Review Komik Batman #23 (2017)

Cerita arc “The Brave and The Mold” kali ini merupakan kelanjutan dari kisah Batman pasca pertarungan melawan Bane di Batman #20 lalu. Bagi yang penasaran dengan bagian akhir arc “The Button”, ceritanya ada di komik The Flash #22, ya. Di edisi ini, Batman bertemu dengan Swamp Thing. Ada kejadian apa? Adakah hubungan Swamp Thing dengan Bane atau malah dengan kasus pin Comedian? Simak jawabannya di sinopsis komik Batman #23 berikut ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER

“AFTERMATH”! In the wake of Bane’s attack, Batman must face the destruction left behind and follow through on his promises to Gotham Girl and Catwoman by making the most crushing sacrifices yet.

Story: Tom King
Art: Mitch Gerads
Color: Mitch Gerads
Letter: Clayton Cowles
Judul Edisi: The Brave and The Mold
Tanggal Rilis: 17 Mei 2017

Batman dan Jim Gordon sedang menyelidiki TKP pembunuhan terhadap seorang pria berumur 68 tahun yang bernama Lloyd Bernard McGinn di sebuah apartemen yang berada di lantai 84. Pelaku diidentifikasi masuk melalui jendela. Tiba-tiba Swamp Thing muncul dan menyatakan bahwa pria tersebut adalah ayahnya.

Berpindah ke Wayne Manor, Bruce Wayne menanyakan tentang sosok Lloyd Bernard pada Swamp Thing. Dengan tenang Swamp Thing menceritakan masa lalunya. Ia menambahkan bahwa kehadirannya adalah karena rasa penasaran apa yang sebenarnya terjadi pada ayahnya, terlebih mengingat si pembunuh menembak kepala ayahnya dua kali, padahal seharusnya cukup hanya sekali saja.

Penyelidikan Batman berlanjut. Dari Kite Man, ia mendapat info bahwa ada orang yang telah membeli ‘layang-layang’ miliknya. Serangkaian investigasi susulan membawa Batman (dan Swamp Thing) ke Gotham Museum of Art dimana mereka mendapati sosok si pembunuh. Selesai mendengar penjelasan darinya, tanpa basa-basi Swamp Thing membunuhnya, tanpa bisa dicegah oleh Batman.

Dengan kesal Batman mengkonfrontir ulah Swamp Thing yang dinilai berbeda dengan apa yang ia nyatakan saat berada di mansion. Alih-alih menjawabnya, Swamp Thing terus saja mengatakan sesuatu tentang dirinya sendiri, dan pada akhirnya menghilang dari hadapan Batman.


Sudah lama kita tidak melihat Batman beraksi sebagai detektif. Tapi jujur saja, belum apa-apa saya sudah langsung ilfil melihat kehadiran kembali Kite Man. Kenapa? Karena eksistensinya gak jelas banget. Dari yang awalnya berkeliaran, tiba-tiba bisa berada di Arkham Asylum. Setelah itu ada di luar lagi, eh tahu-tahu juga sudah balik di dalam Arkham Asylum. Nah sekarang, dia nongol lagi sambil melayang free as a bird. Entah ada hubungan apa Tom King dengan Kite Man sampai-sampai cinta mati seperti ini.

Kekesalan Batman terhadap Swamp Thing juga bagi saya agak aneh. Tidak biasanya Batman gampang percaya dengan orang lain. Di sini, ia membawa serta Swamp Thing menemui orang yang telah membunuh ayah kandungnya. Jelas, siapa pun itu, pasti yang pertama terlintas di benaknya adalah membalas dendam. Toh Batman sendiri juga pernah melalui fase yang sama. Kemungkinan besar Batman terpengaruh oleh kata-kata ‘manis’ Swamp Thing tentang filosofi hidup dan mati versinya. Tapi entahlah.

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply