Review Komik Bloodlines #1 (2016)

Lanjut di review komik ke-empat untuk hari ini. Iya, mode turbo activated nih. Maklum, belum selesai kejar ketinggalan minggu lalu, udah ketambahan antrian komik lagi gegara awal minggu ini jalan-jalan ke Jogja buat napak tilas perjalanan Cinta dan Rangga di film Ada Apa Dengan Cinta? 2 😀 Catper menyusul, sekarang kita bahas komik miniseri terbaru dari DC Comics yang bertajuk Bloodlines ini dulu. Jadi alkisah, penerbit yang bulan Maret lalu sukses menghadirkan dua tokoh superhero mereka ke layar lebar dalam film Batman v Superman: Dawn of Justice ini memang belakangan keranjingan merilis komik miniseri. Wajar mengingat beberapa di antara mendapat respon positif di pasaran, seperti Poison Ivy: Cycle of Life and Death dan Superman: American Alien. Dan Bloodlines pun jadi andalan teranyar mereka.

Dari sekilas membaca edisi perdananya, satu yang membuat saya tertarik untuk me-review-nya ke Curcol.Co adalah gambarnya yang meski bukan peraih lima bintang namun nyaman untuk dinikmati frame demi framenya. Hasil membaca putaran kedua yang lebih detil tambah meyakinkan saya untuk me-review-nya — latar belakang tokoh utama yang merupakan seorang difabel. Sayangnya, elemen cerita lain terasa deja vu. Apakah itu? Simak sendiri deh di sinopsis komik lengkapnya di bawah ini. Selamat menikmati 🙂

Sinopsis Komik *SPOILER*

bloodlines1

“HOSTILE TAKEOVER”

When a meteor crashes to Earth, bringing with it an unspeakable alien presence that terrorizes a nearby small town, the lucky ones die first. As for the rest, they find themselves locked in a hellish struggle for control of their bodies and their minds. This isn’t just an invasion. It’s an infestation. What would you do if the greatest threat to humanity was hidden away inside you?

Award-winning writer J.T. Krul (Teen Titans, Green Arrow, Jirni) and superstar-in-the-making V. Ken Marion (All New Soulfire, Jirni) bring you their dark and horrifying science-fiction epic about tortured souls who are cursed to a fate worse than death…much worse.

Story: J.T. Krul
Art: V. Ken Marion (Pencils) / Sean Parsons (Inks)
Color: Andrew Dalhouse
Letter: Sal Cipriano
Judul Edisi: Hostile Takeover
Tanggal Rilis: 6 April 2016

Di suatu malam yang cerah, sebuah batu meteor tiba-tiba jatuh menghujam ke bumi. Seekor rusa yang kebetulan berada di lokasi jatuhnya meteor tanpa sengaja terkena asap atau energi dari ledakan batu meteor tersebut dan secara mengejutkan berubah menjadi semacam monster rusa.

Cerita beralih ke tokoh utama Bloodlines, seorang remaja bernama Eddie yang merupakan penderita difabel (kedua kakinya lumpuh). Dalam perjalanannya ke sekolah, ia bertemu dengan Graham yang menawarkan tumpangan dengan mobilnya. Graham sendiri termasuk sosok yang populer di sekolah, sementara Eddie, meski sudah terbiasa untuk mandiri, sebenarnya merasa minder dengan kondisi fisiknya saat ini.

Cerita kemudian melompat ke perkenalan singkat terhadap beberapa karakter yang kemungkinan juga bakalan jadi tokoh utama Bloodlines. Ada Albert, teman sekelas Eddie yang memiliki kecerdasan super; Dana, siswa kelas tiga yang eksis di sosmed; Haley, seorang gadis yang bekerja sebagai montir; serta Blake, yang sepertinya (pernah) punya hubungan asmara dengan Haley.

60_11

Kembali ke Eddie, di malam harinya, ia menghadiri sebuah pesta di Pine Ridge. Kembali lagi karena merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiri, ia memilih untuk melipir ke tempat sunyi dan duduk merenung sendiri bersama dengan sebotol bir di tangan. Di sudut lain, tiba-tiba monster rusa muncul dan menyerang sepasang remaja yang sedang asik berpacaran. Tidak puas dengan itu, si rusa pun terus merangsek menyerbu remaja-remaja lain yang berusaha pergi meninggalkan TKP.

Graham yang melihat hal itu segera berusaha untuk menolong Eddie kabur. Sayangnya, usahanya gagal. Eddie memang selamat, tapi sebagai gantinya, si monster rusa sukses menghantamkan kuku tajamnya ke tubuh Graham. Geram mengetahui kejadian tersebut, tanpa disadari membuat tubuh Eddie berubah membesar seperti Hulk. Hulk versi biru lebih tepatnya. Meski sedikit kaget, Eddie tidak membuang waktu lagi dan bergegas menyerang monster rusa. Pertarungan tidak berlangsung lama dan Eddie si hulk biru dinobatkan sebagai pemenang.

60_15

Usai mengalahkan monster, Eddie mendatangi Graham yang masih sempat terkagum-kagum melihat perubahan yang dialami Eddie sebelum akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir. Tubuh Eddie pun berangsur kembali normal seiring dengan tangisannya yang mengiringi kepergian Graham.


Paham dengan pernyataan saya sebelumnya di paragraf kedua? Ya, kekuatan super Eddie (pasaran banget namanya) berasal dari energi meteor yang jatuh ke bumi. Semacam deja vu dengan meteor berbahan kryptonite yang jatuh ke bumi di jagat Superman. Untungnya, sudah ada twist menarik di Bloodlines #1 dengan meninggalnya Graham, BFF Eddie. Patut disimak kelanjutan kisahnya, terlebih jika yang terimplikasikan di covernya sesuai, bahwa akan ada beberapa orang lagi yang memiliki kekuatan meteor selain Eddie.

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply