Review Convergence: Speed Force

Plot cerita pada Convergence: Speed Force, salah satu dari sekian banyak tie-in Convergence, berfokus pada karakter The Flash di era pre-Flashpoint, Wally West. Ada juga karakter kura-kura super cepat, Fastback, dari dimensi alternatif Earth-C — yang gara-gara baca komik ini saya jadi inget kalo dulu juga punya beberapa edisi komik yang tokoh utamanya adalah Captain Carrot dan Zoo Crew (salah satunya ya si kura-kura ini). Sayang meski sudah coba diterawang-terawang sampai artikel ini ditulis masih aja gak kebayang nama komiknya apaan.

Sebelum masuk ke ringkasan cerita, sekedar info aja, Convergence: Speed Force ditulis oleh Tony Bedard dan yang bertugas untuk menggambar dan mewarnai panel demi panelnya adalah Sean Parsons dan Tom Grummett.

Convergence: Speed Force #1 (8 April 2015)

c_speedforce1

Kisah diawali setahun sebelumnya, saat dome belum menutupi kota. Wally, bersama dengan dua orang anaknya, Jai dan Iris, sedang menuju ke sebuah lokasi untuk memeriksa suatu fenomena misterius yang terjadi di sana. Jai dan Iris sendiri, meski mewarisi kekuatan lari-super-cepat (dinamakan speed force) dari ayahnya, masih belum mampu mengontrolnya dengan stabil. Namun untungnya (?), di satu sisi Wally mampu membawa serta mereka berdua ke tempat dirinya berada hanya dengan memikirkannya. Alhasil, tanpa perlu berlari, keduanya dapat ‘ngintil’ ikut kemana Wally berlari.

Celakanya, setibanya di Gotham City, secara tiba-tiba dome muncul mengisolasi kota. Mereka terperangkap di sana, terpisah dari istri / ibu mereka di Central City. Merasa bersalah, setiap hari Wally berusaha memikirkan dan mencoba berbagai cara untuk keluar dari dome. Hingga akhirnya tiba saat dome menghilang dan pertempuran antar petarung dimulai, dimana ia harus melawan Wonder Woman dari dunia lain.

Mencoba untuk menghindari pertempuran dan mencari jalan pulang ke istrinya, The Flash berlari melewati kota demi kota — dan sempat tanpa sengaja membawa kedua anaknya serta — hingga akhirnya ia sampai di Gotham City versi Flashpoint. Tanpa disangka ia diikuti oleh sesosok kura-kura yang juga memiliki kekuatan speed force, dan ia adalah Fastback.

curcol_convergence_speedforce1

Tujuan Fastback mengikuti mereka bertiga ternyata adalah untuk mengajak bekerjasama melawan siapa pun itu yang menjadi dalang di balik masalah dome. Belum sempat terjadi kesepakatan, muncullah Wonder Woman, lengkap dengan pasukan Amazon-nya.

Munculnya Fastback membuat saya teringat akan karakter-karakter Zoo Crew. Kecuali si kucing (Alley-Kat-Abra) dan si tikus (Little Cheese), memori para superhero binatang ini sekilas demi sekilas hadir di ingatan. Kangennn!

zoocrew

Ditambah dengan cuplikan karakter dan adegan pertarungan dari tiap kota yang dilewati oleh Flash saat berlarian ke sana kemari, edisi komik ini benar-benar memberikan nuansa tersendiri yang berbeda dengan komik tie-in Convergence lainnya. Yang mungkin agak membingungkan adalah pada saat Flash berlari, ia mengatakan ingin mencari Gotham City asal ia berada. Padahal kan ia barusan dari sana. Apa mungkin kondisinya saat itu sedang tersesat atau bingung arah? Entahlah. Kalau ada yang punya pencerahan, tolong diinfokan ya 🙂

PS: Di tie-in ini kita bisa melihat bahwa kota-kota yang dikumpulkan oleh Telos dan diperangkap dalam dome, setelah dome terbuka, ternyata semua berada dan menyatu dalam satu planet. Bagi yang mengikuti komik Marvel, sejak event Secret Wars dimulai, kondisi alternate universe mereka juga seperti ini — masing-masing ‘dunia’ bagai sebuah negara dalam satu planet yang sama.

Convergence: Speed Force #2 (6 Mei 2015)

c_speedforce2

Di Gotham City (Flashpoint), berhubung Diana a.k.a Wonder Woman tidak bisa diajak kompromi, Flash terpaksa meladeninya berduel dan meminta Fastback membawa kedua anaknya menjauh dari TKP. Mereka pun pergi menuju Gotham City versi pre-Flashpoint dimana tanpa diketahui ada banyak pasukan Amazon yang sedang standby. Melihat pasukan tersebut bertindak brutal pada warga untuk mencari keberadaan Flash, Fastback berinisiatif untuk melawan mereka. Awalnya memang sukses, tapi tanpa disangka cewek-cewek Amazon ini punya senjata rahasia yang bisa bikin lawannya keliyengan, dan Fastback pun terdesak kondisinya. Sebelum sempat diapa-apain, Jai dan Iris datang membantu.

Di Gotham City versi Flashpoint, Flash tidak berdaya melawan Wonder Woman. Namun saat akan dibunuh, ia terbayang akan kedua anaknya dan simsalabim, Jai dan Iris pun hadir. Terkaget dengan munculnya kedua anak tersebut, Wonder Woman lengah dan Flash langsung menendang dan menjeratnya dengan tali lasso (milik Diana). Bertiga mereka langsung kembali ke Gotham City (pre-Flashpoint) untuk menyelamatkan Fastback.

Edisi penutup ini agak mengecewakan. Pertama jelas sesi pertarungan final yang klimaksnya sama sekali tidak terasa klimaks dan lebih terkesan dipaksakan karena jatah halaman yang sudah hampir habis. Kedua, di tie-in lainnya, kondisi pingsan saja sudah cukup untuk membuat petarung dinyatakan kalah dan dunianya otomatis dimusnahkan. Anehnya di sini hingga akhir cerita pasukan Amazon masih tetap eksis. Namun di luar kedua ketidaknyaman ini, Convergence: Speed Force bagi saya termasuk tie-in Convergence yang patut untuk dibaca karena mampu menyelipkan berbagai informasi tambahan mengenai event Convergence itu sendiri.

Reply