Rekap Sinopsis Circle Episode 10 Part 1 (20 Juni 2017)

Di sinopsis Circle: Two Worlds Connected episode sebelumnya, Kim Woo-Jin (Yeo Jin-Goo) akhirnya dapat bertemu kembali dengan kakaknya, Kim Beom-Gyoon (An Woo-Yeon). Namun akibat ulat biru yang masih bersarang di otaknya, kondisi Beom-Gyoon semakin lama semakin memburuk dan ia mulai kehilangan ingatannya. Sementara itu, setelah mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan oleh profesor Han Yong-Woo (Song Young-Kyu), profesor Park Dong-Gun (Han Sang-Jin) menjadi tertarik untuk mengambil alih proyek yang dilakukan oleh profesor Han. Ia bahkan berhasil memperalat Woo-Jin untuk memeriksa apakah ada informasi mengenai ulat biru tersebut di komputer milik Kim Kyu-Cheol (Kim Joong-Ki). Tanpa disangka, Woo-Jin dan Han Jung-Yeon (Kong Seung-Yeon) justru menemukan fakta mengenai apa yang sebenarnya dicari oleh profesor Han selama ini. Apa yang akan terjadi selanjutnya di sinopsis Circle episode 10 part 1 kali ini?

Dok. gambar dan video © tvN of Korea Selatan

Sinopsis Episode 10 Part 1

Judul: BETA Project

Tahun 2008. Kyu-Cheol mendatangi rumah ibunya dan menitipkan flashdisk berbentuk salib kepadanya. Sebelum kembali pergi, ia berpesan agar ibunya tidak memberikan benda tersebut kepada siapapun selain dirinya.

Tahun 2017. Detektif Choi (Shin Dam-Soo) menculik profesor Park dan membawanya ke sebuah tempat. Melihat orang-orang yang ada di sana, profesor Park segera mengetahui bahwa mereka adalah Human B. Detektif Choi menanyakan keberadaan profesor Han pada profesor Park. Alih-alih memberitahunya, profesor Park menawarkan diri untuk menggantikan posisi profesor Han untuk melanjutkan proyek tersebut. Terlebih, ia sudah mengetahui cara kerja sistem memori yang dimaksud setelah diam-diam mengamati aksi Woo-Jin dan Jung-Yeon di ruang kerja Kyu-Cheol sebelumnya. Perwakilan Human B menjawab akan mempertimbangkan hal tersebut.

Woo-Jin masih syok dengan fakta yang barusan ia peroleh dari komputer ayahnya saat Park Min-Young (Jung In-Sun) menelponnya dan memberitahu Beom-Gyoon yang kini juga sudah tidak mengenali dirinya. Woo-Jin mencoba untuk menenangkannya. Ia lantas kembali masuk ke ruang kerja ayahnya dan mengkopi seluruh memori miliknya yang ada di sana ke dalam harddisk, agar jika suatu saat nanti ingatan Beom-Gyoon benar-benar menghilang, memori miliknya dapat membantu mengembalikan ingatan Beom-Gyoon.

Tiba di rumah sakit, Woo-Jin dan Jung-Yeon terkejut mendapati kamar inap Beom-Gyoon yang kosong. Beom-Gyoon ternyata hanya pergi ke taman di seberang rumah sakit. Ia sempat kaget saat melihat sosok Jung-Yeon. Khawatir Beom-Gyoon mengingat Jung-Yeon sebagai alien, secara spontan Woo-Jin menghalangi pandangan Beom-Gyoon. Untunglah, ingatan Beom-Gyoon terhadap Jung-Yeon juga sudah hilang. Ia bahkan mengira Jung-Yeon adalah pacar Woo-Jin. Sesaat kemudian Min-Young tiba dengan membawa sebuah sepeda. Beom-Gyoon mengatakan bahwa ia dan Min-Young sengaja pergi ke taman karena ia hendak mengajari Min-Young cara bersepeda.

Melihat sosok kakaknya yang ceria membuat Woo-Jin galau. Ia mengungkapkan niatnya pada Jung-Yeon untuk pergi saja berdua ke suatu tempat agar tidak lagi dikejar-kejar oleh profesor Han. Min-Young yang tanpa sengaja mendengarnya menjadi kesal dengan niat Woo-Jin. Ia menegaskan bahwa baik maupun buruk ingatan yang dimiliki Beom-Gyoon, ingatan itulah yang membuat Beom-Gyoon adalah Beom-Gyoon. Ia juga menuduh Woo-Jin sengaja memutuskan untuk pergi karena hanya ingin mencari jalan yang mudah saja.

Hong Ji-Hong (Seo Hyun-Chul) tiba-tiba dibebastugaskan dari kasus Beom-Gyoon. Tidak itu saja, direktur rumah sakit (ayah Min-Young) mendadak mendapat tuduhan melakukan penggelapan. Untuk proses investigasi, semua dokumen milik rumah sakit diambil oleh pihak penyidik. Termasuk data-data pasien yang ada di sana. Ji-Hong yang kebetulan mendatangi rumah sakit heran saat Min-Young memberitahunya bahwa pihak penyidik juga membawa hasil pemeriksaan pasien karena hal tersebut tidak berkaitan dengan urusan penggelapan.

Sementara itu, di kamar inap Beom-Gyoon, seorang perawat masuk dan mengatakan akan membawa Beom-Gyoon untuk melakukan pemeriksaan. Jung-Yeon yang berada di sana segera menyadari ada yang tidak beres, apalagi setelah melihat sepatu pantofel yang dikenakan oleh si perawat. Ia langsung memberitahu Woo-Jin tentang hal itu.

Berkat bantuan Ji-Hong dan Min-Young, Woo-Jin berhasil merebut kembali Beom-Gyoon saat si perawat palsu hendak memasukkannya ke sebuah mobil yang terparkir di basement. Woo-Jin sempat panik saat mengetahui Beom-Gyoon tidak kunjung sadarkan diri. Jung-yeon menenangkannya serta memberitahunya bahwa saat itu Beom-Gyoon dalam keadaan terbius dan baik-baik saja.

Beberapa saat kemudian profesor Park menelpon Woo-Jin dan menanyakan kondisi Beom-Gyoon. Ia mengaku habis diculik oleh profesor Han dan mendengar rencana profesor Han untuk menculik Beom-Gyoon. Woo-Jin yang masih mempercayai profesor Park lantas menemuinya di suatu tempat. Di sana, profesor Park menceritakan tentang Human B yang berada di balik aksi profesor Han. Ia juga memberitahu Woo-Jin bahwa yang diinginkan oleh profesor Han adalah Jung-Yeon. Tidak tahu harus berbuat apa, Woo-Jin meminta profesor Park untuk menyampaikan pada profesor Han bahwa ia akan berpikir selama satu hari sebelum mengambil keputusan.

Woo-Jin mendatangi ruang kerja ayahnya dan menanyakan apakah ada sesuatu yang ditinggalkan oleh ayahnya. Komputer kemudian memutar rekaman ingatan Woo-Jin saat ia menghampiri Byul yang sedang menggunakan komputer Kyu-Cheol. Tak butuh waktu lama bagi Woo-Jin untuk menyadari bahwa peninggalan ayahnya yang dimaksud adalah flashdisk berbentuk salib yang saat itu ada di depan monitor. Ia juga langsung teringat bahwa flashdisk ada di tempat neneknya.

Woo-Jin bergegas mendatangi tempat neneknya dirawat dan memintanya untuk memberikan flashdisk tersebut. Awalnya neneknya tidak mau melakukannya, namun melihat Woo-Jin yang memohon sambil menangis membuat sang nenek akhirnya sadar bahwa yang ada di hadapannya adalah Woo-Jin. Ia pun lantas memberikan flashdisk tersebut pada Woo-Jin.

Tiba di kamar kostnya, Woo-Jin cepat-cepat menancapkan flashdisk tersebut ke laptopnya untuk mengetahui isinya. Ia sempat frustrasi saat melihat yang muncul hanyalah layar gelap. Namun sesaat kemudian, rekaman video ayahnya muncul di layar.


» Bersambung ke Part 2

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply