Rekap Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 19 & Preview Episode 20 (31 Oktober 2016)

Di sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo episode sebelumnya, urusan politik memaksa Wang So (Lee Joon-Gi), yang kini sudah menjadi Raja Gwangjong, untuk menikahi putri Yeon-Hwa (Kang Han-Na). Sadar tidak bisa berbuat apa-apa, Hae Soo (IU) menerima hal itu dengan pasrah. Setelah mengkonfrontasi Wang Won (Yoon Sun-Woo), Wang So akhirnya tahu bahwa Wang Wook (Kang Ha-Neul) telah dari belakang diam-diam berusaha menjatuhkannya, membuatnya merasa sendiri karena hanya tinggal Baek Ah (Nam Joo-Hyuk) dan Hae Soo yang mendukungnya. Namun keputusannya untuk menghukum mati Chae-Ryung (Jin Ki-Joo) membuat Hae Soo tidak tahan lagi dengan ulah Wang So dan memutuskan untuk mengikuti Wang Jung. Apa yang akan terjadi selanjutnya di (rekap) sinopsis drama korea Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo episode 19 berikutnya?

Dok. gambar dan video © SBS of Korea Selatan

Sinopsis Episode 19

Wang So menemui Hae Soo yang sedang duduk di tangga. Ia mengulurkan tangannya, mengajaknya masuk ke kamar untuk beristirahat dan ngobrol dengannya. Hae Soo menolak.

“Aku tidak kembali lagi ke ruangan itu,” jawab Hae-Soo.

“Jangan lakukan ini kepadaku karena Chae-Ryung,” respon Wang So. “Ia membodohimu. Ia tidak pernah tulus kepadaku, tidak pernah sekalipun.”

Hae Soo teringat saat Chae-Ryung menggenggam tangannya untuk menguatkannya saat Wang So menikahi Yeon-Hwa.

“Chae Ryung tulus kepadaku,” ujar Hae Soo lirih. “Aku tidak peduli apa yang kamu katakan padaku. Dia tulus.”

“Sekarang apa? Kamu akan lebih mempercayainya daripada aku?” tanya Wang So.

“Aku ingin meninggalkan istana,” jawab Hae Soo lirih. “Aku ingin meninggalkan tempat ini. Aku tidak bisa menahan ini lebih lama lagi.”

“Bagaimana denganku? Kamu pikir aku akan membiarkanmu pergi? Kamu tidak akan pernah meninggalkanku.” respon Wang So sambil berlalu meninggalkan Hae Soo.

Yeon Hwa sedang berendam di air. Ia mengingat kembali kata-kata Wang So kepadanya, yang memintanya untuk meninggalkan Wang Wook dan berjanji untuk menjadikannya ratu satu-satunya baginya.

“Goryeo akan menjadi milik anakku suatu hari nanti,” ucap Yeon Hwa sembari tersenyum.

Hae Soo memberikan barang-barang Chae Ryung pada Choi Ji-Mong (Kim Sung-Kyun) untuk diserahkan kepada keluarganya. Ji-Mong mengatakan bahwa ia tidak perlu melakukan itu karena khawatir Raja akan memarahinya. Hae Soo tidak mempedulikannya, mengatakan bahwa pada saat sekarat pun Chae Ryung masih mengkhawatirkan keluarganya. Ji-Mong akhirnya mengiyakan.

Wang Won (Yoon Sun-Woo) tiba-tiba masuk saat Ji-Mong hendak pulang. Saat Hae Soo menyinggung soal Chae Ryung yang sudah mati, Wang Won menanggapinya dengan santai. Hae Soo lantas menyalahkannya atas kejadian tersebut.

“Aku berjanji padamu bahwa akan tiba hari dimana kamu menyesali hal ini,” tegas Hae Soo.

Wang Won berbalik menyindirnya yang kini berani berbuat seenaknya karena sudah menjadi selir Raja. Ji-Mong yang mendengarnya memberitahukan hal itu pada Wang So. Wang So kemudian memanggil Hae Soo untuk menemuinya dan mengatakan akan menjadikannya selir kerajaan agar ia tidak lagi dibicarakan seperti itu. Ia bahkan berjanji akan memperlakukannya sebagai istri kedua dan menjadikannya ratu kedua apabila nanti ia melahirkan anak. Hae Soo menolak, tetap bertahan pada keinginannya untuk meninggalkan istana tanpa mempedulikan soal titelnya. Wang So juga berkeras, meminta Hae Soo untuk mendiskusikan titel yang ia inginkan dengan Ji Mong.

Wang So menggenggam kedua tangan Hae Soo lalu berkata, “Mari kita tidak berkelahi. Apakah kamu sudah lupa berapa lama kita harus terpisah satu sama lain? Aku hanya mengatakan kita sebaiknya tidak membuang hubungan kita hanya karena pertengkaran kecil.”

Hae Soo terdiam. Ia menarik tangannya dari genggaman Wang So tanpa berkata apa-apa.

Wang Wook curiga dengan Raja yang ingin mempelajari literatur “Essentials of Government in the Zhenguan Reign”. Ia pun mengatakan pada Wang Won untuk mencari elang dan memberikannya pada raja. Wang Won mengingatkannya untuk tidak meremehkan pangeran ke-4. Ia menyarankan untuk menyingkirkan Baek Ah karena hal itu lebih mudah untuk dilakukan terlebih dahulu.

Masalah pemberontakan budak semakin merajalela. Mereka membunuh keluarga-keluarga yang memperbudak mereka serta membakar rumah-rumah mereka. Woo Hee (Seohyun), yang sedang berjalan ditemani oleh Baek Ah, syok melihat hal itu. Sementara di istana, Wang Wook dan beberapa pejabat istana mendorong Raja untuk mulai bertindak. Setelah berpikir panjang, Wang So memutuskan untuk mengikuti usulan Wang Wook dkk, namun ia ingin agar tentara yang menghadapi para budak tersebut tidak menggunakan senjata tajam. Wang Wook kemudian kembali mengusulkan untuk mengirim Baek Ah sebagai pimpinan tentara anti budak. Saat ditemui sendirian (bersama Ji-Mong lebih tepatnya), Baek Ah memastikan pada Wang So bahwa ia akan baik-baik saja.

Baek Ah kemudian terlihat sedang mendandani Woo Hee.

“Kamu tidak akan menyesalinya? Aku hanya berpura-pura untuk kuat. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku.” ujar Baek Ah.

“Kamu akan mempunyai istri, jadi kamu harus bertahan,” respon Woo Hee sembari tersenyum, “AKu tidak ingin menjadi janda.”

Baek Ah menggenggam tangan Woo Hoo. Ia berkata, “Begitu aku kembali, mari kita menikah. Kamu adalah pendampingku yang abadi.”

Woo Hee tersenyum mendengarnya dan menganggukkan kepalanya. Namun saat Baek Ah menciumnya, dalam hati ia berkata:

Pada saat ini, aku berharap aku bukanlah putri Baekje. Dengan seluruh hatiku, aku adalah pendampingmu.

Kelompok budak yang bersenjata tajam membaca sebuah selebaran yang dibuat oleh Raja, yang mengatakan bahwa mereka tidak akan dihukum, bahkan akan dibebaskan dari status budak dan diperlakukan dengan baik. Termasuk diterima sebagai penduduk Goryeo, atau jika ada yang berasal dari luar, akan dikembalikan ke negaranya. Namun mereka tidak mempercayainya dan malah berniat untuk menyerbu istana.

Di istana, Baek Ah bersiap-siap untuk memimpin pasukannya. Belum apa-apa pedangnya sudah terjatuh gara-gara ia tidak terbiasa memegang pedang. Saat itu tiba-tiba Wang Jung (Ji Soo) muncul dan membantunya memakai baju perang.

“Aku sudah bilang ia akan meletakkanmu di posisi untuk mati. Ia bisa saja mengirimku.” ujar Wang Jung, “Ku mohon jangan mati. Kamu bisa kembali terluka, hanya jangan mati. Aku tidak bisa melihat lebih dari ini.”

Baek Ah lalu menanyakan tentang jepit rambut Hae Soo yang ia kirimkan kepadanya. Wang Jung menjawab bahwa ia sudah menerimanya, tapi tidak tahu maksudnya. Baek Ah lalu menyampaikan pesan Hae Soo sebelumnya, “Aku menginginkannya”. Wang Jung kaget mendengarnya. Baek Ah memastikan kembali bahwa memang itulah pesan dari Hae Soo.

“Tolong dia. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi denganku. Kamu harus tetap menjadi teman baik bagi Soo. Kepada Raja, juga. Ia sedang menghadapi masa yang berat,” pinta Baek Ah.

Wang Jung menanyakan tentang Woo Hee, yang dijawab Baek Ah bahwa ia sengaja memintanya untuk tidak datang. Wang Jun kemudian berpamitan dan pergi meninggalkannya.

Tiba-tiba semua prajurit mendongak ke atas dan saling berbisik. Dengan rasa penasaran Baek Ah pun melihat ke arah yang ditunjuk oleh para prajurit. Ia kaget melihat Woo Hee sedang berdiri di atas tembok istana. Di bawahnya terdapat kain bertuliskan penggabungan tiga kerajaan Goryeo, Baekje, dan Silla. Saat itu pula kelompok budak datang. Mereka juga kaget begitu mengetahui putri mereka berada di sana. Seolah lupa akan tujuan semula, mereka sibuk berteriak meminta Woo Hee untuk berhati-hati dan segera turun.

Bergegas Baek Ah naik dan mendatangi tempat Woo Hee berdiri. Tanpa menghiraukan Baek Ah yang memintanya untuk turun, dengan menahan tangis, Woo Hee meminta Baek Ah untuk membalikkan badannya. Dengan terpaksa Baek Ah menurutinya.

“Kamu akan terus mengingatnya jika melihatnya,” ujar Woo Hee sembari meneteskan air matanya.

Dan tanpa berkata apa-apa, Woo Hee lantas menjatuhkan dirinya ke bawah. Semua rakyatnya histeris melihatnya. Demikian pula dengan Baek Ah. Malam harinya, Hae Soo menghibur Baek Ah, yang merasa bersalah akan kejadian barusan, menganggap ia tidak cukup memahami Woo Hee dan hanya memikirkan perasaannya sendiri. Hae Soo mencoba menenangkannya, mengatakan bahwa Woo Hee yang salah karena tidak cukup egois untuk mementingkan dirinya sendiri. Baek Ah lantas menanyakan apakah raja sudah mengetahui semua itu sebelumnya. Hae Soo tidak menjawab.

Esok harinya, Baek Ah menemui raja untuk mempertanyakan hal tersebut. Wang So mengaku bahwa Woo Hee memang telah mendatanginya dan memintanya untuk menulis doktrin tersebut agar bisa menyelamatkan Baek Ah, namun ia tidak mengira Woo Hee akan bunuh diri seperti itu. Saat itu juga ia baru tahu bahwa Woo hee adalah putri dari kerajaan Hubaekje.

“Aku ingin menyelamatkanmu,” tegas Wang So, “Itu seperti berpegangan pada tali yang lapuk, tapi aku menulisnya. AKu tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi bahkan jika seandainya aku tahu, aku tetap akan melakukan hal yang sama. Bagiku kamu lebih penting.”

“Aku tahu. Aku tahu itu. Tapi berat bagiku untuk menerimanya. Berat untuk berada di sampingmu, Yang Mulia,” ujar Baek Ah sambil menangis.

Tanpa disangka, ia lalu berlutut sebagai tanda pengunduran dirinya. Setelah meminta maaf dan berpesan agar Wang So panjang umur, ia pun meninggalkan ruangan tanpa mempedulikan Wang So yang berteriak memanggilnya.

Kembali ke kamarnya, Wang So mendapati Yeon Hwa menunggunya dengan tersenyum. Ia menanyakan apakah ia sudah yakin akan keputusannya, Yeon Hwa mengiyakan. Beberapa waktu kemudian, Wang Wook datang dengan membawa sangkar yang ditutupi oleh kain emas. Ia mengatakan bahwa itu adalah burung elang yang sengaja ia tangkap dan ia berikan untuk Raja. Wang Won menambahkan bahwa itu adalah bentuk cinta antar saudara. Wang So tertawa mendengarnya.

Tanpa diduga, begitu kain dibuka, ternyata isinya adalah burung elang yang sudah mati dan itu merupakan bentuk penghinaan terhadap raja. Semua yang ada di sana kaget melihatnya, termasuk Wang Wook sendiri. Ia mencoba berdalih bahwa pasti ada sesuatu yang terjadi di jalan saat elang tersebut dibawa ke istana, namun Wang Won justru menyerangnya dengan mengatakan bahwa Wang Wook sendiri yang membawa elang tersebut sehingga ia tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Ia pun segera berlutut untuk meminta maaf dan pengampunan Raja yang menganggap itu sebagai pengkhianatan yang pantas untuk dijatuhi hukuman mati. Wang So tidak menjawab permohonan maaf Wang Wook, malah tersenyum dengan senang melihatnya.

Queen Hwangbo (Jung Kyung-Soon) memberitahu Yeon Hwa tentang apa yang baru saja menimpa Wang Wook. Ia kaget dan geram begitu mengetahui respon Yeon Hwa yang dingin dan tidak mempedulikan nasib kakaknya itu. Wang Wook sendiri saat itu masih berlutut di depan singgasana raja, meski sudah tidak ada seorang pun di sana.

Hae Soo yang mengetahui hal itu menemui Wang So di kamarnya dan berlutut memohon agar Wang Wook dibebaskan. Hae Soo ternyata tahu bahwa Wang So-lah yang telah sengaja membunuh elang tersebut untuk menjebak Wang Wook.

“Apa itu salah? Wook membunuh kakak tertua dan Wang Eun. Ia juga mengusir Baek Ah pergi. Ia mencoba membunuhku dan mencoba memisahkan kita. Orang macam itulahd ia sebenarnya.”

“Jika kamu membunuh orang lain lagi, itu akan kembali padamu sebagai kesialan. Jika kamu terlalu kejam saat memberi hukuman, semua orang pada akhirnya akan menganggapmu sebagai musuh. Di masa depan, aku tidak ingin kamu diingat sebagai penguasa berdarah.”

Wang So akhirnya mengatakan bahwa ia akan membebaskan Wang Wook. Namun sebagai gantinya, ia akan dikurung di rumahnya sendiri dan tidak akan pernah diperbolehkan meninggalkan tempat tersebut seumur hidupnya.

“Jika dipikir lagi, aku rasa ini lebih cocok untuknya dari langsung membunuhnya begitu saja,” ujar Wang So sembari tertawa.

Hae Soo menatapnya dengan raut muka ketakutan.

Beberapa waktu kemudian, tanpa sengaja ia bertemu dengan Yeon Hwa. Begitu Hae Soo menyebutkan soal Wang Wook, ia kaget mendengar Yeon Hwa yang menyalahkannya atas apa yang terjadi pada Wang Wook. Ia menyatakan bahwa hal itu tidak akan terjadi apabila Wang Wook tidak punya perasaan terhadapnya. Kata-kata sontak mengingatkan Hae Soo terhadap apa yang terjadi pada Wang Yo, yang juga sempat menyalahkannya atas pembunuhan yang ia lakukan terhadap saudara-saudaranya. Hae Soo menjadi syok dan kembali merasa sakit di dadanya.

Wang So sedang dilukis wajahnya oleh artis kerajaan saat Wang Jung mendadak masuk untuk menemuinya. Ia memberikan sebuah surat yang berasal dari raja sebelumnya, yang saat dibuka ternyata berisi persetujuan untuk menikahkan Wang Jung dengan Hae Soo. Wang So menganggap doktrin tersebut palsu dan membuangnya begitu saja. Wang Jung meyakinkan bahwa doktrin tersebut asli.

“Meskipun itu tidak palsu, aku tidak bisa membiarkannya,” respon Wang So.

Wang Jung lantas memberitahunya bahwa ia sudah memberitahu menteri-menteri istana tentang hal itu dan tinggal menunggu persetujuan dari raja. Wang So geram mendengarnya. Ia pun meminta Ji Mong untuk menghukum Wang Jung karena telah melanggar hukumannya. Namun sebelum Wang So menyelesaikan kata-katanya, Wang Jung memotongnya, mengatakan bahwa Hae Soo juga menginginkannya.

Wang So kemudian mempertanyakan hal tersebut langsung pada Hae Soo, yang mengkonfirmasi bahwa ia juga menginginkannya. Selain itu akan berbahaya bagi Raja apabila ia tidak mengikuti wasiat raja terdahulu.

“Pada saat kita terpisah, kita selalu merindukan satu sama lain. Hatiku terasa robek hanya dengan memikirkanmu. Sekarang, aku melihatmu setiap hari tersenyum. Aku takut. Terkadang aku bahkan melihatmu keji. Jika kita terus seperti ini, sudah pasti suatu hari nanti hanya tersisa kebencian dan kemuakan. Aku tidak ingin itu. Aku lebih baik pergi sekarang.” jelas Hae Soo.

“Aku tidak akan memperbolehkan itu,” respon Wang So lalu pergi meninggalkannya.

Keputusan Wang So untuk mengabaikan doktrin raja sebelumnya membuat Yeon Hwa kesal. Ia memarahi Wang So yang masih saja tidak mau melepaskan Hae Soo.

“Kamu bisa saja melepaskan takhtamu, tapi aku tidak akan pernah melakukannya.” tegas Yeon Hwa.

Wang Wook sedang menulis sesuatu. Ia teringat saat Hae Soo mendatanginya dan memintanya untuk bangkit karena Raja sudah membiarkannya tetap hidup. Saat itu Hae Soo menyarankannya untuk menyerah dalam mengejar takhta dan meninggalkan istana agar bisa terlepas dari penderitaan yang ada. Tanpa diduga, Yeon Hwa masuk ke kamarnya dan meminta pertolongan kepadanya.

Esok harinya, Wang So memanggil Wang Wook menghadapnya karena Yeon Hwa mengatakan ada yang hendak disampaikan olehnya. Setelah meminta Yeon Hwa pergi, Wang Wook menceritakan hubungannya dengan Hae Soo, termasuk janji mereka berdua untuk saling menikahi. Wang So mendengarkan hal tersebut dengan geram. Ia kemudian menemui Hae Soo dan mengkonfrontasinya tentang hal tersebut. Hae Soo membenarkannya. Wang So tidak bisa menerimanya dan meminta Hae Soo untuk mengatakan bahwa semua itu bohong. Hae Soo menolaknya. Wang So yang patah hati meneteskan air matanya.

“Mulai dari sekarang, aku tidak akan melihatmu lagi,” ucap Wang So tegas.

Esok harinya, Hae Soo pergi meninggalkan istana. Saat itu, Ji Mong mencoba menasehati Raja untuk membatalkan keputusannya.

“Aku tahu mereka bilang kamu harus berkorban untuk melindungi takhtamu. Tapi jika kamu mengusirnya seperti ini, kamu juga akan kehilangan dirimu sendiri.” ujar Ji Mong.

“Aku tidak mengusirnya pergi. Soo yang mengusirku pergi.” balas Wang So lirih.

Di gerbang istana, Baek Ah menemuinya dan mengajaknya minum sebagai tanda perpisahan. Hae Soo mengaku bahwa baginya pernikahan dengan Wang Jung tidak penting karena ia hanya ingin bisa keluar dari istana. Tak lama Wang Wook datang. Hae Soo berterima kasih karena ia sudah membantunya keluar dari tempat tersebut.

“Jung akan menjagamu dengan baik. Ku mohon jagalah dirimu dengan baik jaga.” pesan wang Wook. “Lupakan semua yang telah berlalu dan pikirkan masa depan. Pikirkan itu saja.”

Wang Wook menghela nafasnya usai mengatakan itu. Ia lalu melanjutkan, “Soo.. aku pikir kamu mungkin mengertiku. Jika kamu mengerti, kamu tidak akan sedih tentang apapun.”

Hae Soo tersenyum. Wang Wook mengulurkan tangannya, hendak memeluk Hae Soo, namun ia sendiri ragu untuk melakukannya, lantas hanya memegang pundak Hae Soo. Namun akhirnya ia memeluk Hae Soo, sembari memintanya untuk melupakannya.

“Hidup kita sudah berakhir,” ujar Wang Wook lirih.

Sepeninggal Wang Wook, Hae Soo menatap ke arah istana dengan mata berkaca-kaca. Sementara itu, di dalam kamar Hae Soo, Wang So menggenggam pakaian Hae Soo sembari menangis.

Preview Episode 20

Berikut ini adalah video preview episode 20 (ENDING) dari drakor Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo:

» Sinopsis eps 20 selengkapnya

Reply