Rekap Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 18 & Preview Episode 19 (2016)

Di sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo episode sebelumnya, pangeran ke-4 Wang So (Lee Joon-Gi) akhirnya naik takhta menjadi Raja Gwangjong, menggantikan Wang Yo (Hong Jong-Hyun) / Jeongjong. Awal pemerintahannya berjalan lancar, dengan ditemani oleh Hae Soo (IU) dan Baek Ah (Nam Joo-Hyuk), hingga lama kelamaan ia menjadi bersikap kejam dengan membunuh orang-orang yang diketahui tidak mendukung kekuasaannya dan masih setia terhadap raja Jeongjong. Sementara itu, princess Yeon Hwa (Kang Han-Na) berniat untuk naik menjadi ratu dengan bantuan Wang Wook (Kang Ha-Neul) yang tidak terima dengan Wang So yang menjadi raja sekaligus memiliki hati Hae Soo. Apa yang akan terjadi selanjutnya di (rekap) sinopsis drama korea Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo episode 18 berikutnya?

Dok. gambar dan video © SBS of Korea Selatan

Sinopsis Episode 18

Saat putri Yeon Hwa memberitahu Hae Soo bahwa ia menikahi Raja, Hae Soo tidak mempercayainya hingga nanti ia mendengarnya sendiri dari Wang So. Yeon Hwa lantas menceritakan tentang musuh-musuh Raja Gwangjong, termasuk keluarga-keluarga yang memiliki kekuatan besar, yang kini berniat untuk menurunkan Raja dari takhtanya. Ia menekankan bahwa meskipun Hae Soo senang-senang aja menunggu di tempat tinggal Raja, namun wanita seperti itu tidak bisa menjadi ratu tanpa membahayakan posisi rajanya. Selain itu, dengan adanya bekas luka yang dimiliki Hae Soo, tidak mungkin bagi Hae Soo dan Wang So untuk bersatu.

Wang Wook mengatakan hal yang kurang lebih sama pada Raja, dengan sama-sama memberi penekanan pada masalah bekas luka. Namun ia mengompori Wang So dengan mengatakan apabila Wang So memang benar-benar ingin menikahi Hae Soo, maka ia bisa melakukannya, asalkan ia turun dari takhtanya.

“Aku tidak akan kehilangan keduanya,” respon Raja Gwangjong dengan percaya diri. “Aku naik takhta untuk mendapatkan semuanya. Apakah kamu pikir aku akan menghilangkan Hae Soo hanya karena masalah bekas luka?”

Ia lalu menunjuk bekas luka di mukanya, yang tertutup oleh make-up, sembari berkata, “Aku menjadi raja dengan wajah seperti ini!”

Tidak hanya Wang Wook, pejabat-pejabat istana juga mengingatkan Raja Gwangjong tentang masalah itu. Satu-satunya solusi, menurut mereka, adalah menikahi Yeon Hwa. Namun demikian, Raja tetap keukeuh pada keputusannya untuk menikahi Hae Soo. Ibu ratu Sinjeong, dengan mengingatkan Wang So untuk melakukan yang terbaik bagi negaranya, mencoba ikut menggoyahkan keputusan Wang So. Ia menunjukkan buku milik Hae Soo, yang berisi dengan simbol-simbol yang tidak mereka mengerti (Hangul, hanya saja pada waktu itu belum diketemukan). Raja tidak mempedulikannya. Respon Raja membuat ibu ratu menyimpulkan bahwa satu-satunya cara agar Wang So meninggalkan takhtanya adalah dengan membunuhnya.

Hae Soo memberitahu Chae-Ryung (Jin Ki-Joo) bahwa keinginannya untuk bisa tinggal di istana kini terwujud. Choi Ji-Mong (Kim Sung-Kyun) lalu membawa Hae Soo pergi ke salah satu bangunan istana dimana dulu para pangeran sering berkumpul dan melakukan hal yang mereka sukai bersama di sana dan mengingatkan bahwa tempat itu sudah bukan tempat yang sama lagi sekarang. Ia pun meminta Hae Soo untuk menyerah dan tidak menikahi Raja karena itu satu-satunya cara untuk mengakhiri segalanya mengingat Wang So tetap berkeras dengan keinginannya menikah dengan Hae Soo.

“Aku sudah melalui banyak hal dan menunggu sekian lama. Aku melakukan itu hanya karena aku percaya suatu saat aku akan bahagia. Jika aku punya keinginan untuk menyerah, aku sudah melakukannya sejak lama.” respon Hae-Soo.

Ji-Mong tidak menyerah dan kembali mengingatkan posisi Raja Gwangjong yang berbahaya sekarang ini. Satu-satunya cara untuk mencegah tragedi adalah dengan mengumpulkan kekuatan di sekitar takta. Tanpa basa-basi, Ji-Mong mengatakan bahwa keberadaan Hae Soo di sekitar Raja tidak membantu sama sekali untuk itu. Mendengarnya membuat Hae Soo sesak nafas dan dadanya terasa sakit.

Beberapa waktu kemudian, Hae Soo mendatangi kediaman Raja dengan senyum lebar di wajahnya dan sesuatu yang tersembunyi di balik punggungnya. Ternyata yang ia bawa adalah dua buah topeng. Ia mengajak Wang So untuk menyamar dan pergi berdua berjalan-jalan ke pasar untuk bersenang-senang di sana. Dan pergilah mereka berdua ke kota, dimana sedang berlangsung semacam festival layang-layang. Seperti layaknya sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta, keduanya berjalan sembari bergandengan tangan dan tertawa bahagia.

Hae Soo membawa Wang So ke altar doa dari batu yang ia bangun. Melihatnya, Raja bercanda dan mengatakan bahwa pasti Hae Soo membangun itu untuk berdoa agar Raja melamarnya. Dengan terus terang Hae Soo mengiyakan.

“Aku tidak ingat apa yang membawaku kepadamu,” ujar Wang So, “(tapi) ada banyak alasan sekarang. Aku harus hidup bersamamu. Mari kita hidup bersama. Menikahlah denganku.”

Mata Hae-Soo mulai berkaca-kaca. Ia lalu berkata, “Aku tidak bisa. Aku tidak bisa melakukan apapun untukmu kecuali memberikan kamu kenyamanan. Akan jadi berat bagiku untuk menikahimu.”

Wang So menjadi geram mendengar hal itu dan menanyakan siapa yang membuat Hae Soo berpikiran seperti itu. Ia pun menambahkan bahwa tidak ada seorang pun yang bisa memaksa dirinya untuk meninggalkan Hae Soo. Hae Soo merespon bahwa ia juga tidak akan menyerah dan akan terus bersamanya meski apapun yang terjadi. Sembari menyentuh dagu Raja, Hae Soo mengatakan bahwa ia akan baik-baik saja.

“Aku tidak akan membiarkanmu pergi”, ujar Wang So. “Karena kamu milikku. Kamu tidak akan pergi kemana-mana, aku tidak akan membiarkannya.”

Sembari menarik Hae Soo ke dalam pelukannya, Raja Gwangjong berkata lirih, “Kamu satu-satunya ratuku.”

Hae-Soo menangis mendengarnya.

Waktu berlalu. Pernikahan Wang So dengan putri Yeon Hwa akhirnya diselenggarakan. Yeon Hwa menyarankan Raja untuk menyingkirkan Hae Soo agar tidak dapat digunakan untuk membahayakannya di masa depan. Raja memotong kata-katanya dan memintanya untuk fokus saja menjadi seorang ratu. Sementara itu, Wang Jung mendapati Hae Soo di altar doa. Ia mengatakan pada Hae Soo bahwa ia juga tidak diundang. Dengan bercanda ia menanyakan apakah Hae Soo tidak ingin pergi bersamanya ke tempat yang jauh dari sana. Jika iya, maka Hae Soo cukup mengatakan “Aku menginginkannya”. Hae Soo tidak menjawab.

Malam harinya, Hae Soo ternyata masih tetap berada di sana. Chae-Ryung yang menemuinya memberikan semacam obat herbal untuk mengurangi beban pikirannya. Mereka lalu mengenang Lady Hae (Park Shi-Eun) yang membuat Chae-Ryung berpikir tentang ibunya yang menderita sakit sebelum meninggal. Hae-Soo berlutut di samping Chae-Ryung dan berdoa kepada ibunya, berkali-kali mengatakan bahwa ia baik-baik saja. Chae-Ryung menggenggam tangan Hae-Soo untuk menguatkannya, sementara dari kejauhan Wang So memperhatikan mereka. Ia sempat mendatangi (depan) kamar Hae Soo beberapa saat kemudian, namun tidak punya kekuatan untuk masuk ke dalamnya.

Setelah Wang So menikahi Yeon Hwa, pengikut-pengikutnya kini memenuhi ruangannya. Raja memutuskan untuk mengubah nama era kekuasaannya menjadi Gwangdeok. Semua orang setuju dengan hal itu. Wang Wook lalu mengajukan pendapatnya agar Raja melepaskan kontrolnya terhadap keuangan kerajaan dan menyerahkan hal itu pada pejabat istana. Wang So ternyata menyetujuinya, mengatakan bahwa untuk saat ini ia ingin mempelajari lebih banyak lagi literatur-literatur pemerintahan penting sehingga ia mempersilahkan menteri-menteri loyalnya untuk menjalankan pemerintahan.

Tanpa diduga, Raja kemudian memutuskan bahwa pangeran ke-4 Wang Jung telah bersalah dengan tuduhan pengkhianatan dan mendapat hukuman dikucilkan di kampung halamannya, dengan dicopot semua jabatannya. Baek Ah tidak menyetujuinya, namun Wang So tetap berkeras dengan keputusannya, sembari menambahkan bahwa Wang Jung akan dieksekusi apabila ia sampai menginjakkan kakinya ke ibukota. Queen Yoo yang mendengarnya langsung jatuh pingsan.

Saat diberitahu oleh Baek Ah tentang hal itu, Hae Soo berniat untuk berbicara dengan Raja dan memintanya menarik keputusannya. Baek Ah mencegahnya, mengingatkan bahwa kini Hae Soo tidak punya kewenangan untuk itu. Ia pun meminta agar mereka menunggu hingga Raja tenang kembali.

Sejak kejadian itu Queen Yoo menjadi sakit. Ia ingin bertemu dengan Wang Jung, namun Wang So justru memastikan bahwa hanya ialah yang bisa menemui Queen Yoo di ruangannya mulai saat itu. Meski Wang So berusaha untuk memperlakukannya layaknya seorang anak terhadap ibunya, Queen Yoo hanya memandang ke arah Raja sambil terdiam. Bahkan ia menjadi bergetar ketakutan saat Wang So memanggilnya ‘ibu’.

Hae Soo mencoba merayu Raja Gwangjong untuk memperbolehkan Wang Jung menemui ibunya. Wang So menanggapinya dengan membanting sumpitnya penuh emosi dan mengatakan bahwa ia tahu bahwa pastilah Hae Soo yang telah memberitahu Wang Jung mengenai kondisi ibunya karena ia sudah melarang semua orang untuk memberitahu Wang Jung. Hae Soo mengakuinya, berdalih bahwa Wang Jung berhak ada di samping ibunya yang sakit keras.

“Jika sampai Jung diperbolehkan untuk masuk ke dalam istana, aku tidak akan membiarkannya begitu saja. Meskipun itu adalah kamu,” tegas Wang So.

Sementara itu, Wang Jung terus berdiri terpaku di depan gerbang istana, bahkan hingga ia semakin tidak kuat lagi untuk berdiri. Baek Ah sempat menemuinya dan memberinya air, namun sepeninggal Baek Ah, Wang Jung tidak meminumnya, hanya menyiramkannya ke kepalanya sendiri.

Lima hari berlalu. Queen Yoo tetap tidak mau makan dan minum apapun yang diberikan oleh Wang So. Ia menutup mulutnya rapat-rapat sambil sesekali menyebutkan nama ‘Jung’. Wang So tidak mempedulikan hal itu dan memintanya untuk menerima anak yang saat ini merawatnya, bukan yang sudah berada di alam akhirat maupun yang saat ini tidak bisa bersamanya. Mendengar itu, Queen Yoo membuka matanya, mengingat saat dimana Wang So melangkah masuk ke ruangannya dengan tubuh bersimbah darah usai membantai biksu-biksu di sebuah kuil. Kata-kata Wang So saat itu kembali menghantui dirinya sekarang.

Kamu mungkin telah mengusirku keluar, tapi aku tidak akan pergi. Mulai dari sekarang, aku akan memastikan hanya diriku yang bisa kamu lihat.

Melihat senyuman Wang So di saat sekarang membuat Queen Yoo merasakan bahwa kata-kata yang dulu diucapkan Wang So telah menjadi kenyataan. Raja berjanji akan membangun kuil yang megah bagi ibunya serta menyebarkan cerita tentang Queen Yoo sebagai ibu yang hebat. Air mata menetes di pipi Queen Yoo saat Wang So menambahkan bahwa ia akan memberitahu semua orang tentang hubungan mereka berdua, hanya mereka berdua.

“Aku akan menjadi satu-satunya anakmu. Ini adalah pembalasanku terhadapmu yang dulu membuangku sebagai anakmu,” ujar Wang So.

Ucapan Wang So membuat ibunya tidak lagi bisa menahan perasaannya. Nafasnya semakin sesak dan saat ia berusaha untuk meraih wajah Wang So dengan tangannya, ia pun menghembuskan nafas terakhirnya. Sambil menangis, Wang So meraih tangan ibunya dan menyentuhkannya ke wajahnya, merasakan untuk terakhir kalinya sentuhan ibunya yang selama ini tidak mungkin ia dapatkan di kehidupan nyata.

Hae Soo memberitakan tentang kematian Queen Yoo pada Wang Jung. Ia juga yang akhirnya membawa Wang Jung ke kediaman ibunya untuk melihat tubuh ibunya untuk yang terakhir kali. Raja Gwangjong membiarkan hal tersebut untuk saat ini, namu memastikan bahwa setelah itu hukuman Wang Jung akan berlaku kembali.

Beberapa saat kemudian, dengan menangis Wang So mempertanyakan Hae Soo yang memilih berada di pihak Wang Jung.

“Bukan dia yang seharusnya dikasihani. Akulah yang selalu disingkirkan,” teriak Wang So.

Sembari menunjuk ke sisi wajahnya yang memiliki bekas luka, ia memberitahu Hae Soo bahwa ibunya menyentuhnya di bagian itu sesaat sebelum ia meninggal. Ia berkata, “Selama dua puluh lima tahun hidupku, aku tidak pernah memilikinya. Apakah salah sekarang aku menginginkannya untuk diriku sendiri?”

Hae Soo mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah Wang So, namun sebelum ia menyentuhnya, Wang So memegang pergelangan tangan Hae Soo dan berkata, “Kamu seharusnya berkata kamu memahamiku.”

Wang So lantas pergi meninggalkan Hae Soo yang hanya bisa terdiam dan menghela nafas.

Wang So mengkonfrontasi pangeran ke-9 Wang Won (Yoon Sun-Woo). Ia menanyakan keterlibatan Wang Wook atas adanya merkuri di bak mandi Damiwon serta pemberontakan Wang Gyu, yang berakhir dengan kematian Wang Eun dan istrinya. Karena takut dengan ancaman hukuman dimasukkan ke dalam air mendidih, Wang Won akhirnya memberitahukan yang sesungguhnya, bahwa ia hanya diminta oleh Wang Wook untuk melakukan hal itu. Dengan emosi Wang So menggebrak meja, lalu menanyakan satu pertanyaan lagi pada Wang Won, yang tidak diketahui dengan jelas.

Hae-Soo mencari Chae-Ryung di Damiwon. Setibanya di sana, ia heran melihat dayang-dayang yang hanya terdiam. Woo-Hee lantas mengajaknya keluar dimana ia mendapati seorang dayang dalam keadaan tergulung di dalam tikar sedang dipukuli oleh prajurit istana. Menurut Woo-Hee, Raja lah yang telah memerintahkan mereka semua untuk melihatnya sebagai peringatan. Hae-Soo kemudian menanyakan pada Ji-Mong mengapa Raja memerintahkan berbuat sekeji itu. Ji-Mong menjawab bahwa dayang tersebut dianggap telah melakukan perbuatan kriminal yang serius. Hae-Soo langsung jatuh pingsan begitu mengetahui yang ada di dalam gulungan tikar tersebut adalah Chae-Ryung dan ia sudah meninggal.

Dalam keadaan tak sadar, Hae Soo teringat kembali tentang masa-masa kebersamaannya dengan Chae-Ryung. Tak lama kemudian Raja masuk dan memarahi dokter kerajaan yang tidak memberitahunya bahwa Hae Soo sedang sakit. Hae Soo terbangun sesaat kemudian dan mendorong Wang So menjauh saat ia menghampirinya. Ia mempertanyakan keputusan keji Wang So terhadap sahabatnya itu. Raja lantas menceritakan mengenai Chae-Ryung yang telah memata-matainya sekian lama, juga mengkhianati Wang Eun dengan memberitahukan kepada Wang Won dan Wang Wook mengenai gua rahasia yang ada di bawah kamar mandi.

Mendengarnya, Hae Soo jadi teringat bahwa Wang Wook pernah bercerita tentang gua tersebut, yang dikatakan Wang Wook ia ketahui dari Chae Ryung. Sadar bahwa yang dikatakan oleh Wang So barusan mungkin saja memang benar, dengan menangis Hae Soo berkata bahwa satu-satunya kesalahan Chae Ryung adalah terlahir sebagai budak. Wang So berusaha menghiburnya, namun Hae Soo menanggapi dengan dingin, hingga akhirnya Raja Gwangjong pergi meninggalkannya. Sesaat kemudian Hae Soo menyadari adanya sebuah surat dengan tinta merah di mejanya.

Tiba di ruangannya, dengan emosi Wang So menyatakan kekesalannya pada Wang Wook yang sudah mempermainkannya selama ini. Ia menyadari bahwa sekarang ia hanya punya Baek Ah dan Hae Soo di pihaknya.

“Sekarang aku telah menjadi monster di mata Hae Soo. Aku tidak akan membiarkannya lari dari semua ini,” tekad Wang So.

Kembali ke Hae Soo, ia membuka surat bertinta merah tersebut dan langsung menyadari itu adalah tulisan tangan Chae-Ryung. Di surat tersebut, Chae-Ryung mengatakan bahwa ia ingin mengakui semuanya pada Hae-Soo, namun ia sadar bahwa waktunya sudah tinggal sedikit lagi. Ia mengatakan bahwa ia menyayangi Hae-Soo, dan tidak ada yang ia sesali maupun ia benci.

Dalam keadaan mabuk, Wang So masuk ke kamarnya. Melihat ada seseorang di tempat tidur dengan mengenakan topeng, ia mengira itu adalah Hae Soo. Saat hendak menciumnya, ia baru menyadari bahwa itu adalah Yeon Hwa. Reflek, Raja mendorong Yeon Hwa menjauh. Yeon Hwa mengingatkan, bahwa salah satu tugasnya sebagai Ratu yang diminta oleh Wang So untuk ia lakukan, adalah memberikannya anak.

“Bagaimana jika aku memintamu untuk memalingkan punggungmu dari Wook dan keluargamu? Dapatkah kamu melakukannya?” tanya Wang So dengan senyum kecil di bibirnya.

Wang So melanjutkan bahwa jika ia melakukan itu, maka Yeon Hwa akan menjadi satu-satunya ratu untuknya, serta akan memberikan anak yang kelak menjadi putra mahkota.

“Kau akan menjadi ratu dan ibu ratu,” ujar Wang So.

Hae Soo sedang menatap lesu ke arah pemandian di Damiwon sembari memainkan jepit rambut yang diberikan oleh Wang So kepadanya saat Baek Ah datang menemuinya. Sambil berbisik Hae Soo mengatakan bahwa orang yang dicintainya telah membunuh adik kecilnya. Baek Ah mengatakan bahwa raja telah lama mengetahui tentang Chae-Ryung, dan itu sebabnya ia sebelumnya berusaha untuk mengeluarkan Chae-Ryung dari istana.

“Tidak peduli bahwa yang ia lakukan salah, bagaimana bisa ia menghukumnya sedemikian kejam,” respon Hae Soo. “Aku tidak tahu bagaimana cara lepas dari penderitaan ini. Chae-Ryung hanyalah gadis yang sedang jatuh cinta.”

Hae Soo kembali merasa sesak di dadanya. Ia memegangi dadanya sehingga membuat Baek Ah khawatir. Hae Soo lantas memberikan jepit rambutnya pada Baek Ah. Ia meminta Baek Ah untuk memberikannya pada Wang Jung dan mengirimkan pesan untuknya: “Aku menginginkannya”. Meski tidak tahu maksudnya, Baek Ah berjanji untuk menyampaikannya.

Preview Episode 19

Berikut ini adalah video preview episode 19 dari drakor Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo:

» Sinopsis eps 19 selengkapnya

Reply