cyborg memanfaatkan kondisi Variant yang down itu dan mengajaknya untuk bekerjasama menembus jala stasis tersebut. Ia lantas mengirimkan sebagian energinya pada Variant sehingga Variant punya cukup kekuatan untuk melepaskan diri dari jala. Keduanya pun lalu bekerjasama melawan prajurit Fisher yang masih tersisa dan pergi meninggalkan markas yang mulai meledak dan ambruk.

Keluar tepat waktu, keduanya melihat helikopter yang dikendarai Fisher terbang menjauh dari TKP. Tanpa membuang waktu, Variant menembakkan senjatanya dan menjatuhkan helikopter tersebut. Usai mengurusnya, mereka pun kembali ke S.T.A.R. Labs dengan menggunakan boom tube. Steve dan anak buahnya sudah menunggu dan berniat untuk menahan Variant, yang sudah dianggap sebagai senjata dalam kewenangan CIA. Cyborg dan Sarah menolak, tapi Silas (palsu) berada di pihak CIA. Tanpa ragu ia mematikan sistem Variant. Setelah membaringkan tubuh Variant di meja, Cyborg pergi meninggalkan mereka semua tanpa berkata apa-apa lagi.

Silas (palsu) berhasil meyakinkan CIA untuk membiarkan tubuh Variant berada di S.T.A.R. Labs. Melalui layar monitor, ia memberitahu Silas (asli) bahwa misinya sudah berhasil, walau sedikit melenceng dari target awalnya untuk mendapatkan Cyborg. Setelah mematikan jalur broadcast, Silas (palsu) menyerap semua energi dan teknologi dari Variant ke tubuhnya sendiri. Di saat bersamaan, Cyborg masuk dan melihatnya. Begitu menyadari bahwa selama ini yang ada di sana bukanlah ayahnya yang sesungguhnya, Cyborg berniat untuk menyerang Silas. Tapi apa daya, Silas ternyata juga sudah diam-diam memasukkan software ke dalam sistem Cyborg. Dan dengan remote kontrol yang ia miliki, Silas mematikan sistem operasi Cyborg. Cyborg pun ‘mati’.


Banyak twist dan surprise di edisi ini, membuat semangat untuk mengikuti serial komik ini terpompa kembali. Walau sempat mengejutkan di cliffhanger edisi sebelumnya, sikap Variant yang pada akhirnya lebih pro ke jalur putih sudah bisa ditebak. Benar-benar berharap di arc-arc selanjutnya ia bakal bahu membahu dengan Cyborg. Setidaknya bisa bakal bikin hubungan Cyborg dan Sarah tambah rumit lagi, hehehe.

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply