Review Komik Amazing Spider-Man: Renew Your Vows #5 (2015)

September ini terasa begitu ceria karena ada beberapa miniseri komik yang berakhir alias tamat. Ada pula event Superman: Truth, yang menyisakan arc Dark Truth (di seri Superman/Wonder Woman). Begitu pula dengan miniseri tie-in Secret Wars ini, Amazing Spider-Man: Renew Your Vows, yang mencapai finish di edisi kelimanya.

Berhubung ini adalah edisi penutup, tidak ada salahnya jika sedikit kita rekap bagaimana cerita Renew Your Vows sejauh ini.

Alkisah, Peter Parker (Spider-Man) tinggal bersama istrinya, Marry Jane (MJ), dan anaknya Annie Marie Parker. Kebetulan, Annie mewarisi gen super laba-laba milik Peter, sehingga sedikit banyak memiliki kemampuan yang sama dengan Spider-Man. Permasalahannya, wilayah Regency yang menjadi hometown mereka dikuasai oleh Regent, sosok penguasa yang mampu menyerap kemampuan milik superhero lain. Hampir semua pahlawan super sudah menjadi korbannya. Mulai dari X-Men hingga The Avengers. Yang tersisa, dipimpin oleh Hawkeye, membentuk gerakan pemberontakan underground untuk mencari cara mengalahkan Regent.

Setelah sekian lama mampu menyembunyikan kekuatan super Annie dengan chip inhibitor ciptaannya, Peter akhirnya harus pasrah dan berjuang mati-matian untuk melindungi keluarganya dari Regent yang berhasil mendeteksi keberadaan Annie dan juga Spider-Man. Sayang Regent dapat mengalahkannya dan sukses mendapatkan kekuatan Spider-Man, salah satu dari kekuatan yang sangat ia harapkan. Annie sendiri, bersama MJ, mampu menyelamatkan diri mereka dan bergabung bersama pasukan pemberontak.

Nah, bagaimana akhir kisah keluarga Parker? Mampukah mereka mengalahkan Regent? Simak kelanjutan ceritanya di sinopsis komik Amazing Spider-Man: Renew Your Vows #5 berikut ini. Cekidot!!!

renewyourvows_5

JUDUL EDISI: I’ll Always Be There For You
WRITER: Dan Slott
ART: Adam Kubert
TANGGAL RILIS: 9 September 2015

Melalui lubang teleport, Hawkeye dkk berhasil masuk ke markas Regent. Namun Regent dengan mudah mengalahkan mereka satu demi satu. Annie dan MJ yang loncat belakangan ke dalam lubang teleport, dapat langsung menuju ke ruang utama markas Regent, yang berisi tubuh-tubuh para superhero yang telah tertangkap dan diserap kekuatan supernya.

Annie akhirnya benar-benar mendapatkan ijinnya untuk bertarung dari MJ. Dengan gaya khas Spider-Man yang lincah dan usil, ia sukses mengalahkan salah satu staff lab yang menggunakan kostum super versi testing (hampir sama dengan yang digunakan Regent). MJ mengambil alih kostum tersebut dan memerintahkan Annie untuk menghancurkan tabung-tabung tahanan superhero demi memutus aliran serapan kekuatan mereka ke kostum Regent.

rk_ryv4_1

Cara tersebut berhasil dan Regent bergegas mengkonfrontasi mereka. Sayang tidak digambarkan adegan pertarungan keduanya melawan Regent. Peter yang mendengar teriakan Annie tersadar dan ingat bahwa sebagai manusia ia tidak hanya memiliki kekuatan super saja, melainkan juga memiliki berbagai macam emosi (rasa takut, rasa marah, rasa cinta, dll) yang menjadi kekuatan dasar manusia. Ia pun mampu memecahkan tabung dan langsung menerjang Regent keluar dari gedung.

rk_ryv4_3

MJ menahan Annie yang ingin membantu ayahnya dan memintanya untuk terus merusak tabung. Tidak berlangsung lama, Annie pun tak tahan lagi dan melompat turun untuk membantu Peter. Sesaat sebelum itu, Hawkeye muncul dan memberikan panah khusus yang telah memiliki teknologi inhibitor, sama seperti yang digunakan Peter untuk menyembunyikan kekuatan Annie sebelumnya. Dengan satu serangan, Annie sukses menancapkan panah tersebut ke tubuh Regent dan kostum super Regent pun lenyap.

Tak lama MJ pun hadir dan ikut membantu keduanya. Sayangnya, tanpa kostum pun Regent bukanlah lawan yang mudah dikalahkan. Ia berhasil menangkap Annie. Untung Peter tidak kehilangan akal dan pada akhirnya mampu mengalahkan Regent.


Cuma satu kata untuk edisi ini: WOW! Edisi penutup yang mantap dengan tidak melupakan fokus utama cerita, yaitu tentang keluarga Parker. Tidak hanya kolaborasi ayah-ibu-anak versus Regent saja yang keren, momen ibu-anak yang berdebat masalah nickname superhero pun menjadi poin plus tersendiri. Sayang masih belum jelas bagaimana kelanjutan invasi Doom, apakah memang benar akan terjadi atau hanya alasan Regent. Sisi minus lainnya adalah laboratorium Regent yang terkesan gampang sekali diobrak-abrik oleh MJ dan Annie. Dengan strategi yang sama, rasanya superhero-superhero yang lebih mumpuni juga bisa untuk melakukannya…

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply