Review Film Ant-Man (2015)

Dengan dirilis film layar lebar Ant-Man beberapa waktu lalu, resmi berakhir sudah fase kedua dari Marvel Cinematic Universe (MCU). “Phase Two” sendiri mengambil waktu pasca perperangan antara The Avengers dan Loki di kota New York, atau dikenal dengan event “The Battle of New York”. Beberapa film lain yang berada di fase yang sama di antaranya adalah Iron Man 3, Thor: The Dark World, dan Guardians of The Galaxy. Info lebih lanjut mengenai Marvel Cinematic Universe ini nanti akan coba saya bahas di artikel terpisah.

Kembali ke film Ant-Man. Film yang mempercayakan tugas ambasador di Indonesia kepada Daniel Mananta ini dibintangi oleh Paul Rudd (Scott Lang / Ant-Man), Evangeline Lilly (Hope Van Dyne), Corey Stoll (Darren Cross), dan Michael Douglas (Hank Pym). Ada juga pemunculan Anthony Mackie (Sam Wilson / Falcon) sebagai cameo, saat adegan Ant-Man berusaha mengambil suatu alat di markas Avengers; serta Chris Evans (Steve Rogers / Captain America) dan Sebastian Stan (Bucky Barnes / Winter Soldier), di bagian ending setelah credit title; dan Hayley Lovitt (janet van Dyne / Wasp) saat flackback menceritakan hilangnya Janet, istri Hank Pym.

Oh ya, sebelum masuk ke bahasan utama, sama seperti DC Cinematic Universe (DCU), dalam MCU tidak semua adaptasi film menggunakan plot cerita yang sama persis dengan komiknya. Begitu pula film ini. Jadi jika sebelumnya sudah sempat mengikuti seri komiknya, jangan kaget jika alur ceritanya berbeda. Terutama pada awal mula Scott Lang bisa memperoleh kostum Ant-Man.

Sinopsis Film Ant-Man

Non-spoiler mode yah, berhubung filmnya masih main di bioskop saat artikel ini ditulis 🙂

Scott Lang adalah mantan narapidana yang *dipaksa* untuk hidup mapan demi diperbolehkan untuk tetap hadir di dunia Cassandra (Cassie) anaknya, pasca perceraian mereka. Berhubung bukan hal yang mudah untuk mencari pekerjaan dengan label eks napi yang ada di diirnya, ia terpaksa mengikuti ajakan kawannya, Luis, untuk merampok sebuah rumah, dengan iming-iming harta dalam jumlah yang banyak. Tak disangka, di dalam brankas yang berhasil ia bobol, hanya ada sebuah jaket dan helm yang akhirnya ia ambil.

Sesampainya di markas, ia mencoba jaket dan helm tersebut, dan tiba-tiba dirinya menyusut hingga seukuran semut! Syok dengan kejadian tersebut, ia pun mengembalikan pakaian tersebut ke rumah yang ia bobol, dan saat keluar sudah ada polisi yang langsung menangkapnya.

Di penjara, Hank Pym, pemilik rumah (dan juga pakaian yang dicuri Scott), menemuinya dan menceritakan bahwa sebenarnya ia sudah mengatur dan merencakan Scott untuk mencuri dan menjajal kostum Ant-Man tersebut. Tujuannya adalah agar Scott mau menjadi Ant-Man dan membantunya untuk mencuri kostum YellowJacket, kostum yang memiliki fungsi serupa dengan kostum Ant-Man, hanya dikembangkan oleh Darren Cross dengan tujuan untuk menguasai dunia.

Meski awalnya menolak, akhirnya Scott mau melakukan apa yang diminta oleh Hank. Ia dilatih oleh Hope van Dyne, anak Hank, agar terbiasa menggunakan kostum tersebut dan agar juga bisa berkomunikasi dengan semut. Hank juga sempat bercerita mengenai Janet van Dyne, superhero Wasp, istri Hank dan ibu dari Hope, yang hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya karena menggunakan kostum Wasp untuk mengecil hingga seukuran sub-atom demi menggagalkan serangan nuklir Soviet.

Suatu ketika, Cross berhasil menyempurnakan kostum YellowJacket ciptaannya dan mengundang Hank untuk datang ke acara launchingnya. Hank menggunakan kesempatan ini untuk mengatur strategi agar Scott dan pasukan semut (plus bantuan dari Luis and the gank) dapat mencuri kostum tersebut, sekaligus menghancurkan server mereka. Sayangnya, mereka tidak menyadari bahwa undangan tersebut adalah tipu daya Cross yang sudah mengetahui kolaborasi Hank, Hope, dan Scott, dan berupaya untuk menjebak Scott agar bisa mengambil kostum Ant-Man miliknya.

Setelah serangkain pertarungan yang melibatkan hancurnya gedung Pym Tech, tertangkapnya Scott oleh Paxton (polisi yang juga tunangan dari mantan istri Scott), serta disekapnya Cassie oleh Cross yang menggunakan kostum YellowJacket, akhirnya Cross pun bisa dikalahkan.

Review Kami

Seru dan lucu. Efek-efek spesialnya keren dan adegan tarung yang memanfaatkan bantuan para semut serta kemampuan kostum untuk membesar dan mengecilkan diri juga tidak mengecewakan. Sayang, masih sama dengan film-film MCU sebelumnya, secara pribadi masih belum terasa feel-nya. Scott yang seharusnya memiliki kepribadian sangat sayang pada Cassie bagi saya di film ini terasa biasa-biasa saja level sayangnya. FYI, di cerita komiknya, Scott mencuri kostum Ant-Man demi untuk menyelamatkan nyawa Cassie yang terkena penyakit jantung akut. Dibandingkan dengan alur cerita di film, jelas alur cerita aslinya tidak keren dan kurang aksi. Tapi sebaliknya, feel antar karakter akan lebih terasa.

In the end, pendapat saya tentang film-film adaptasi komik Marvel masih sama — sekedar untuk meraih keuntungan sebanyak-banyaknya. Dan faktanya mereka memang berhasil untuk itu. Penonton umum yang bukan penggemar komik atau bukan pengikut komik dari film yang bersangkutan juga sejauh ini menyukainya karena penyederhanaan cerita yang tidak mewajibkan mereka untuk berpikir terlalu dalam.

Trailer Film Ant-Man

Berikut ini trailer resmi untuk film Ant-Man yang diambil dari kanal YouTube milik Marvel Entertainment.

Kumpulan Poster Ant-Man

Dan sebagai pelengkap artikel, ini dia beberapa poster-poster keren seputar film Ant-Man, baik yang resmi dirilis oleh Marvel Entertainment maupun yang diciptakan oleh fans (fans-made).

Reply