Review Justice League: Gods and Monsters – Batman (2015)

Apa jadinya jika pahlawan kegelapan yang kita kenal sebagai Batman ternyata adalah seorang pangeran kegelapan alias vampir? Karakter alternatif ini yang coba dikembangkan oleh J. M. DeMatteis dan Bruce Timm selaku penulis cerita Justice League: Gods and Monsters. Jika sebelumnya diceritakan bahwa Superman adalah alien yang dibesarkan oleh keluarga imigran Meksiko yang miskin dan Wonder Woman adalah dewa dari New Genesis yang ‘terdampar’ di bumi, Batman atau Kirk Langstrom dikisahkan adalah seorang vampir yang haus darah manusia.

jl_gm_batman

Sebelum berubah menjadi vampir, Kirk adalah penderita kanker lymphoma yang harapan hidupnya sudah sangat kecil. Berkat pengetahuan sainsnya, ia berhasil menciptakan serum penyembuh. Namun akibatnya ya itu, ia berubah menjadi vampir, yang jika dahaganya akan darah tidak terpenuhi, dapat memunculkan kembali kanker di dalam tubuhnya.

Cerita komik ini sendiri, yang dirilis dalam bentuk digital dan cetak, berawal dari sebuah pertengkaran suami istri, dimana si suami (dalam keadaan mabuk) untuk kesekian kalinya melakukan KDRT terhadap si istri. Batman tiba-tiba hadir dan membunuh si suami, dengan harapan hal itu bisa melegakan hati istrinya. Namun ternyata ia salah karena sebenarnya si istri masih mencintai suaminya dan Batman pun menyesal karena siapa tahu tanpa campur tangannya, si suami bisa kembali ‘normal’ dengan bantuan cinta kasih istrinya.

ss_jlgm_b_2

Kegalauan Kirk bertambah dengan kedua orang tuanya yang kini sudah tidak mau menerima dirinya lagi. Teman yang coba bersosialisasi dengannya pun ia hindari. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk menjadi Batman, makhluk kegelapan yang membunuh para penjahat di waktu malam dengan cara menghisap darah mereka.

Aksi ‘heroiknya’ ini suatu saat membawanya kepada Lew Moxon dan Joe Chill, duet pimpinan organisasi kriminal papan atas di kota Gotham. Sekilas info, di cerita Batman asli, Joe Chill adalah penjahat yang membunuh orang tua Bruce Wayne, sedang Lew Moxon adalah orang yang memberikan perintah pada Joe Chill untuk mengeksekusi keduanya.

Nah, singkat cerita, Batman menghabisi keduanya dengan sukses. Ketika keesokan harinya ia mengamati proses pemakanan Moxon, ia curiga dengan sikap istri dan anaknya yang terlihat benar-benar terpukul akan kematian Moxon. Kirk tidak bisa percaya bahwa penjahat sekelas Moxon bisa memiliki istri dan anak ‘normal’, yang mencintainya seperti mencintai seorang suami atau ayah biasa.

Rasa penasaran tersebut membawanya berkenalan dengan Jeremy, anak Moxon, hingga akhirnya mereka berdua menjadi akrab. Kirk bahkan bercerita dengan jujur tentang ‘penyakit’ yang ia alami, dan Jeremy membantunya melakukan penelitian untuk menciptakan obat penyembuh.

Suatu malam, ibu Jeremy dibunuh. Demi membalas budi pada Jeremy yang telah ia anggap sebagai sahabatnya, Kirk pun menawarkan diri untuk membalaskan dendanmnya. Dan perjalanan mencari pelaku pembunuhan tersebut membawa Batman pada Joe Chill, yang kini telah berubah pula menjadi vampir seperti halnya Kirk.

ss_jlgm_b_1


Another solid origin story for Gods and Monsters. Dari ketiga komik prekuelnya, dapat dipastikan bahwa jagat alternatif yang dibangun oleh DeMatteis dan Timm dalam Justice League: Gods and Monsters memiliki pondasi yang kuat. Setting kota boleh sama, tapi karakter yang ada di dalamnya hampir semua berbeda jauh dengan yang kita kenal selama ini. Begitu pula dengan kisah Batman ini. Meski berusaha tegar seperti Batman ori, Kirk tetap saja bisa galau dan down dengan segala perubahan yang terjadi dalam hidupnya. Rekomended lah pokoke.

Reply