Review Komik All-Star Batman #5 (2016)

Di cerita sebelumnya, KGBeast kembali berhasil menangkap Batman, Duke, dan juga Two-Face. Bersama dengan Penguin dkk, ia membawa mereka ke sebuah kapal untuk dieksekusi. Tanpa diduga, warga sipil yang memburu Batman kembali hadir dan kini menyerang membabi buta ke arah kapal tersebut. Batman pun memanfaatkan kesempatan itu untuk meloloskan diri. Dengan situasi terjepit di antara dua belah pihak, apa yang akan terjadi selanjutnya pada Batman dan juga Two-Face? Simak kelanjutan kisahnya di sinopsis dan spoiler komik All-Star Batman #5 berikut ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

“MY OWN WORST ENEMY” conclusion! Batman, Duke and Two-Face square off in a fight for Harvey Dent’s soul. With assassins flooding in from across the countryside, Batman learns that even his most trusted allies might choose evil over good.

Story: Scott Snyder
Art: Danny Miki (Inks) / John Romita, Jr. (Pencils)
Color: Dean White
Letter: –
Judul Edisi: My Own Worst Enemy Part Five
Tanggal Rilis: 28 Desember 2016

Melihat kerumunan massa yang semakin mendekati kapal dan KGBeast yang tidak berniat untuk menahan diri menghabisi mereka, Batman melemparkan granat untuk menghancurkan dermaga demi mencegah mereka menyeberang. Dampaknya, kapal mulai bergerak menyusuri sungai dan menuju ke arah air terjun. Sementara Penguin dkk panik, Batman, Two-Face, dan Duke melarikan diri keluar dari kapal dengan menggunakan hiasan bundaran koin gambling yang ada kapal. Sebelum tiba di air terjun, sekali lagi Batman menggunakan granatnya, kali untuk membuat kapal berganti arah dan karam di daratan sebelum air terjun, sehingga tidak bisa lagi mengejar mereka. Di dasar air terjun, setelah melumpuhkan Dumfree Tweed dan Deever Tweed, Batman menggunakan kendaraan mereka untuk menuju ke rumah yang dimaksud Harvey Dent.

Sementara itu, di kediaman Bruce Wayne, komisaris Gordon dan pihak kepolisian berniat untuk menyusuri lorong di balik jam yang mereka temukan sebelumnya. Alfred berusaha mencegah mereka, namun Jim Gordon diam-diam memberitahunya bahwa mereka sudah tidak mungkin kembali lagi. Ia pun meminta Alfred agar menghubungi Bruce dan memintanya mencari jalan keluar untuk masalah lorong itu.

Kembali ke Batman dkk. Di rumah, Batman menemukan obat di tempat yang diinformasikan oleh Two-Face. Setelah diperiksa, obat tersebut ternyata bukanlah obat untuk mengembalikan Harvey Dent dan ‘membunuh’ Two-Face, tapi sebaliknya, akan membuat siapa pun di antara keduanya yang kepribadiannya paling kuat yang akan bertahan sementara yang satunya lagi akan mati.

Saat Batman masih berpikir, Alfred menghubunginya dan menceritakan apa yang terjadi. Ia juga memberitahu Batman tentang dirinya yang sebelumnya menembak jatuh pesawat Batman dan alasan di balik semua itu. Namun Batman bersikap seolah tidak peduli dan tidak mempermasalahkan apa yang terjadi di rumahnya. Alih-alih, ia mulai menyerang Two-Face dan menyuntikkan obat tersebut ke tubuh Two-Face, tanpa mempedulikan Duke yang berusaha mencegahnya.

Dengan gembira Two-Face menyambut keputusan Batman tersebut. Ia pun memenuhi janjinya, menghentikan awan asam yang ada di kota Gotham. Sesaat kemudian ia baru sadar bahwa yang baru saja disuntikkan Batman bukanlah obat yang sudah ia siapkan. Batman mengkonfirmasi, bahwa ia justru menyuntikan imun untuk obat yang ingin disuntikkan oleh Two-Face, sehingga kondisi Two-Face bakal tetap seperti sekarang ini… bisa kapan saja berubah menjadi Harvey Dent maupun Two-Face, tergantung kepribadian yang dominan saat itu.

Namun perjalanan Batman belum berakhir. Dari belakang, tiba-tiba KGBeast menyerangnya. Tampak Duke juga sudah ia lumpuhkan terlebih dahulu. Ia pun hendak menjatuhkan Batman ke jurang yang ada di hadapannya. Kali ini lagi-lagi sekelompok warga sipil datang untuk menangkap Batman. Mengetahui KGBeast berniat untuk menghabisi mereka, Batman terlebih dahulu mendorong KGBeast ke jurang bersamanya. Untunglah di saat-saat terakhir, Duke yang sudah sempat tersadar sebelumnya berhasil menangkap tangan Batman sehingga tidak ikut terjatuh.

Melihat Batman yang sudah menyelamatkan mereka, serta Two-Face yang sudah tertangkap, para warga akhirnya membiarkan Batman dan Duke untuk pergi dengan membawa Two-Face. Sedangkan di rumah Bruce Wayne, tanpa disangka, lorong yang diperiksa oleh komisaris Gordon beserta anak buahnya ternyata berujung pada sebuah kamar peristirahatan biasa. Dengan diam-diam tersenyum, ia pun meminta anak buahnya untuk pergi meninggalkan tempat tersebut.


Ketika Batman ‘membiarkan’ pihak kepolisian masuk ke lorong rahasia di dalam jam, saya sudah bisa menebak kalau ia sudah mengantisipasi hal tersebut. Tapi lorong yang berujung kamar peristirahatan kok kayaknya kurang greget ya, hehehe. Untuk cerita utamanya sendiri Snyder patut diacungi jempol. Gak nyangka twistnya bakal seperti itu. Dan yang juga patut diapresiasi adalah masih sempat-sempatnya Snyder menyisipkan satu eh dua karakter villain di edisi penghabisan ini, si Deever Tweed dan Dumfree Tweed. Mantap.

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply