Review Komik Action Comics #970 (2016)

Di cerita sebelumnya, L’Call dan Zade membawa Lex Luthor ke planet mereka, planet Nideesi, untuk dieksekusi. Namun Luthor bisa sedikit bernafas lega karena mereka tidak berniat langsung melakukannya, melainkan menunggu keputusan akhir dari sidang terhadapnya yang akan dilakukan beberapa waktu lagi. Sementara itu, Superman yang tidak menemukan jejak Luthor di bumi menyimpulkan bahwa ia sudah dibawa keluar dari orbit. Teringat dengan gedung Geneticron yang ia temukan sebelumnya, Superman bergegas menuju ke sana dan berhasil mendapati portal yang menuju ke planet Nideesi. Apa yang akan terjadi selanjutnya di sinopsis komik Action Comics #970 berikut ini?

Sinopsis Komik *SPOILER*

“MEN OF STEEL” part four! Godslayer’s origin reveals him to be very different than the Man of Steel imagined! Will even the threat of universal Armageddon be enough to make Superman sacrifice Lex Luthor?

Story: Dan Jurgens
Art: Patrick Zircher
Color: Ullises Arreola
Letter: Rob Leigh
Judul Edisi: Man of Steel Part Four
Tanggal Rilis: 28 Desember 2016

Superman tiba di planet Nideesi dan tidak membuang waktu untuk menuju tempat Luthor ditahan. Ia lantas melepaskan alat yang dipasang Zade sebelumnya untuk melumpuhkan armor Luthor dan mengajaknya untuk segera kembali ke bumi bersamanya. Luthor memintanya menunggu sebentar karena ada sesuatu yang ingin ia kerjakan terlebih dahulu.

Belum sempat Luthor melakukannya, Zade dan L’Call sudah langsung menghancurkan ruang tahanan dan menyerang keduanya. Superman dan L’Call a.k.a GodSlayer kembali beradu argumen tentang niat L’Call (dan penduduk Nideesi) untuk mengeksekusi Luthor. Namun kali ini L’Call memutuskan untuk menunjukkan sesuatu pada L’Call mengenai planet mereka. Tentang sejarah planet Nideesi lebih tepatnya.

Alkisah, dulunya planet Nideesi adalah planet yang damai, subur, dan makmur. Hingga suatu saat Darkseid dan pasukan Parademon-nya menyerang planet tersebut. Tujuan utama mereka adalah mengambil anak-anak dan remaja untuk dijadikan pasukan Parademon. Anak perempuan L’Call tidak luput dari misi mereka. L’Call yang sedang bersama istri dan anaknya tidak tinggal diam dan mati-matian berjuang melindungi mereka. Saat itu ia memang masih berhasil melawan Parademon, tapi Darkseid kemudian datang dan membunuh istri dan anak L’Call tepat di depan matanya.

“Kamu, dari semua orang, seharusnya MENGERTI! Membiarkan Lex Luthor melangkah di jalan Darkseid dan kamu akan kehilangan juga, sama SEPERTIKU!” ujar L’Call pada Superman.

Perkataannya membuat Superman berpikir bahwa L’Call entah bagaimana mengerti tentang keluarganya. Di saat yang sama, Lois ‘Lane’ Smith sedang menemui Perry White bersama dengan Clark Kent. White meminta mereka untuk menginvestigasi mengenai hilangnya bangunan Geneticron. Ponsel Lois tiba-tiba berbunyi dan yang menelpon adalah Jonathan Kent, menanyakan kapan ia pulang. Setelah memberitahu bahwa ia akan pulang terlambat, Lois pun melanjutkan pertemuannya dengan Kent dan White, sedangkan di rumahnya, Jon justru girang karena bisa lanjut ‘berpesta’ bersama Kathy.

Kembali ke planet Nideesi. Untuk meyakinkan Superman, Ch’aar meminta Zade untuk menunjukkan barang bukti. Dan yang ia maksud adalah mother box milik Luthor, yang ada di dalam armor miliknya. Melihatnya sempat membuat Superman meragu, terlebih saat Zade memberitahu bahwa Luthor mendapatkannya langsung dari Apokolips. Namun begitu, Superman masih berusaha mempertahankan pendapatnya bahwa apapun hukuman yang diterima Luthor harus berdasarkan fakta, bukan ramalan. Anehnya, entah apa yang terjadi, beberapa saat kemudian pendapat Superman berubah dan ia meyakini bahwa Luthor memang bersalah seperti apa yang dikatakan oleh yang lainnya.


Bagian cliffhanger sedikit mengejutkan sekaligus membingungkan. Hanya dalam beberapa panel Superman bisa merubah pendapatnya, dari yang tidak setuju dengan planet Nideesi menjadi pro dengan mereka. Namun sepertinya bakal ada twist di edisi berikutnya, mengingat perkataan Superman bahwa ‘ia’ bersalah tidak jelas ditunjukkan pada siapa, apakah benar pada Luthor atau Ch’aar atau malah L’Call. Kalau pun ditunjukkan pada Luthor, mestinya hanya strategi untuk meloloskan diri dari mereka. Setuju?

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply