Rekap Sinopsis Shopping King Louis Episode 11 & Preview Episode 12 (27 Oktober 2016)

Di sinopsis Shopping King Louis episode sebelumnya, detektif Nam Joo-Hyuk (Kang Ji-Sub) akhirnya memberitahu Ko Bok-Sil (Nam Ji-Hyun) tentang Ko Bok-Nam (Ryoo Ui-Hyun) yang kemungkinan besar telah meninggal dan itu karena ia memalak Louis (Seo In-Guk) saat Louis sedang dalam perjalanan dari bandara ke rumah neneknya, Choi Il-Soon (Kim Young-Ok). Louis sendiri saat itu sudah kembali ke rumah neneknya, dibawa oleh Baek Sun-Goo (Kim Kyu-Cheol) yang tidak ingin akal bulusnya ketahuan. Nenek Choi lalu menyarankan Bok-Sil untuk tidak lagi menemui Louis karena akan sama-sama melukai perasaan keduanya. Sementara itu, Louis yang tidak sengaja mendapatkan kembali sebagian ingatannya saat sedang berkendara bersama Cha Joong-Won (Yoon Sang-Hyun), juga menjadi merasa bersalah terhadap Bok-Sil. Apa yang akan terjadi selanjutnya di sinopsis drama korea Shopaholic Louie episode 11 ini?

Dok. gambar dan video © MBC of Korea Selatan

Rekap Sinopsis Episode 11

Episode 11: You In My Dreams

Satu bulan berlalu. Louis kini sudah menerima kehidupan ‘barunya’ di rumah nenek Choi, bersama dengan Kim Ho-Joon (Eom Hyo-Seop) dan Heo Jung-Ran (Kim Sun-Young). Kebetulan hari ini adalah hari pertamanya masuk kerja untuk menggantikan posisi Joong-Won sebagai ketua tim merchandise di Goldline. Joong-Won sendiri telah mengundurkan diri untuk membuat perusahaan online shop baru, SingSingLine.Com, yaitu menjual hasil-hasil pertanian. Anggota tim yang lain kaget begitu mengetahui Louis-lah yang menjadi bos mereka yang baru. Hanya Lee Kyung-Kook (Kim Byung-Chul) yang kegirangan, karena sebelumnya ia sudah mendapat bintang lima dari Louis. Dan benar, setibanya di ruangan, hanya Kyung-Kook yang disapa oleh Louis. Byun Do-Jin (Lee Jae-Kyoon) lantas berniat untuk mengantarkan Louis ke kantornya, namun Louis memilih untuk duduk di bekas tempat Bok-Sil, bersama dengan yang lain. Yang lain menjadi tambah gugup dengan keberadaannya di dekat mereka.

Di SingSingLine, Bok-Sil bertindak sebagai pemilik, sementara Joong-Won selaku investor dan direktur. Kantor mereka sendiri hanya berupa satu ruangan, menjadi satu dengan gudang. Namun demikian, Joong-Won percaya dengan kemampuan Bok-Sil untuk mendapatkan barang-barang pertanian berkualitas untuk dijual melalui situs mereka. Kedua orang tua Joong-Won, pak Cha Soo-Il (Nam Myung-Ryul) dan bu Shin Young-Ae (Kim Bo-Yeon) penasaran dengan usaha baru Joong-Won. Mereka pun mendatangi kantor SingSingLine dan mendapati Bok-Sil di sana. Dari awal, Young-Ae yang kesal karena anaknya meninggalkan jabatannya di Goldline langsung stress begitu melihat papan nama Joong-Won yang terbuat dari kertas karton. Tapi ia lebih penasaran dengan hubungan Joong-Won dengan Bok-Sil sampai-sampai Joong-Won mau membuat usaha bersamanya.

Louis bertemu dengan Joong-Won di sebuah cafe. Louis kesal karena Joong-Won malah bekerja bersama Bok-Sil, sementara ia hanya berpesan pada Joong-Won untuk menjaga dan mengawasi Bok-Sil.

“Aku hanya melakukan apa yang ingin ku lakukan. Aku bisa melakukan apapun yang aku mau dengan hidupku.” dalih Joong-Won.

Louis tetap melarangnya dan Joong-Won sendiri tetap keukeuh pada pendiriannya.

Dari cafe, Louis meminta Jo In-Sung (Oh Dae-Hwan), yang kini menjadi sopir pribadinya, untuk mengantarkannya ke tempat biasanya, apartemen Bok-Sil. Ternyata, tidak hanya Louis sudah diam-diam membeli bangunan apartemen tersebut, setiap hari ia juga diam-diam mendatangi apartemen Bok-Sil, membersihkan kamarnya, serta memasukkan beberapa koin ke celengan milik Bok-Sil.

Sejak sebelumnya tanpa sengaja membuat rencana Sun-Goo, Hong Jae-Sook (Yun Yoo-Sun) menjadi semakin merasa diabaikan olehnya. Ia mulai menyesal telah menikah dengannya. Sementara itu, kedua orang tua Joong-Won datang ke rumah Joong-Won dan tanpa basa-basi langsung memarahinya. Joong-Won lalu menjelaskan bahwa saat ini ia memang sedang mengambil cutinya dan ingin beristirahat sejenak untuk memikirkan kembali tentang hidupnya. Ia pun meyakinkan kedua orang tuanya bahwa Bok-Sil bukan wanita biasa karena ia berhasil membuatnya membeli gingseng di pinggir jalan. Kedua orang tua Joong-Won jadi sedikit percaya karena mereka tahu bahwa Joong-Won bukan orang yang mau membeli sesuatu di pinggir jalan. Ibunya kemudian meminta Joong-Won untuk membawa Bok-Sil ke rumah dan menemui mereka.

Di apartemennya, Bok-Sil sedang membersihkan kamar saat ia tidak sengaja menyenggol celengannya. Ia heran kenapa celengan itu bisa bertambah berat setiap harinya. Tak lama, In-Sung dan ibunya, Hwang Geum-Ja (Hwang Young-Hee), datang dan menawarkan sisa makanan mereka untuk Bok-Sil, yang diterima Bok-Sil dengan suka cita. Tanpa Bok-Sil sadari, Louis-lah yang sebenarnya memberi uang pada Geum-Ja dan memintanya memasakkan makanan untuk mereka sendiri dan Bok-Sil setiap hari. Bok-Sil sendiri, hingga saat itu, masih sering membayangkan dan memikirkan Louis. Dan lagi-lagi, yang tidak disadari Bok-Sil, setiap malam Louis mendatangi apartemen Bok-Sil dan dari luar apartemen mengucapkan selamat tidur kepada Bok-Sil, termasuk di saat hari hujan sekali pun. Louis bahkan tidak jarang diam-diam menunggui Bok-Sil di halte bus pada saat ia berangkat ke kantor.

Satu lagi yang berubah dalam waktu 1 bulan adalah Ho-Joon yang kini menjalin hubungan dengan Jung-Ran. Jung-Ran juga sudah terbuka, mengakui tentang Sun-Goo yang selalu meminta kabar tentang Louis. Namun yang membuat Ho-Joon menjadi curiga adalah Sun-Goo yang selalu menanyakan apakah ingatan Louis sudah kembali semuanya atau belum. Sun-Goo sendiri akhirnya mendapat jawaban bahwa ingatan Louis belum sepenuhnya kembali saat menanyakan secara langsung kepadanya mengenai Sunny Land, yang ia tidak ingat bahwa itu berasal dari idenya.

Di kantor SingSingLine, setelah mendengar laporan Bok-Sil tentang kontrak kerjasama yang baru dengan salah satu produsen, Joong-Won memberinya stempel ‘Kerja Bagus’. Bukannya senang, Bok-Sil malah menganggapnya bodoh seperti botol rusak. Tak lama kemudian detektif Nam datang untuk memberikan selamat atas perusahaan baru Bok-Sil. Joong-Won menjadi cemburu dan memintanya untuk pergi menangkap penjahat. Bok-Sil justru berpihak pada detektif Nam dan memintanya membiarkannya karena seperti botol rusak.

“Ini sangat melelahkan. Kenapa ada banyak sekali pria di sekitar Ko Bok-Sil,” gerutu Joong-Won.

Baek Ma-Ri (Im Se-Mi) mendapati sebuah bunga mawar di mejanya. Ia menjadi bertanya-tanya siapa yang mengirimkannya. Pikirannya jatuh pada Do-Jin, Kyung-Kook, dan Louis. Karena memang mengharapkan Louis, ia pun yakin bahwa itu bunga pemberian Louis. Ia jadi ge-er bahwa Louis sengaja duduk di kursi bekas Bok-Sil agar bisa leluasa melihatnya di kantor. Ma-Ri tidak sadar bahwa sesungguhnya yang memberikan bunga itu adalah In-Sung.

Dengan pede, sepulang kerja, Ma-Ri mengajak Louis makan malam bersama. Dengan tampang dingin Louis menolak, beralasan harus ikut les privat. Ma-Ri jadi heran mendengarnya, membayangkan les privat biasanya untuk anak-anak. Dan sebetulnya bayangannya tidak salah, karena ia les privat yang dimaksud Louis adalah pelajaran mengeja tulisan, yang dibimbing oleh Ho-Joon.

Joong-Won membawa Bok-Sil untuk makan malam di rumahnya bersama dengan kedua orang tuanya. Hasilnya, Young-Ae jatuh hati kepadanya karena bisa memahami tentang bahan-bahan tradisional / herbal yang biasa ia gunakan. Ia pun berniat untuk menjadikan Bok-Sil ‘dokter’ dan menikahkannya dengan Joong-Won. Sementara itu, Jae-Sook meminta detektif Nam untuk membantunya memindahkan perabotan di toko buku, yang sebenarnya hanya akal-akalan agar bisa bertemu dengannya. Hujan tiba-tiba turun dengan deras. Detektif Nam pun menawarkan untuk mengantarkan Jae-Sook agar ia tidak kehujanan dan sakit. Mendengar hal itu, Jae-Sook meneteskan air mata, merasa sedih sekaligus gembira karena sudah lama tidak mendengar orang memperhatikannya. Tanpa mereka sadari, di luar ada seseorang sedang mengawasi mereka berdua.

Hujan deras yang diselingi sambaran petir membuat Louis kepikiran Bok-Sil. Ia masih ingat betapa Bok-Sil takut akan hal itu. Sedangkan Joong-Won juga memikirkan Bok-Sil, yang tidak kunjung mengabarinya sejak pulang dari rumahnya. Saat ditelpon, Bok-Sil yang ketakutan hanya menjawab sepatah dua patah kata, sehingga membuatnya mengira Bok-Sil sedang sakit. Louis sendiri akhirnya memutuskan untuk datang ke apartemen Bok-Sil dengan membawakan obat-obatan. Ia sontak terperanjat begitu tiba di depan apartemen dan melihat Joong-Won sedang menaiki tangga apartemen menuju rooftop, tempat Bok-Sil berada. Ia pun menangis dengan hati hancur.

Bok-Sil, hatiku terasa sangat sakit. Rasa sakitnya sangat hebat sampai terasa ingin membunuhku. Kita, manusia, bisa menyiksa satu sama lain dan menghancurkan hati satu sama lain seburuk ini. Untuk beberapa alasan, sepertinya aku tahu ini akan terjadi. Aku sudah memiliki firasat saat itu.

Esok harinya, tanpa diduga, Louis memutuskan untuk kembali ke Paris. Neneknya sempat tidak memperbolehkan, namun Louis berjanji hanya akan pergi sebentar karena butuh waktu untuk sendirian. Nenek Choi akhirnya memperbolehkannya. Louis pun berpamitan pada Geum-Ja dan In-Sung, walau In-Sung sendiri, yang sedih karena ditinggalkan oleh Louis, tidak mau menemuinya. Louis berpesan pada Geum-Ja untuk menjaga Bok-Sil seperti keluarganya sendiri. Geum-Ja mengiyakan. Louis juga meninggalkan pesan pada Bok-Sil melalui forum Goldline seperti sebelumnya, sebuah pesan berjudul “Goodbye”.

Bok-Sil, aku akan kembali ke kastilku. Jaga dirimu, oke? Louis-mu.

Bok-Sil kaget membacanya. Hatinya bertambah galau saat kemudian sebuah paket datang, berisi buku-buku catatan Louis. Satu buku berisi hal-hal yang berkaitan dengan Bok-Sil, mulai dari ramen, uang 50 sen, mesin cuci piring, hingga halte bus. Yang satu lagi, berisi semacam pesan / percakapan yang memang ditujukan pada Bok-Sil. Di lembar terakhir buku tersebut, tertulis:

Bok-Sil, ini saatnya kita berpisah.

Bok-Sil menangis membacanya. Joong-Won yang saat itu hendak masuk kantor kebetulan melihat semuanya. Ia pun memutuskan untuk kembali keluar secara diam-diam.

Tanpa diduga, Ho-Joon tidak mendapati Louis di bandara. Ya, ia kembali menghilang. Lebih tepatnya, diam-diam kembali ke kota Busan. Entah hendak kemana, saat itu Louis menaiki bus pariwisata keliling Busan. Tiba-tiba saja ia melihat seseorang yang mirip dengan Bok-Nam. Dan benar, ternyata itu memang benar Bok-Nam! Louis segera turun dari bus dan mengejarnya. Bok-Nam yang ingat bahwa ia pernah memalak Louis menjadi ketakutan dan kabur. Saat sedang mengejar Bok-Nam, Louis terjatuh dan kepalanya terbentur lantai dengan keras.

Entah apa yang terjadi, tapi esok harinya (atau beberapa hari kemudian?), saat Bok-Sil hendak menuju stasiun, ia mendapati Louis di tangga, mengenakan jaket seperti yang dulu ia pakai saat pertama kali Bok-Sil menemuinya, dan bertampang kumal seperti layaknya gelandangan. Bok-Sil segera menghampirinya dan menanyakan mengapa Louis berada di sana.

“Apa namaku Louis?” tanya Louis.

Bok-Sil pun kaget, mengetahui Louis kini kembali kehilangan ingatannya.

Preview Episode 12

» Sinopsis eps 12 selengkapnya

Reply