Rekap Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 6 & Preview Episode 7 (1 Desember 2016)

Di sinopsis The Legend Of The Blue Sea episode sebelumnya, Hae Joon-Jae (Lee Min-Ho) meminta Sim Chung (Jun Ji-Hyun) untuk keluar dari rumahnya karena ia tidak kunjung menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka berdua di Spanyol. Sebelum pergi, Sim Chung minta Joon-Jae untuk berjanji agar menemuinya di Namyan saat salju pertama kali turun. Meski bersikap cuek, Joon-Jae ternyata kepikiran juga dengan Sim Chung dan akhirnya memenuhi janjinya untuk datang ke Namyan di saat salju pertama turun. Tanpa ia sadari, tidak jauh dari pintu masuk, Sim Chung tanpa sengaja tertabrak oleh mobil yang dikendarai oleh Heo Chi-Hyun (Lee Ji-Hoon), saudara tiri Joon-Jae. Apa yang kira-kira akan terjadi selanjutnya di sinopsis drama Korea Remember the Blue Sea episode 6 kali ini?

Dok. gambar dan video © SBS of Korea Selatan

Sinopsis Episode 6

Masa Joseon. Sementara Dam Ryung (Lee Min-Ho) masih dalam perjalanan pulang, salah seorang bawahannya diam-diam berhasil membawa Sae Wa (Jun Ji-Hyun) kabur dari kantor pemerintahan dan membawanya ke sebuah gua. Apes baginya, saat hendak kembali ke kantor pemerintahan untuk menemui Dam Ryung, anak buah Mr. Yang (Sung Dong-Il) melihatnya dan segera mengejarnya. Dalam pengejaran, bawahan Dam Ryung terpeleset ke jurang dan meninggal.

Tiba di kantor pemerintahan, Dam Ryung mendapati ruangan tempat Sae Wa berada dalam keadaan berantakan. Dengan panik, hingga malam tiba ia terus berusaha mencari keberadaan Sae Wa hingga jauh ke dalam hutan. Namun ia tidak berhasil menemukannya.

Masa sekarang. Karena Sim Chung tidak kunjung tiba, dengan kesal karena sudah merasa ditipu Joon-Jae pergi meninggalkan Namsan Tower. Di dekat gerbang pintu keluar, Joon-Jae menghentikan mobilnya karena melihat selebaran-selebaran yang berserakan di jalan. Ia pun turun dan langsung menyadari bahwa itu adalah selebaran milik Sim Chung. Begitu mendapati ponsel Sim Chung juga ada di sana, Joon-Jae sadar ada sesuatu yang terjadi pada Sim Chung.

Dengan penuh rasa khawatir, Joon-Jae mendatangi berbagai rumah sakit di sekitar TKP untuk mencari keberadaan Sim Chung.

Sekretaris Heo Gil-Joong datang ke rumah Gil-Joong dan memberitahu Kang Seo-Hee (Hwang Shin-Hye) kalau suaminya hendak melayat rekannya dan membutuhkan dasi hitam. Seo-Hee ternyata sudah menyiapkannya karena sudah menerima pesan dari Gil-Joong.

Tak lama Gil-Joong dan sekretarisnya tiba di sebuah rumah sakit. Joon-Jae ternyata juga sedang berada di rumah sakit yang sama, dimana akhirnya ia menemukan Sim Chung. Begitu mengecek kondisi tubuhnya, Joon-Jae kembali panik dan meminta petugas medis untuk datang karena tubuh Sim Chung sedingin es. Perawat yang awalnya kesal karena tidak percaya lantas turut panik karena perkataan Joon-Jae benar adanya. Karena denyut jantung Sim Chung juga tidak ada, maka dokter jaga segera menggunakan CPR untuk mengembalikan denyut jantungnya.

Usaha mereka gagal. Sim Chung mengalami flat line. Dengan sedih Joon-Jae berlutut di sampingnya dan menggenggam tangannya. Tanpa disangka, Sim Chung tiba-tiba membuka mata dan sadarkan diri. Denyut jantungnya kembali berdetak.

“Heo Joon-Jae…” panggil Sim Chung lirih. “Aku bermimpi kau menggenggam tanganku, kau menyelamatkanku.”

Joon-Jae terdiam mendengarnya.

Beberapa waktu kemudian Sim Chung sudah mulai pulih. Ia bahkan sudah bersikap seperti biasanya, malu-malu nafsu saat tahu Joon-Jae mengkhawatirkannya. Meski Joon-Jae sedang memarahinya karena tidak lihat-lihat jalan hingga bisa tertabrak, Sim Chung tidak mempedulikannya dan terus tersenyum senang karena Joon-Jae mencemaskannya. Tak lama Joo Nam-Doo (Lee Hee-Joon) dan Tae-O (Shin Won-Ho) datang, dan langsung memarahi Joon-Jae yang dianggap menjadi penyebab Sim Chung mengalami kecelakaan.

Saat mengurus administrasi Sim Chung dengan kartu identitas dan kartu asuransi palsu yang sempat dibuatnya sebelum datang ke rumah sakit, Nam-Doo tidak sengaja mendengar percakapan para dokter yang mengatakan bahwa suhu tubuh Sim Chung tadi sangat dingin dan jantungnya sempat berhenti berdetak.

Sementara itu, polisi melepaskan Chi-Hyun karena dianggap sudah bertanggung jawab dan luka yang dialami pasien juga tidak parah. Si polisi meminta Chi-Hyun untuk berbicara dengan anggota keluarga Sim Chung. Saat itulah Joon-Jae muncul. Ia kaget melihat ada saudara tirinya di sana, terlebih setelah mengetahui Chi-Hyun-lah yang telah menabrak Sim Chung. Masa lalu keduanya yang tidak akur, dimana Chi-Hyun sering memfitnah Joon-Jae untuk mencuri hati Gil-Joong, ayah tirinya, membuat Joon-Jae tidak percaya dengan Chi-Hyun dan bahkan menuduhnya sengaja menabrak Sim Chung. Chi-Hyun membantahnya. Saat hendak pergi, Joon-Jae mencegahnya dan kembali menanyakan apakah Chi-Hyun atau ibunya (Seo-Hee) yang sudah melacak keberadaannya. Chi-Hyun kembali membantahnya.

Joon-Jae menatap Chi-Hyun dan Gil-Joong yang masuk ke dalam mobil mereka dari kejauhan. Sekretaris Nam sempat melihat sosok Joon-Jae saat Joon-Jae masuk kembali ke dalam rumah sakit.

Karena kamar VIP penuh, Sim Chung dibawa ke ruang bangsal, yang juga hampir dipenuhi oleh pasien. Mendengar Nam-Doo yang memintanya untuk tinggal di sana untuk sementara waktu, Sim Chung jadi teringat penjelasan Cha Si-Ah (Shin Hye-Sun) tentang pernikahan, dimana pria dan wanita hidup bersama di bawah satu atap dan saling merawat serta mengasihi. Ia pun mengira bahwa saat itu ia sedang dinikahkan dengan semua orang yang ada di bangsal. Nam-Doo tidak bisa berkata apa-apa saking kagetnya. Tidak itu saja, Sim Chung lantas dengan keras menyatakan pada yang lain bahwa mulai dari sekarang mereka akan menikahinya dan ia senang dengan hal itu. Diam-diam dokter jaga yang berada di sana memberitahu rekannya untuk melakukan MRI pada otak Sim Chung, mengira ia sudah gila. Tae-O sendiri yang juga berada di sana perlahan pergi meninggalkan ruang bangsal dan di luar ia tersipu memikirkan Sim Chung yang ia anggap lucu.

Seorang suster datang membawakan makanan untuk pasien. Sim Chung yang sudah kelaparan jadi heran karena ia tidak kebagian makanan. Suster tersebut memberitahunya bahwa Sim Chung diharuskan puasa oleh dokter. Tidak tahu arti puasa, Sim Chung meminta agar si suster segera memberikan kepadanya ‘puasa’ itu agar bisa langsung ia makan. Suster tersebut tetap tidak memberikannya apa-apa sehingga Sim Chung merasa sedih.

Malam harinya Sim Chung menelpon Joon-Jae, memberitahunya ada masalah besar terjadi. Joon-Jae yang sedang berbaring di tempat tidur langsung terbangun karena khawatir ada sesuatu dengan Sim Chung. Begitu tahu masalah besar yang dimaksud Sim Chung adalah ia diharuskan puasa, Joon-Jae meminta Sim Chung untuk mencoba tidur saja karena mungkin ia harus dioperasi esok harinya. Sim Chung mengatakan hal itu tidak mungkin karena setiap ia menutup mata maka bayangan mie pedas akan muncul di matanya.

Joon-Jae kemudian menelpon dokter yang menangani Sim Chung dan memberitahunya bahwa Sim Chung mengalami gangguan mental ditambah pendarahan di kepala sehingga tidak seharusnya disuruh puasa. Setelah beradu argumen dengan si dokter, pada akhirnya Sim Chung diperbolehkan untuk makan dan diberi menu mie kerang pedas. Joon-Jae yang mengintipnya dari luar ruang bangsal tersenyum senang, namun sesaat kemudian jadi heran sendiri kenapa ia melakukan semua itu.

Saat hendak keluar dari rumah sakit, sekretaris Nam ternyata sudah menunggunya. Berdua mereka mengobrol di taman. Sekretaris Nam ternyata sejak dulu perhatian pada Joon-Jae dan ia adalah keturunan dari bawahan Dam Ryung yang dulu menyelamatkan Sae Wa. Sekretaris Nam memberitahu Joon-Jae bahwa ayahnya sedang mencarinya dan ia sedang membereskan segala urusannya. Sebelum pergi, Joon-Jae meminta sekretaris Nam untuk menyampaikan pada ayahnya untuk segera membereskan urusannya dan jangan memandangnya sebelah mata lagi. Tanpa disadari mereka, ada seseorang yang sedang mengawasi mereka berdua tidak jauh dari tempat mereka berdua.

Sim Chung menonton drama korea di TV di ruang bangsal bersama seorang nenek. Karena sudah biasa menonton drama korea, nenek tersebut bisa dengan benar menebak jalan ceritanya. Sim Chung jadi kagum kepadanya. Saat ada adegan seorang ibu memberikan uang pada pacar anaknya agar ia mau meninggalkan anaknya, nenek tersebut juga bisa memprediksi bahwa ibu tersebut bakal menyiram pacar anaknya itu dengan gelas air yang ada di meja apabila ia tidak menerima uang tersebut. Dan ternyata benar seperti itu kejadiannya.

Nam-Doo membahas tentang keanehan kondisi mental dan fisik Sim Chung dengan Si-Ah. Nam-Doo curiga Sim Chung adalah ahli waris kaya yang mengalami amnesia. Si-Ah tidak mempercayainya.

Di depan rumah sakit, Sim Chung melihat seorang ibu yang berdemo sendirian, menuntut keadilan terhadap anaknya yang meninggal di rumah sakit itu dengan dugaan malpraktik. Asisten direktur RS datang tak lama kemudian dan langsung memarahi satpam RS yang tidak tega mengusir ibu tersebut. Kesal melihatnya, Sim Chung lantas menendang asisten direktur RS hingga terpental jauh.

Ulahnya tersebut membuat asisten direktur RS terkejut sekaligus kesal. Pun demikian dengan dokter yang bertugas merawat Sim Chung, karena yang mereka tahu kondisi kaki Sim Chung pada saat masuk adalah patah tulang. Tidak mau ambil pusing, asisten direktur RS mengancam akan menuntut Sim Chung dan membuatnya merasakan makanan penjara. Mendengarnya, dengan berbisik Sim Chung menanyakan pada dokternya, apakah makanan penjara rasanya enak atau tidak.

Usai diomeli asisten direktur RS, Sim Chung bertemu dengan ibu-ibu yang tadi berdemo. Di taman, ibu tersebut menceritakan apa yang terjadi pada putrinya dan rasa sedihnya karena kehilangannya. Sim Chung menawarkan untuk menghilangkan ingatan ibu tersebut terhadap anaknya. Tawaran Sim Chung membuat ibu tersebut mengingat kembali kenangan-kenangan indah bersama anaknya. Ia pun menolak tawaran Sim Chung dan memilih untuk tetap menyimpan kenangan tersebut meski menyakitkan, karena hanya dengan itulah ia bisa tetap menyayangi putrinya.

Joon-Jae, Nam-Doo, dan Tae-O melihat rekaman CCTV saat Sim Chung menendang asisten direktur RS dengan terkagum-kagum. Begitu menyadari bahwa asisten direktur RS tersebut memang pantas untuk ditendang, mereka bertiga kemudian menyusun siasat untuk menjebak asisten direktur RS dengan memanfaatkan anak presiden RS yang besok akan pulang dari London setelah 10 tahun tinggal di sana.

Rencana mereka berjalan lancar. Dengan menyamar sebagai anak presiden RS tersebut, Joon-Jae dan Tae-O berhasil membobol komputer asisten direktur dan mendapatkan berbagai bukti kecurangan yang ia lakukan selama menjabat sebagai asisten direktur. Mereka juga memperoleh bukti bahwa asisten direktur memang telah sengaja menghapus catatan medis anak si ibu-ibu pendemo tadi.

Dengan mengancam akan membeberkan semua kecurangannya, Joon-Jae meminta asisten direktur untuk meminta maaf pada satpam RS dan ibu pendemo itu serta menyerahkan rekam medis putri ibu tadi kepadanya, yang memang menunjukkan adanya malpraktek di RS tersebut. Begitu asisten direktur usai melakukan hal-hal tersebut, dengan sengaja Tae-O tetap mengirimkan bukti kecurangan asisten direktur ke pihak yang berwenang.

Dokter mendatangi Sim Chung di ruang bangsal dan memberitahunya bahwa ia sudah bisa pulang. Karena tidak tahu akan pulang kemana, Sim Chung jadi galau. Tiba-tiba Joon-Jae muncul dan mengajaknya pulang ke rumahnya. Dengan bersemangat Sim Chung berlari menuju ke arah Joon-Jae, yang kebingungan melihat kaki Sim Chung yang memang sudah tidak apa-apa. Dokter sendiri menganggap mesin X-Ray di rumah sakit yang melakukan kesalahan diagnosa dan mengkonfirmasi bahwa kaki Sim Chung memang tidak apa-apa.

Dalam perjalanan pulang, Sim Chung sedih karena ia tidak bisa melihat salju pertama turun. Joon-Jae tiba-tiba teringat sesuatu dan memberitahu Sim Chung bahwa meski salju pertama sudah turun di Seoul, namun di tempat lain salju belum turun. Ia pun menawarkan pada Sim Chung untuk pergi ke sana.

Nam-Doo mendatangi rumah sakit dan meminta rekam medis Sim Chung dengan berpura-pura sebagai walinya. Sementara itu, sekretaris Nam memberitahu Gil-Joong bahwa ia baru saja bertemu dengan Joon-Jae. Ia meyakinkan Gil-Joong akan kembali mencoba untuk mengajak Joon-Jae pulang. Setibanya di rumah, Gil-Joong meminta sekretarisnya untuk membawakan Joon-Jae kepadanya karena ia ingin bertemu dengannya.

Masuk kembali ke dalam mobil, sekretaris Nam menyadari ada alat penyadap yang terpasang di dashcam. Ia jadi curiga pada Seo-Hee yang sebelumnya memberikan dasi hitam kepadanya untuk diserahkan pada Gil-Joong. Seseorang tiba-tiba mengetuk kaca mobilnya. Saat dibuka, orang tersebut, yang ternyata adalah Ma Dae-Young (Sung Dong-Il) tersenyum menyeringai sambil menggenggam sebuah obeng.

Joon-Jae dan Sim Chung tiba di sebuah wahana bukit salju. Setelah berganti pakaian winter, Joon-Jae membantu memakaian sepatu salju pada Sim Chung. Ia tiba-tiba teringat pernah melakukan hal yang serupa pada Sim Chung. Tak lama kemudian mereka sudah berada di bukit. Joon-Jae mengajarkan Sim Chung cara untuk bermain ski. Baru memberitahu cara untuk meluncur dan belum sempat mengajarkan cara mengerem, Sim Chung sudah terlebih dahulu meluncur. Bergegas Joon-Jae menyusulnya dan kemudian menghadangnya di depan hingga Sim Chung pun terjatuh ke dalam pelukannya. Mereka berdua terguling di salju lantas tertawa-tawa.

“Aku sedang mencari tahu sesuatu. Maukah kau mengatakannya?” tanya Joon-Jae.

“Apa itu?” tanya Sim Chung balik.

Joon-Jae terdiam sejenak, lalu berkata, “Aku mencintaimu.”

Epilog. Di rumah sakit, Chi-Hyun ternyata sempat menemui Sim Chung dan mengajaknya ngobrol di kafetaria. Melihat ada gelas berisi air di meja, Sim Chung jadi teringat cerita si nenek tentang drama korea. Begitu Chi-Hyun memperkenalkan diri sebagai keluarga Joon-Jae, Sim Chung langsung meminum gelas air tersebut. Sesaat kemudian pelayan datang dan mengisi kembali gelas air tersebut. Dengan was-was, Sim Chung terus memperhatikan gelas air tersebut. Chi-Hyun sendiri kemudian mengeluarkan sebuah amplop sebagai ganti rugi atas perbuatannya yang menyebabkan Sim Chung celaka. Melihat amplop tersebut, Sim Chung langsung merebutnya, juga kembali meminum gelas air yang di meja. Chi-Hyun hanya bisa terbengong-bengong melihat ulah Sim Chung. Sebelum pergi, Sim Chung menyatakan bahwa ia tidak mau putus dengan Joon-jae dan menyukai seluruh keluarga Joon-Jae. Chi-Hyun jadi makin heran.

Preview Episode 7

Berikut ini adalah preview eps 7 dari drakor Legend Blue Sea:

» Sinopsis Episode 7 Selengkapnya

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply