Review Komik Batman #24 (2017)

Di cerita sebelumnya, kita dibawa untuk mengikuti aksi Batman sebagai detektif yang sudah mulai jarang terlihat. Bersama Swamp Thing, ia menyelidiki kasus terbunuhnya ayah Swamp Thing. Namun Swamp Thing yang kemudian lepas kendali dan membunuh tersangka pembunuh ayahnya membuat Batman marah dan kecewa berat dengannya. Cerita di komik Batman edisi kali ini sendiri bukanlah kelanjutan dari hubungan Batman dan Swamp Thing, melainkan antara Batman dengan Catwoman alias Selina Kyle. Penasaran? Yuk simak jalan cerita selengkapnya di sinopsis komik Batman #24 berikut ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER

“Aftermath”! Gotham City is at peace…but a war is coming. Armed with the terrifying knowledge gained from the mysterious button, Batman prepares for the coming storm by making a proposition to one of his enemies—one that will change everything for the Dark Knight and his allies!

Story: Tom King
Art: David Finch (Pencils) / Danny Miki (Inks) / Clay Mann & Sett Mann (Pencils + Inks)
Color: Jordie Bellaire
Letter: Deron Bennett
Judul Edisi: Every Epilogue Is A Prelude
Tanggal Rilis: 7 Juni 2017

Gotham Girl (Claire) sepertinya sudah pulih dari rasa takutnya yang disebabkan oleh hipnotis Psycho-Pirate. Bersama Batman, ia kini menjelajah angkasa kota Gotham sembari mempertanyakan masa depannya. Apakah ia harus tetap menjadi seorang superhero dengan resiko kehilangan nyawanya (ingat, semakin sering Gotham Girl menggunakan kekuatannya, sisa hidupnya akan semakin berkurang) atau kembali menjadi manusia biasa.

Alih-alih memberitahu apa yang harus dilakukan oleh Gotham Girl, Batman mengingatkannya bahwa ia menjadi Batman karena ia adalah Batman. Ia tidak peduli apa yang dikatakan oleh orang lain dan ia tidak akan pernah bisa berhenti menjadi Batman. Namun di balik semua itu, meski ia tidak menyukai menjadi Batman, ia pernah mencoba untuk menjadi bahagia, dan gagal.

Pada akhirnya, Gotham Girl memutuskan untuk tetap menjadi superhero. Batman kemudian memintanya untuk berlatih terlebih dahulu di Eropa dengan seseorang yang sudah ia tentukan di sana, agar supaya Gotham Girl bisa bertarung tanpa menggunakan kekuatan supernya. Dengan begitu, nyawanya tidak akan lagi terancam.

Beberapa waktu kemudian, Batman bertemu dengan Catwoman (Selina Kyle) di rooftop sebuah gedung. Tanpa disangka oleh Catwoman, Batman tiba-tiba mengaku bahwa ia membutuhkan Catwoman sejak pertama kali mereka bertemu. Tidak itu saja, Batman lantas berlutut dan melamarnya.


Banyak reviewer yang menyatakan kecewa dengan edisi ini karena Batman ujug-ujug melamar Catwoman. Sayangnya, mungkin karena sedikit emosional melihat surprise tersebut, mereka lupa kalau hubungan Batman dan Catwoman sudah cukup berkembang di era Rebirth ini. Mulai dari surat di antara mereka yang dinarasikan saat arc “I Am Suicide” hingga hubungan intim keduanya di rooftop. Tanpa adanya hubungan intim tersebut pun bagi saya pribadi tetap terlihat bahwa Batman punya perasaan spesial terhadap Selina Kyle. Dan bagi saya pribadi, perkembangan cerita ini sangat saya apresiasi karena kehidupan Batman / Bruce Wayne yang sedari awal selalu menyendiri dan begitu-begitu aja cukup membosankan. Mungkin pihak DC, dan Tom King, berkaca pada kesuksesan karakter Superman era Rebirth, yang diakui atau tidak, salah satunya adalah karena kehadiran Lois dan Jon sebagai keluarganya.

Ngomong-ngomong, kira-kira siapa ya orang yang dimaksud Batman yang bakal melatih Gotham Girl di Eropa?

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply