Review Komik Batman Beyond #4 (2015)

Pasca meninggalnya Terry McGinnis di Future End, Tim Drake menggantikan posisinya sebagai Batman Beyond dan kembali ke masa depan, atau tepatnya ke masa 30 tahun mendatang. Brother Eye yang ia sangka sudah berhasil ia hancurkan ternyata masih saja eksis dan kini berhasil menemukan lokasi New Gotham City yang selama ini berhasil disembunyikan dari radar mereka. Dengan serbuan para pasukan cyborg dari Brother Eye serta cyborg Justice League, dapatkah Batman, Barbara Gordon, dan Micron (Ray Palmer) mengalahkan mereka? Simak kelanjutan kisahnya di review dan sinopsis berspoiler komik Batman Beyond #4 berikut ini.

Sinopsis Komik

batmanbeyond_4

Everyone knew he wasn’t good enough to be Batman, and now Tim’s mistake has put humanity at risk. But when all seems lost, an old friend takes him back where it all started. Will a gift from the past give Tim what he needs to save the future?

JUDUL EDISI: Brave New Worlds Part Four
WRITER: Dan Jurgens
ART/COLOR: Bernard Chang / Marcelo Maiolo
TANGGAL RILIS: 2 September 2015

Pasukan Brother Eye mulai menyerbu New Gotham. Tidak hanya itu, komplotan Jokerz juga membantu Eye dengan harapan ikut dikonvert sebagai pasukan cyborg Brother Eye. Bersama dengan Micron dan Barbara Gordon, Tim berusaha untuk menghadang mereka. Muncul pula Inque yang turut membantu mereka.

Ngomong-ngomong soal Inque, di edisi ini mulai terbuka alasan Brother Eye menahan Deanna, anak perempuan Inque. Tujuannya adalah untuk membantunya menghancurkan New Gotham dengan kemampuan hacking yang dimilikinya. Brother Eye berusaha mengadu domba Deanna dengan ibunya, namun Deanna masih tetap percaya pada Inque.

2_11

Gelombang pertama serangan Brother Eye benar-benar masif. Ditambah lagi, mereka hanya butuh waktu beberapa detik untuk mengkonvert manusia menjadi cyborg. Dengan demikian, bukannya berkurang, semakin lama jumlah pasukan mereka semakin bertambah. Belum lagi dengan cyborg Justice League yang sedang bersiap untuk ikut menyerbu di gelombang kedua.

Saat Batman dalam keadaan terdesak (dan harus menghancurkan AI Alfred demi mencegah Brother Eye melacak lokasinya), Barbara datang dengan menaiki pesawat (Bat Plane, kah?) dan menyelamatkannya. Ia mengajak Tim ikut dengannya karena ia punya ide untuk bisa mengalahkan pasukan Brother Eye. Ternyata destinasi Barbara adalah batcave yang telah banyak berubah kondisinya.

2_18

Dengan kostum Batman Beyond yang sudah mencapai batasnya, Tim menanyakan apakah ada kostum versi lain untuknya. Barbara menjelaskan bahwa yang ia gunakan adalah versi 5.0 dan yang saat ini tersedia adalah versi 1.0. Dan kostum versi 1.0 itu adalah…. *jreng* *jreng* kostum robo bat suit yang digunakan Jim Gordon!!!


Kelakuan supervilain Joker memang kadang sukar dinalar, tapi komplotan Jokerz di edisi ini lebih parah lagi otaknya. Kok ya bisa-bisanya mereka malah request untuk dikonvert jadi cyborg. Heran. Melihat adegan yang disajikan sekilas saat ini, Deanna sepertinya bakal punya peran penting dalam perang melawan Brother Eye. Kalau boleh tebak-tebakan sih, kayaknya Inque bakal mati di 1-2 edisi ke depan. Yang terakhir, robot batman? Oke, ini jelas element of surprise yang super. Siapa yang nyangka, dengan banyaknya fans Batman yang membencinya, Jurgens justru menghadirkan memori robobat di seri komik ini. Yah setidaknya bikin tambah penasaran untuk ditunggu kelanjutannya. Apalagi, dalam beberapa edisi lagi bakal tamat kok arc tentang Brother Eye (yang berkaitan dengan arc Future End) ini. Layak dinanti cerita ke depannya seperti apa.

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply