Review Komik Batman Annual #1 (2016)

Berbeda dengan edisi annual Superman, komik Batman Annual #1 tahun ini terdiri dari 5 cerita pendek yang semuanya mengambil setting natal dan salju. Yang menarik, ada juga satu cerita yang merupakan prolog dari salah satu arc yang bakal disajikan di tahun 2017 mendatang. Untuk artikel review komik kali ini saya tidak akan bahas detil sinopsisnya masing-masing, melainkan cerita sekilasnya saja (preview / rekap). Langsung deh disimak.

Sinopsis Komik *SPOILER*

batman_annual_1

“SILENT NIGHT”! A hush of winter snowfall has fallen over Gotham City…but a quiet night in this place is never truly quiet. Batman and his allies—and his many foes—stalk the streets in this icy showcase of top talent.

Story: Scott Bryan Wilson, Steve Orlando, Paul Dini, Scott Snyder, Tom King
Arts: Bilquis Evely, David Finch, Declan Shalvey, Neal Adams, Riley Rossmo, David Finch
Tanggal Rilis: 30 November 2016

Good Boy

Cerita ini mengisahkan asal usul Ace, the Bat-Hound, anjing milik Batman. Ditemukan di sebuah lubang dengan 3 ekor anjing lain yang sudah menjadi mayat, Alfred kemudian mengadopsi anjing tersebut dan melatihnya hingga menjadi jinak tanpa sepengetahuan Bruce Wayne / Batman. Tepat di malam natal ia memberikannya pada Bruce sebagai kado natal, namun Bruce tidak menyadarinya, sehingga diam-diam Alfred mencibir kemampuan Batman sebagai “World’s Greatest Detective” 🙂

Silent Night

Seperti malam-malam biasanya, malam natal bukan waktu beristirahat bagi Batman. Ia sedang sibuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain membasmi kejahatan yang ada saat tiba di suatu tempat dimana ada sekumpulan orang melakukan aksi akrobatik dengan indahnya untuk menghibur orang-orang yang kebetulan berada di sana. Seolah kebetulan, selama pertunjukan tersebut berlangsung, sama sekali tidak laporan kejahatan dari polisi maupun Alfred sehingga Batman turut menikmatinya dari kejauhan. Dan lagi-lagi seolah kebetulan, tepat di saat pertunjukan usai, panggilan tugas Batman yang berikutnya tiba.

The Silent Night of The Harley Quinn

Harley Quinn sedang sibuk berbuat onar saat Batman tiba-tiba menangkapnya dan membawanya ke mobil. Ia memberinya dua pilihan: Arkham atau batas kota. Harley Quinn menolak karena kalau pun dibawa pergi, ia ingin menuju Coney Island, tempat dimana teman-temannya berada. Namun karena tidak kuasa melawan Batman, ia pun menurutinya dan mengajak Batman bernyanyi sepanjang perjalanan. Tentu saja Batman menolak. Dalam perjalanan Batman sempat memperhatikan beberapa aksi kejahatan, yang untungnya dapat terselesaikan tanpa bantuannya. Di satu tempat Batman meminta Harley Quinn untuk turun. Sempat mengomel, Harley Quinn akhirnya menyadari bahwa Batman menurunkannya di Coney Island.

Stag

Seorang milyuner bernama Barry O’Neill membagi-bagikan kekayaannya di malam natal. Tiba-tiba Minister Blizzard menyerangnya. Untunglah, Batman kebetulan juga berada di tempat tersebut dan dapat dengan mudah melumpuhkan Blizzard. O’Neill mengaku Blizzard sudah mengancamnya sebelumnya, namun ia sengaja tidak memberitahu polisi karena tidak ingin merusak malam natal tersebut. Apes bagi O’Neill, setibanya di rumah, seseorang sudah menunggunya dan tanpa basa-basi membunuhnya.

Cerita “Stag” ini akan berlanjut di tahun 2017.

The Insecurity Diversion

Christmas Eve di Arkham. Seorang psikologis yang juga tahanan di sana, Haunter (Delia Pflaum), mengadakan pesta liburan. Sepanjang pesta, ia memberikan hadiah-hadiah kecil pada tahanan yang lain. Itu semua ternyata hanyalah pengalihan suasana agar ia bisa meloloskan diri dari Arkham. Secara ia adalah kawan Scarecrow, Haunter menuju ke tempat kawannya itu selepas dari penjara. Batman yang mengetahuinya menyusul ke sana. Meski Haunter sudah memperkirakannya dan membuat strategi untuk mengalahkan Batman, namun Batman selangkah di depan dan membalikkan keadaan. Keduanya pun kembali tertangkap.


Meski terdiri dari 5 cerita pendek, ada satu benang merah yang menghubungkan itu semua. Kita dibawa untuk menyelami kehidupan Bruce Wayne sebagai Batman dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Favorit saya pribadi adalah cerita pertama, yang menggambarkan betapa pentingnya peran Alfred bagi Batman, yang terkadang malah tidak disadari oleh Batman karena ia sibuk ‘menyelamatkan’ kota Gotham. Pas loh dengan tema seri Detective Comics saat ini, yang menyoroti ‘keegoisan’ Batman yang lebih mementingkan ‘menyelamatkan’ kota Gotham ketimbang memperhatikan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply