Review Komik Animosity #1-#4 (2016)

Gak sengaja nemu komik ini dan ceritanya lumayan keren. Tentang binatang yang tanpa ada angin dan hujan tiba-tiba bisa bicara dan punya akal serta pikiran layaknya manusia. Akibatnya, mereka jadi memberontak terhadap para manusia yang selama ini kebanyakan sudah memperlakukan mereka secara semena-mena. Yah, mirip-mirip ceritanya Rise of the Planet of the Apes. Tapi berhubung sekarang sudah sampai edisi #4, langsung direkap aja yah sinopsisnya semua, males kalo harus satu persatu, hehehe. Selamat menikmati!

Sinopsis Komik *SPOILER*

One day, the Animals woke up.
They started thinking.
They started talking.
They started taking revenge.

Now, a dog and his girl are trying to get away–out of New York City, and all the way to San Francisco, to the only person who might be able to protect and save her.

From the writer of INSEXTS, A-FORCE, and BOMBSHELLS and the artist of SUPERZERO, comes a new kind of road trip, a new kind of black comedy, and a new kind of coming-of-age.

Story: Marguerite Bennett
Art: Rafael de Latorre
Color: Rob Schwager
Letter: Marshall Dillon

Sinopsis Animosity #1

Tanggal Rilis: Agustus 2016

Suatu hari, tanpa ada penyebabnya, binatang tiba-tiba bisa berbicara. Tidak hanya itu, mereka juga menjadi punya akal pikiran dan mulai bertindak agresif. Ada yang menyerang manusia karena selama ini merasa ditindas, tapi ada pula yang justru menyatakan rasa sayangnya karena selama ini diperlakukan dengan baik. Salah satunya adalah Sandor, anjing milik Jesse, seorang anak perempuan, yang begitu saja mengungkapkan perasaan sayangnya pada Jesse. Jesse pun membalasnya tanpa rasa kaget ataupun takut.

Beberapa saat kemudian, sekumpulan burung merpati menyerang Jesse dan keluarganya. Sandor melindungi mereka dan memimpin mereka, beserta tetangga sebelah apartemen dan kucingnya, menuju rooftop untuk menyelamatkan diri. Tanpa disangka, serangan burung merpati masih berlanjut dan Jesse terdorong jatuh dari atap gedung. Untuk melindunginya, Sandor melompat untuk menangkap Jesse dan ‘mendorongnya’ hingga terjatuh ke sebuah kamar di gedung sebelah. Jesse selamat, namun perjuangan mereka belum usai karena di kamar tersebut ternyata ada seekor harimau yang baru saja usai memangsa seorang pria.

Sempat mempertanyakan sikap Sandor yang memilih untuk melindungi manusia, Sandor mencoba meyakinkan si harimau bahwa Jesse bukanlah seperti manusia kebanyakan yang memperlakukan mereka dengan semena-mena. Si harimau tidak mau mendengarnya dan menerjang Sandor. Mau tidak mau, demi melindungi Jesse, Sandor membunuh harimau tersebut dengan pedang yang kebetulan ada di meja. Dengan menangis Jesse memeluk Sandor, yang dibalas Sandor dengan memastikan bahwa ia akan selalu menjadi milik Jesse.

Sinopsis Animosity #2

Tanggal Rilis: September 2016

Satu minggu berlalu. Keluarga Jesse dan juga tetangganya masih bisa bertahan. Seperti biasa, Sandor dan ayah Jesse, Oscar, pergi keluar untuk mencari bahan makanan. Oscar yang punya rencana untuk membawa Jesse dan istrinya, Shannon, meninggalkan kota, ternyata sedikit cemburu dengan Jesse yang lebih mencari Sandor di saat ia mendapat mimpi buruk dan terbangun di tengah malam. Sandor memastikan bahwa apapun itu, ia dan Oscar sama-sama mencintai Jesse dan sama-sama berniat untuk melindunginya.

Tiba di stasiun bawah tanah, dua ekor alligator tiba-tiba muncul dari dalam kereta. Salah satunya berhasil menyerang Sandor dan hendak membunuhnya. Oscar ternyata tidak langsung membantunya dan sempat terdiam sebelum akhirnya menembak alligator tersebut. Setelah keduanya berhasil keluar dari stasiun, Oscar mengancam bahwa seandainya saja Sandor berubah, di saat itu juga ia akan membunuhnya.

Satu bulan kemudian, dengan campur tangan pemerintah, mulai terbentuk area karantina dimana manusia dan binatang saling hidup bersama. Sehari kemudian, terjadi keributan di saat perwakilan pemerintah melakukan pertemuan dengan perwakilan para binatang. Ada pihak-pihak yang memanfaatkan untuk membuat kekacauan dengan menyusupkan suicide bomber dan penembak misterius. Salah satunya tepat berada di hadapan Jesse. Untuk melindunginya, Sandor menyerang orang tersebut. Saat ia menyerangnya, tanpa sengaja pistol yang ia bawa nyaris menembak ke arah Jesse. Hal itu membuat Oscar marah dan justru menghajar Sandor habis-habisan, melampiaskan semua kecemburuannya selama ini.

Entah apa yang terjadi, tapi satu kemudian, Sandor mengawal Jesse ke sebuah tempat, sembari mengingatkannya bahwa orang tuanya sudah meninggal dan kini ia harus berjuang sendiri.

Sinopsis Animosity #3

Tanggal Rilis: November 2016

Flashback saat lima tahun lalu Jesse pertama kali bertemu dengan Sandor. Saat itu, kedua orang tuanya mempersilahkan Jesse untuk memilih sendiri anak anjing yang ia inginkan. Jesse ternyata memilih Sandor, yang saat itu dianggap oleh si pemiliknya sebagai anak anjing yang paling lemah dan tidak mungkin bisa bertahan hidup. Yang lebih hebat lagi, induk anjing tersebut, yang sebenarnya galak dan pernah menyerang kambing hingga mati, tenang-tenang saja dengan keberadaan Jesse di sampingnya.

Jesse kini berada di depan pintu The Fortress of Animilitary, markas tentara militer para binatang. Melalui Mimico, serigala pemimpin di sana, mereka berjanji untuk membantu Jesse dan Sandor menuju ke arah selatan, asalkan Sandor membantunya dalam suatu misi. Selain mereka, ada juga seorang manusia yang membantu di markas, Kyle. Sandor sedikit curiga terhadapnya, tapi Mimico meyakinkannya bahwa tidak akan ada apa-apa dengannya.

Setelah berpamitan dengan Jesse, Sandor dan Mimico pergi untuk melakukan misi mereka, yaitu menyelidiki hilangnya dua orang anak buah mereka saat melakukan patroli. Yang membuat menjadi rumit adalah setelah itu mereka sempat menangkap tiga orang peneliti yang mengklaim tahu penyebab The Wake, momen dimana para binatang mendadak bisa berbicara. Melihat tidak ada pilihan lain, Sandor yakin pihak manusia telah menangkap anak buah Mimico tersebut (satu adalah kekasihnya) dan menyarankan untuk melakukan pertukaran sandera.

Hari berlalu. Pertukaran sandera akhirnya dilakukan. Awalnya segalanya berjalan seperti tidak ada masalah. Namun saat seorang manusia membuka penutup kepala yang dikenakan oleh Pearl, kekasih Mimico, Mimico langsung menyadari ada yang tidak beres padanya. Ya, mereka ternyata telah me-lobotomi Pearl dan membuatnya menjadi liar kembali. Dengan penuh amarah Mimico memerintahkan pasukannya untuk bersiap untuk perang dan membunuh para tahanan.

Sinopsis Animosity #4

Tanggal Rilis: Desember2016

Tanpa disangka, tidak ada satupun anak buah Mimico yang bergerak. Perwakilan pihak manusia pun mengatakan bahwa mereka justru menolong Pearl dan binatang yang satunya lagi. Seekor koala kemudian menjelaskan pada Mimico bahwa mereka semua berniat untuk memberontak karena sudah tidak tahan dengan cara Mimico mengatur jatah makanan di sana. Pearl dan rekannya, yang mengetahui hal tersebut, mereka serang dan mereka buang. Dan ternyata tanpa disengaja ditolong oleh pihak manusia.

Si koala tanpa ragu menembak Mimico, yang tetap berusaha melindungi Pearl. Pihak manusia sendiri memanfaatkan kesempatan itu untuk mengajak para binatang bergabung dengan mereka dan memerintahkan mereka untuk membunuh siapa saja yang menentangnya. Dengan suara lirih Mimico meminta tolong pada Sandor. Namun belum sempat Sandor bereaksi, seekor kura-kura sudah meledakkan Mimico dan Pearl dengan rudal yang ia bawa.

Beberapa saat kemudian dapur tempat Jesse, Kyle, dan para binatang yang bertugas mengurusi makanan tiba-tiba meledak. Untunglah mereka semua selamat dan bisa keluar dari sana. Tak lama Sandor datang. Saat ia hendak menghampiri Jesse, Mimico menyerangnya. Ia ternyata berhasil bertahan dari serangan rudal — bahkan telah membunuh si koala pengkhianat — dan kini hendak membunuh Sandor, yang ia anggap sama sekali tidak membantunya meski ia hendak membantu Sandor.

Meski tidak ingin melawannya, sikap agresif Mimico membuat Sandor terpaksa melawannya. Dan ya, Sandor berhasil menang. Ia lantas menghampiri Jesse dan mengajaknya pergi. Namun begitu, Jesse tidak mau meninggalkan yang lain begitu saja. Ia pun meyakinkan Sandor untuk mengajak Kyle dan yang lainnya bersama mereka. Sandor akhirnya menyetujuinya.

Mereka lagi ada di atas ikan paus loh


Yah, agak bingung sih kok bisa-bisanya Mimico bertahan dari ledakan rudal, karena di panel jelas tergambar dirinya dan Pearl berada di tengah-tengah ledakan. Tapi okelah, namanya juga cerita fiksi, hehehe. Di luar itu, dari edisi perdana dan edisi keempat ini saya sangat menikmati jalan ceritanya. Satu komplain sedikit sih, cerita flashbacknya terlalu panjang dan rasanya tidak banyak berpengaruh terhadap cerita utama.

By the way, ini kalo dijadiin film layar lebar kayaknya seru, yah?

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply