Review Komik Batman #5 (2016)

Di cerita sebelumnya, Gotham dan Gotham Girl terkena pengaruh dari Psycho-Pirate, dimana Gotham tersulut emosinya, sedang Gotham Girl sebaliknya, ia selalu merasa ketakutan. Setelah salah satu dari prajurit Task Force X membunuh kedua orang tuanya, kemarahan Gotham menjadi tidak terkendali. Setelah membunuhnya, ia pun berniat untuk menghancurkan kota Gotham, yang menurutnya sudah tidak mungkin untuk diselamatkan lagi. Apa yang bakal terjadi selanjutnya? Berhasilkah Batman mencegah Gotham? Bagaimana pula nasib Gotham Girl? Simak kelanjutan ceritanya di sinopsis komik Batman #5 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

batman_5

“I Am Gotham” part five. In the final chapter of this epic, is Batman truly the hero Gotham City deserves—or does it deserve better? In this ultimate showdown, where the line between allies and enemies blurs, the question will finally be answered…and the fate of Gotham will be decided.

Story: Tom King
Art: Sandra Hope, David Finch, Scott Hanna, Matt Banning (Inks) / David Finch (Pencils)
Color: Jordie Bellaire
Letter: John Workman
Judul Edisi: I Am Gotham Part Five
Tanggal Rilis: 17 Agustus 2016

Karena tidak memungkinkan untuk mengejar Gotham yang punya kemampuan terbang, Batman memerintahkan Alfred untuk menyamar menjadi dirinya dan menggunakan BatMobile untuk menghantam Gotham, mengulur waktu hingga Batman tiba di TKP. Untunglah Batman datang sebelum Gotham sempat menyerang Alfred, sehingga ia pun dapat menyelamatkan diri. Mengetahui Gotham punya kekuatan sekelas Superman, Batman pun tidak sungkan dalam menggunakan berbagai cara. Mulai dari meledakkan BatMobile di belakang Gotham, hingga menjatuhkan BatPlane tepat ke tubuh Gotham. Berhasil? Tentu tidak, namanya juga sekelas Superman. Oleh karena itu, Batman meminta Alfred untuk menggunakan cara terakhir, yang dilakukan Alfred dengan sedikit ragu.

Sementara itu, Duke Thomas dan Gotham Girl menyaksikan aksi pertarungan keduanya melalui layar monitor yang ada di BatCave. Batman ternyata sempat menginformasikan pada Duke bahwa dari hasil pengamatannya, kekuatan Gotham (dan Gotham Girl) bisa beradaptasi sesuai dengan apa yang harus mereka hadapi. Oleh sebab itu, ia meminta Duke untuk mencari tahu rahasia kekuatan tersebut dari Gotham Girl, termasuk bagaimana cara untuk mengalahkan Gotham.

02_08

Duke coba menguatkan Gotham Girl yang galau melihat perubahan yang terjadi pada kakaknya. Sementara itu, cara terakhir yang dilakukan oleh Batman ternyata adalah memanggil anggota Justice League lainnya untuk menolongnya. Mulai dari Superman, Cyborg, Aquaman, The Flash, Wonder Woman, hingga Green Lantern(s). Tapi kekuatan Gotham ternyata di luar perkiraan karena seorang diri ia bisa mengalahkan mereka semua.

02_14

Untungnya, Gotham Girl akhirnya menceritakan mengenai kekuatan mereka, bahwa kekuatan tersebut mereka ‘beli’ dan dibayar dengan ‘hidup mereka’. Artinya, semakin besar kekuatan yang mereka keluarkan, maka umur mereka pun semakin berkurang.

The worst part is, we can always choose. We can be ordinary for a few decades. Superman for a few years. Or a God for a few hours.

Mendengar hal tersebut, Batman lantas membuat fokus Gotham beralih kepadanya. Ia mengatakan bahwa semua yang terjadi pada Gotham adalah akibat dirinya. Dan Gotham pun percaya itu. Ia tidak lagi berniat untuk menghancurkan kota, melainkan fokus untuk membunuh Batman. Tepat di saat genting, Gotham Girl datang dan membawa Gotham pergi. Keduanya pun bertarung hingga akhirnya Gotham kehabisan kekuatannya dan mati.


Ending yang sepertinya sudah bisa ditebak, walau menyisakan misteri mengenai “kekuatan instan” yang bisa dibeli dan dipasangkan ke seseorang dengan mudah. Pembukaan dengan munculnya Batman versi Alfred menyajikan sensasi humor tersendiri, terutama ketika Alfred mengatakan “I Am Batman” padahal jelas-jelas penampilan fisiknya beda jauh dengan Batman. Sekarang tinggal menunggu aksi Gotham Girl, yang bakal mendapat porsi tersendiri di Batman edisi sebelumnya.

Tema artikel yang berhubungan: , ,  kekuatan gotham girl.

Reply