Review Komik Batman #12 (2016)

Di cerita sebelumnya, rencana Batman terlihat berjalan lancar… hingga akhirnya tanpa diduga CatWoman berkhianat dan membeberkan semua rencana Batman tepat di hadapan Bane. Ia bahkan dengan dingin membunuh ‘rekan-rekannya’: Jewlee, Punchee, dan juga Bronze Tiger; tanpa sempat dicegah oleh Batman. Dengan menawarkan cara untuk mengalahkan Batman asal diberi imbalan identitas dan hidup yang baru, CatWoman berpindah ke pihak Bane. Apa yang akan terjadi selanjutnya di sinopsis komik Batman #12 berikut ini?

Sinopsis Komik *SPOILER*

“I AM SUICIDE” part four! As Bane decimates Batman’s team, the Dark Knight must decide how far he’s willing to go—and who he’s willing to sacrifice—for those he left in Gotham City.

Story: Tom King
Art: Mikel Janin (Pencils) / Mikel Janin, Hugo Petrus (Inks)
Color: June Chung
Letter: Clayton Cowles
Judul Edisi: I Am Suicide Part Four
Tanggal Rilis: 7 Desember 2016

Dengan rencananya yang sudah terbongkar, Batman harus menghadapi pasukan Bane yang mulai mencari keberadaannya dan menyerangnya. Satu demi satu berhasil ia kalahkan, hingga akhirnya ia tiba di hadapan Bane, CatWoman, dan juga Psycho-Pirate.

Sepanjang perjalanan, terdapat narasi yang merupakan surat yang ditulis oleh Batman pada CatWoman. Ya, ini adalah balasan dari surat CatWoman yang dinarasikan di edisi sebelumnya. Dalam narasi ini, Batman menceritakan bahwa dirinya dan Selina Kyle (CatWoman) tidaklah jauh berbeda. Batman terpaksa menahan CatWoman di Arkham karena baginya CatWoman berbohong saat menceritakan tentang pembunuhan 237 orang yang ia lakukan (tidak jelas bagian mana yang dianggap bohong oleh Batman) dan Batman belum bisa mencari kebenarannya. Namun ia berjanji bahwa suatu saat ia akan ‘membebaskan’ Selina Kyle.


Baru kali ini baca komik yang seperti ini. Satu edisi full double-page aksi pertarungan (kecuali halaman awal dan akhir). Ini seolah membayar hutang beberapa edisi Batman sebelumnya yang minim atau bahkan tanpa aksi pertarungan sama sekali. Seandainya itu saja mungkin tidak akan menarik hasilnya. Tapi narasi yang mengiringi sukses menyajikan sesuatu yang berbeda dalam sosok karakter Batman, sesuatu yang makin menegaskan bahwa kalimat ‘I Am Batman’ yang biasa ia ucapkan bukanlah omong kosong — Ia adalah Batman karena TIDAK ADA seorang pun yang memiliki karakter sama seperti dirinya.

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply