Rekap Sinopsis Man Living At My House Episode 16 *TAMAT* (13 Desember 2016)

Di sinopsis Man Living At My House episode sebelumnya, ketua Kwon menekan ayah Na-Ri (No Yeong-Kuk) dan membuatnya menyerahkan diri ke kepolisian atas dasar laporan kematian palsu. Mau tidak mau ia melakukannya. Untunglah Kwon Duk-Bong (Lee Soo-Hyuk) yang menjadi pengacaranya memastikan bahwa ayah Na-Ri tidak akan lama berada di penjara dan hanya perlu membayar denda saja. Ayah Na-Ri sendiri masih belum bisa menerima Ko Nan-Gil (Kim Young-Kwang), meski Hong Na-Ri (Soo-Ae) terus berusaha membela Nan-Gil. Sedangkan Nan-Gil, setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya memutuskan untuk tidak jadi meninggalkan Hong Dumplings. Apa yang kira-kira bakal terjadi selanjutnya di sinopsis drama korea Sweet Stranger And Me episode 16 ini?

Dok. gambar dan video © KBS2 of Korea Selatan

Sinopsis Episode 16

Nan-Gil memastikan bahwa ia tidak jadi pergi meninggalkan Hong Dumplings dalam perjalanan pulang ke Seulgi-ri bersama Na-Ri. Setibanya di restoran, Na-Ri mempertanyakan kenapa jarang bisa bersikap layaknya seorang pria dan seorang wanita yang berpacaran, serta banyak melewatkan kesempatan untuk berciuman karena harus menjaga jarak.

“Pernahkah kamu berpikir seberapa berat bagiku untuk berhenti melakukannya?” tanya Nan-Gil.

“Itu berat bagiku juga,” respon Na-Ri.

Keduanya pun lantas saling berciuman.

Na-Ri dan Nan-Gil menemui ayah Na-Ri di penjara. Ayah Na-Ri tidak terlalu senang melihat kedatangan Nan-Gil dan menanyakan kenapa bukan Duk-Bong saja yang datang. Meski begitu, Nan-Gil tetap bersikap hormat padanya, sehingga ayah Na-Ri terlihat sedikit luluh.

Dalam perjalanan pulang, Na-Ri menanyakan kenapa Nan-Gil selalu diam saja saat ayahnya mengatainya. Dengan bercanda Nan-Gil menjawab bahwa jika nanti ayah Na-Ri sudah pulang ke rumah, ia akan menegaskan bahwa dirinya adalah kekasih Na-Ri. Na-Ri tertawa mendengarnya.

Nan-Gil mendatangi Duk-Bong di museum. Ia menyerahkan buku besar yang asli pada Duk-Bong dan menyarankan Duk-Bong untuk segera menyelesaikan urusannya dengan ayahnya, ketua Kwon. Duk-Bong menjawab bahwa ia tidak bisa melakukannya karena tidak ingin mengakhiri hubungannya dengan Na-Ri.

“Kamu bisa tetap menjadi temannya. Aku tidak akan mengijinkan lebih,” respon Nan-Gil.

Na-Ri sedang mengisi form pembatalan pernikahan saat tiba-tiba Nan-Gil mengirim pesan dan mengajaknya untuk berkencan setelah restoran tutup. Nan-Gil sendiri sedang berada di sebuah toko buku dan meletakkan sebuah buku berjudul ‘Hong Na Ri’s Footstep’ di salah satu rak.

Malam harinya, ia mengajak Na-Ri pergi ke sana dan sengaja menggiring Na-Ri ke rak tempat buku tersebut berada. Na-Ri melihatnya dan mengambilnya sambil tersenyum. Isinya adalah pesan-pesan yang dikirimkan oleh Na-Ri pada ibunya saat ia bekerja, sedang judul ‘footstep’ atau tapak kaki terinspirasi dari momen saat Na-Ri dan Nan-Gil menyelidiki tapak kaki orang yang mengurung Na-Ri di gudang bawah tanah. Nan-Gil mengungkapkan bahwa tujuannya memberikan buku itu adalah agar Na-Ri kembali bekerja sebagai pramugari karena ia bisa mengerjakan pekerjaan itu dengan sangat baik.

Na-Ri menemui Duk-Bong di museum robot. Ia meminta maaf karena pada akhirnya tidak bisa menjual tanahnya pada Duk-Bong. Duk-Bong tidak mempermasalahkannya karena ia memang sudah menyerah dengan gentle. Sambil mengingat-ingat kejadian yang pernah mereka alami, Na-Ri secara tidak langsung juga meminta maaf karena selama ini hanya bisa menganggap Duk-Bong sebagai teman.

“Apakah kamu memang tidak pernah mempertimbangkan kemungkinan kita bisa bersama?” tanya Duk-Bong.

Na-Ri hanya menjawab dengan senyuman, yang sudah cukup bagi Duk-Bong untuk tahu maknanya.

Di restoran, Lee Yong-Kyoo (Ji Yoon-Ho) menyesali tindakannya beberapa waktu lalu saat menanggalkan baju koki. Kwon Duk-Sim (Shin Se-Hwui) menyemangatinya karena baginya Yong-Kyoo terlihat cukup keren.

Beberapa saat kemudian mobil dari pemerintahan datang. Mereka menindak Hong Dumplings karena dianggap telah melakukan pembangunan secara ilegal. Tahu itu ulah Greenland, Nan-Gil menanggapinya dengan tenang, sementara Yong-Kyoo sibuk memprotes wajahnya yang ikut dilingkari dan dianggap ilegal.

Duk-Bong berjalan-jalan dengan Na-Ri dengan menggunakan mobilnya. Ia menceritakan niatnya untuk membuka aib keluarganya dan meminta agar Na-Ri tetap mau menjadi temannya saat itu terjadi. Na-Ri mengiyakan.

Setibanya di restoran, Na-Ri masuk ke dalam diikuti oleh Nan-Gil yang kebetulan sedang berada di luar bersama Yong-Kyoo, mengamati bagian restoran yang dianggap ilegal. Yong-Kyoo kemudian mencegat Duk-Bong dan memberitahunya bahwa sebenarnya sudah beberapa kali pihak Greenland melaporkan Hong Dumplings pada pemerintah dengan berbagai alasan yang diada-adakan. Nan-Gil sengaja tidak memberitahukan hal itu pada Duk-Bong. Mengetahui hal itu, Duk-Bong segera menelpon Kwon Soon-Rye (Jung Kyung-Soon) dan memintanya untuk mengirimkan bukti-bukti pembuangan limbah pabrik ilegal yang dilakukan oleh Greenland pada media. Duk-Bong memastikan bahwa ia sendiri yang nantinya akan memberitahu ketua Kwon.

Ketua Kwon melalukan konferensi pers mengenai kasus pembuangan limbah ilegal di depan robot museum. Ia mengakui hal tersebut dan berniat untuk membantu semua pihak yang menjadi korban. Duk-Sim menonton siaran tersebut bersama Yong-Kyoo dengan sedih. Giliran Yong-Kyoo yang menyemangatinya dengan memberikan tanda hati dengan jarinya.

Malam harinya Duk-Bong mendatangi rumah Na-Ri dan mengajaknya minum-minum sebagai teman. Ada Nan-Gil juga di sana. Setelah sempat ngobrol sejenak, Duk-Bong mengatakan bahwa ia akan menyelesaikan urusan status ayah dan anak mereka berdua.

Dengan alasan ingin bertemu Duk-Bong, Duk-Sim meminta Do Yeo-Joo (Jo Bo-Ah) untuk menemaninya bertemu Duk-Bong di sebuah kafe. Ternyata itu hanya akal-akalan Duk-Sim untuk mempertemukan keduanya. Sepeninggal Duk-Sim, Yeo-Joo meminta agar Duk-Bong maupun Duk-Sim tidak menghubunginya lagi karena ia menyukai Duk-Bong. Jika suatu saat nanti Duk-Bong menghubunginya, ia akan menganggapnya sebagai ajakan kencan. Duk-Bong tidak berkata apa-apa dan hanya menatap wajah Yeo-Joo.

Na-Ri menjemput ayahnya yang baru saja dibebaskan dari tahanan. Sampai di restoran, ayah Na-Ri langsung meminta seragam karyawan pada Nan-Gil. Nan-Gil menyanggupi. Ponselnya kemudian berbunyi dan yang menelpon memberitahu tanggal pengadilan pembatalan pernikahannya.

Di hari yang ditentukan, Nan-Gil datang bersama Duk-Bong sebagai pengacaranya. Dengan alasan untuk melindungi tanah dari pihak yang tidak bertanggung jawab, Duk-Bong meminta agar pengadilan bisa membatalkan status pernikahan Nan-Gil dengan Shin Jung-Im (Kim Mi-Sook). Tanpa masalah, pengadilan mengabulkan permohonan tersebut. Keduanya pun pergi meninggalkan gedung pengadilan dengan tersenyum.

Nan-Gil melampiaskan kegirangannya karena semuanya sudah berakhir di pinggir danau bersama Na-Ri.

“Jadi, siapa kamu?” tanya Na-Ri.

“Ko Nan-Gil yang legendaris,” jawab Nan-Gil.

“Kamu pasti bangga dengan julukan itu.”

“Ko Nan-Gil yang legendaris yang hanya mencintai satu wanita sepanjang hidupnya.”

Na-Ri lantas menanyakan bagaimana sebaiknya mereka memanggil satu sama lain berhubung hubungan mereka kini sudah tidak lagi ayah dan anak. Nan-Gil menawarkan ‘honey’ dan ‘sweetie’, tapi Na-Ri hanya tertawa mendengarnya. Ia malah pergi begitu saja meninggalkan Nan-Gil dengan tersenyum. Nan-Gil lalu menyusulnya.

“Aku mencintaimu, Hong Na-Ri,” ujar Nan-Gil seraya memeluk Na-Ri.

Satu tahun berlalu. Nan-Gil kini rutin menjemput Na-Ri di bandara setiap ia usai menjalankan tugasnya sebagai pramugari. Tidak terkecuali kali ini. Karena rekan-rekannya sibuk membahas tentang ramalan tarot yang sedang ngetren, Na-Ri mengajak Nan-Gil untuk mampir ke seorang peramal tarot sebelum mereka pulang.

Sementara itu, ketua Kwon mengunjungi Duk-Bong di museum robot. Ia memberitahukan bahwa perusahaan mereka kini bangkrut gegara ulah Duk-Bong. Namun ia tidak mempermasalahkannya karena baru saja mendapat solusi. Ketua Kwon kemudian bercerita bahwa beberapa waktu lalu ia bertemu dengan Suh Young, mantan tunangan Duk-Bong, yang ternyata masih memikirkan Duk-Bong. Ia berencana untuk melakukan merger dengan perusahaan keluarga Suh Young dengan menggunakan pernikahan Duk-Bong dan Suh Young. Duk-Bong menolak mentah-mentah rencana tersebut dan mengatakan bahwa ia sudah punya kekasih.

Di tempat si peramal, Nan-Gil diminta untuk mengambil dua kartu terlebih dahulu. Dengan enggan ia mengambilnya. Kartu pertama menggambarkan Nan-Gil sebagai seorang legend karena sudah berhasil menyelesaikan segala urusannya (completion). Na-Ri langsung kaget karena ramalan tersebut tepat. Saat kartu kedua dibuka, yang muncul adalah kartu ekspansi (expantion), dimana Nan-Gil sebaiknya melakukan ekspansi usahanya.

Mendadak Nan-Gil berdiri dan mengajak Na-Ri untuk pulang. Na-Ri enggan karena juga ingin mencoba, tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena Nan-Gil memaksa. Walau begitu, Na-Ri sempat menarik sebuah kartu sebelum ia pergi. Sepeninggal mereka, si peramal melihat kartu tarot yang tadi ditarik Na-Ri dan ternyata itu adalah kartu cinta (lovers). Ia pun jadi iri terhadap mereka berdua.

Mampir di sebuah rumah makan untuk makan siang, Nan-gil akhirnya menceritakan bahwa pada saat Na-Ri pergi, ayah Na-Ri dan pamannya, Shin Jung-Nam (Kim Ha-Kyun), menandatangani kontrak kerjasama pengembangan Hong Dumplings melalui sistem franchise dengan sepasang suami istri pengusaha. Nan-Gil belum menceritakannya karena takut Na-Ri kesal, tapi ternyata Na-Ri justru senang dan antusias dengan hal itu. Dalam perjalanan pulang, Na-Ri sibuk mencari slogan yang cocok bagi restoran mereka.

Di museum robot, untuk mencegah perjodohannya, Duk-Bong memutuskan untuk menelpon Yeo-Joo dan memintanya untuk menemuinya ayahnya bersama dengan dirinya. Melihat Duk-Bong sungguh punya kekasih, ketua Kwon akhirnya membatalkan niatnya untuk melakukan merger perusahaan. Yeo-Joo sendiri menagih janji Duk-Bong untuk berkencan dengannya apabila ia menelponnya. Duk-Bong tidak menolak tapi meminta agar mereka berteman dan saling mengenal terlebih dahulu. Yeo-Joo tersenyum mendengarnya.

Hari demi hari berlalu. Saat pulang dari penerbangan, Yeo-Joo menunjukkan halaman media sosial Hong Dumplings yang penuh berisikan foto-foto Nan-Gil dengan wanita-wanita yang belajar cara membuat pangsit di tempatnya (untuk keperluan franchise). Restoran Hong Dumplings bahkan kini lebih populer ketimbang museum robot.

Karena Nan-Gil mengabari bahwa ia tidak sempat menjemputnya, Na-Ri kemudian pergi berdua bersama Yeo-Joo ke sebuah pertokoan. Di sana Na-Ri memberitahu Yeo Joo bahwa ia bahagia melihat Nan-Gil kini menjalani hari-harinya seperti manusia normal. Yeo-Joo menanggapi bahwa ia bahagia melihat Na-Ri bahagia. Sambil memeluk Na-Ri, Yeo-Joo berterima kasih pada Na-Ri karena telah membuatnya menjadi sedikit lebih dewasa.

Kim Wan-Sik (Woo Do-Hwan) yang sudah keluar dari penjara datang menemui Nan-Gil di Hong Dumplings. Nan-Gil menyambutnya dengan hangat dan menanyakan apakah ia mau bekerja di restoran. Dengan tertawa Wan-Sik menolak karena tidak berminat untuk bekerja sebagai bawahan Nan-Gil.

Tak lama kemudian Na-Ri tiba di restoran. Nan-Gil menyambutnya sembari mengungkapkan rasa kangennya.

Di rumah, Na-Ri mengatakan bahwa ia akan menyewa apartemen saja di Seoul agar tidak bolak-balik datang ke Seulgi-ri. Nan-Gil tidak memperbolehkannya dan meminta Na-Ri untuk menghabiskan kopi yang sudah ia buatkan. Alih-alih meminumnya, Na-Ri memilih untuk merebahkan diri di pundak Nan-Gil. Dengan menghela nafas Nan-Gil menghabiskan kopi tersebut. Terlihat tulisan ‘Maukah kamu menikahiku?’ di dasar cangkir.

Nan-Gil kembali mencoba untuk melamar Na-Ri. Kali ini dengan menggunakan boneka yang bisa merekam suara dan memainkan hasil rekaman suara tersebut apabila badannya ditekan. Sial baginya, saat melihat boneka tersebut Na-Ri sama sekali tidak berminat memegangnya. Nan-Gil sendiri berusaha terus menekan-nekan boneka tersebut, tapi tidak terdengar apa-apa. Setelah Na-Ri pergi, Nan-Gil memukul boneka tersebut dengan kesal dan barulah terdengar suara ‘Menikahlah denganku, menikahlah denganku’. Dari kejauhan, Na-Ri yang mendengar suara tersebut tersenyum.

Na-Ri dan Nan-Gil mendatangi gedung sekolah mereka. Kenangan demi kenangan tentang tempat tersebut terlintas di pikiran mereka.

Nan-Gil kemudian mengajak Na-Ri masuk ke ruang kelas mereka dahulu. Ada sebuah gambar bertuliskan ‘Hong Na-Ri, maukah kamu menikahiku’ tertempel di papan. Na-Ri tersenyum melihatnya.

“Hong Na-Ri, maukah kamu menikahiku?” tanya Nan-Gil seraya membuka sebuah kotak berisikan cincin.

“Oke, ayo kita menikah,” jawab Na-Ri.

Dengan tersenyum lega, Nan-Gil menyematkan cincin tersebut ke jari Na-Ri.

Di Hong Dumplings, Park Joon (Lee Kang-Min) dan Kang Han-Yi (Jung Ji-Hwan) menanyakan apakah hubungan Yong-Kyoo dengan Duk-Sim baik-baik saja karena Duk-Sim sudah tidak lagi tinggal di Seulgi-ri. Dengan sok pede Yong-Kyoo menjawab bahwa ia tidak mempermasalahkannya karena ia kini punya banyak fans di restoran. Joon dan Han-Yi lantas menyindirnya karena fans yang dimaksud Yong-Kyoo hampir semuanya adalah wanita yang jauh lebih tua.

Hubungan Yeo-Joo dengan kedua orangtuanya makin membaik. Ia tidak lagi memusingkan soal biaya rumah sakit dan dengan suka cita merawat ayahnya di sana.

Pun begitu dengan hubungan keluarga Duk-Bong yang sudah tidak kaku seperti dulu lagi. Ketua Kwon bisa menerima Duk-Bong yang memilih untuk meninggalkan Greenland untuk sementara waktu, sedang Duk-Sim juga sudah tidak marah-marah lagi dengan ibunya. Soon-Rye juga demikian, tidak lagi menyimpan dendam pada ketua Kwon.

Sementara itu, ayah dan paman Na-Ri yang sudah sepenuhnya menerima Nan-Gil memaksa mereka untuk segera menikah. Keduanya hanya tersenyum menanggapinya. Na-Ri sendiri terus belajar cara membuat pangsit bersama Nan-Gil.

Dan mencintai seseorang adalah berjalan di jalur kehidupan bersama-sama layaknya keluarga.

Tema artikel yang berhubungan: , , , ,

Reply