Review Komik Batman #25 (2017)

Di edisi sebelumnya, terdapat dua cerita yang bersumber pada ‘pengambilan keputusan’. Yang pertama ada Gotham Girl, yang setelah sembuh dari rasa takutnya akibat hipnotis Psycho-Pirate, kini memutuskan untuk tetap menjadi superhero dengan segala resikonya. Batman sudah membuat rencana tersendiri bagi Gotham Girl dengan mengirimnya ke Eropa untuk berlatih dengan seseorang yang ia percaya di sana, agar nantinya Gotham Girl bisa seminimal mungkin menggunakan kekuatan supernya dan menghemat ‘nyawanya’. Di cerita kedua, tanpa diduga, Batman memutuskan untuk melamar Selina Kyle a.k.a Cat Woman karena merasa membutuhkan keberadaan Selina di sampingnya sejak pertama kali bertemu dengannya. Sayangnya, kelanjutan ceritanya, termasuk respon dari Selina, belum bisa kita ketahui sekarang, karena untuk beberapa edisi ke depan, hadir arc baru berjudul “The War of Jokes and Riddles”. Seperti apa? Simak sinopsis komik Batman #25 berikut ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER

“The War of Jokes and Riddles” part one! Don’t miss this extra-sized anniversary issue! In his own words, Bruce Wayne narrates a harrowing, never-before-told story of the Dark Knight’s greatest failure…and the horrors it unleashed! In the spirit of YEAR ONE and THE LONG HALLOWEEN, prepare to see a side of Batman you’ve never seen before—get in on the ground floor of a classic Batman epic in the making!

Story: Tom King
Art: Mikel Janin
Color: June Chung
Letter: Clayton Cowles
Judul Edisi: The War of Jokes and Riddles Part One
Tanggal Rilis: 21 Juni 2017

Seseorang berdiri di panggung melakukan stand-up comedy. Satu-satunya pendengarnya, yang berada di balik kegelapan, memotong aksinya di tengah jalan karena menganggapnya kurang lucu dan tanpa basa-basi menembaknya hingga mati. Seseorang lainnya kemudian muncul, menyeret tubuh orang yang sebelumnya ke depan panggung dimana sudah terdapat tumpukan banyak mayat di sana, dan mulai melakukan stand-up comedy kembali.

Seorang detektif polisi menginterogasi The Riddler (Edward Nigma) dan memintanya memecahkan misteri persembunyian Joker. Alih-alih memberitahunya, The Riddler justru membunuh si detektif dengan membabi-buta, menusuknya dengan pecahan kaca di sekujur tubuhnya sebanyak 26 kali, sesuai dengan jumlah huruf alfabet.

Komisaris Gordon dan GCPD mengepung sebuah bangunan yang ditengarai sebagai tempat persembunyian Joker. Tanpa diduga, saat mereka hendak menyerbu masuk, bangunan tersebut meledak dan melukai sebagian anggota GCPD. Di tengah-tengah keributan, Joker menyelinap keluar dan masih sempat membunuh seorang anggota GCPD dan warga sipil yang melihatnya sebelum akhirnya melenggang dengan santai.

The Riddler dikepung oleh beberapa orang polisi. Dengan santai, The Riddler yang selama ini sempat bercakap-cakap dengan hampir semua penjaga penjara, termasuk orang-orang yang ada di hadapannya, menyebutkan satu persatu nama orang yang mereka cintai. Entah apa yang terjadi, aksinya tersebut membuat para anggota polisi menurunkan senjatanya, bahkan membukakan pintu penjara baginya.

Joker tiba di sebuah bangunan, diikuti oleh The Riddler beberapa langkah di belakangnya. Tak lama, The Riddler pun sampai di lantai tempat persembunyian Joker. Bagian ini tidak akan saya ceritakan detilnya, karena dialog di antara keduanya, mostly yang diucapkan oleh The Riddler, cukup menarik untuk diikuti. Pada intinya, The Riddler tidak akan bisa hidup tenang dengan adanya Joker, dan begitu pula sebaliknya. Sehingga, untuk bisa mengalahkan musuh bersama mereka berdua, alias Batman, The Riddler menawarkan perperangan di antara keduanya, sembari mencari celah untuk membunuh Batman di saat ia berusaha untuk menghentikan atau menyelamatkan mereka.

Tanpa diduga, Joker merespon dengan mengeluarkan pistolnya dan menembak perut The Riddler. Sepeninggal Joker, Batman tiba di TKP. The Riddler memberitahunya bahwa Joker telah mengambil bom miliknya. Melihat kondisi The Riddler yang bersimbah darah, Batman mengira ia tidak akan selamat. Ia pun memilih untuk meninggalkan The Riddler dan mengejar Joker. Yang tidak ia sadari, semua itu hanyalah akting dari The Riddler, untuk lolos dari tangkapan Batman.

Di tempat tidur, dengan Selina Kyle (Cat Woman) di sampingnya, Bruce Wayne (Batman) memberitahunya bahwa peristiwa antara Joker dan The Riddler tersebut kemudian berujung pada pertempuran besar-besaran di kota Gotham yang melibatkan banyak pihak, terutama para supervillain. Bruce menambahkan bahwa ia menceritakan kejadian tersebut sekarang pada Selina agar ia tahu, apa yang sudah terpaksa dilakukan olehnya pada masa perang antara Joker dan The Riddler.


Sebelum berangkat mudik dan membaca komik ini sekilas, saya pikir ceritanya biasa-biasa saja. Tapi setelah membacanya kembali, ternyata cukup menarik untuk diikuti. Apalagi dialog-dialog Joker dan The Riddler yang kalau dibaca dengan seksama terkesan cerdas dan tidak murahan. Dengan frame-frame gambar pada halaman terakhir, sepertinya sudah jelas jika perang di antara Joker dan The Riddler ini terjadi di masa lampau. Namun yang lebih menarik, dengan Bruce dan Selina yang sama-sama berada di tempat tidur, mungkinkah Selina sudah memutuskan untuk menerima lamaran Bruce? Atau jangan-jangan malah akan berubah pikiran usai Bruce menceritakan semuanya tentang The Riddler dan Joker?

Saya pribadi berharap hubungan Batman dan Cat Woman bakal berlanjung ke jenjang pernikahan. Aksi solo Batman sudah terlalu membosankan. Secara logika, DC Comics juga semestinya sudah belajar dari kasus karakter Superman, yang popularitasnya kini meningkat drastis di era Rebirth pasca memasukkan elemen keluarga ke dalam cerita-ceritanya.

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply