Pengalaman Mengambil ePaspor di Kantor Imigrasi Surabaya

Tulisan ini lanjutan dari artikel sebelumnya, tentang Pengalaman Mengurus ePaspor di Kanim Surabaya. Akhirnya, setelah melalui penantian panjang (telat dua minggu dari jadwal awal dan harus melalui drama misterius), ePaspor yang baru sudah ada di tangan saya. Jadi deh jalan-jalan ke Jepang. Sebelumnya sudah sempat gundah gulana, bener-bener gak lucu kalau gagal traveling ke negerinya Luffy, Naruto, dan Son Goku hanya gara-gara batal punya paspor, hehehe.

The Drama

Jadi begini. Awalnya, paspor dijanjikan selesai dalam waktu 10 hari kerja atau sekitar 2 minggu. Saya pun melakukan prosedur pengecekan status permohonan paspor melalui SMS. Anehnya, SMS balasan yang saya terima tidak menunjukkan status paspor saya sama sekali. Saya lalu mencoba mengecek melalui form pengecekan yang ada di web. *Jreng* *Jreng* Statusnya adalah “Wawancara OSS” 😮

Sudah wawancara, sudah foto, sudah bayar, lah kok dibilang statusnya masih wawancara???

Setelah bersusah payah mendapatkan nomer SMS Kanim Surabaya yang aktif (bukan nomer SMS center), saya pun menanyakan status permohonan paspor melalui SMS. Dari mereka, saya mendapat jawaban kalau proses verifikasi data saya masih belum selesai dari pusat. Ini disebabkan karena nama terakhir pada paspor sebelumnya (nama tambahan, menggunakan nama belakang ayah saya) berbeda dengan yang ada pada Kartu Keluarga. Waktu pertama kali dulu membuat paspor memang petugas memberikan nama belakang sesuai dengan nama ayah saya yang ada di ijazah SMA, yang memang kebetulan berbeda satu huruf.

Okelah, hari demi hari saya lalui dengan menunggu dan sesekali melakukan pengecekan melalui SMS maupun web. Tepat sebulan kurang satu hari dari tanggal pengajuan ePaspor, saya masih mendapat status “Wawancara OSS”. Karena sudah tidak tahan lagi menahan galau, saya pun meng-SMS mereka dan mempertanyakan kepastian status paspor saya. Dua jam kemudian saya mendapat balasan kalau paspor sudah bisa diambil. Ajaib.

Untuk memastikan, saya melakukan pengecekan di web, dan benar, paspor saya sudah bisa diambil.

Status Permohonan Paspor

Sedikit catatan, dari hasil gugling, hanya ada SATU orang yang mengalami kasus yang sama dengan saya dan melaporkannya di internet. Gak nyangka, bisa-bisanya ngalamin kejadian super langka seperti ini, hehehe.

Tata Cara Pengambilan Paspor / ePaspor

Sehari setelah mendapat konfirmasi paspor bisa diambil, saya mendatangi Kanim Surabaya Waru di Graha Pena. Waktu itu sekitar pukul 10.30. Saya sengaja datang siang karena setahu saya untuk pengambilan paspor tidak terlalu padat, berbeda dengan saat pengajuan. Dan benar, hanya ada 3 orang pengantri di depan saya. Dan untungnya lagi, ternyata mulai tanggal 14 November 2016 lalu, jadwal pengambilan paspor di Kanim Surabaya Waru memang dimulai pukul 10.00 hingga 16.00. Untung tidak terlalu bersemangat pagi datangnya, hehehe.

Untuk melakukan pengambilan paspor, langkah pertama adalah melakukan pengecekan status di mesin komputer yang sudah tersedia. Proses ini otomatis memberi notifikasi pada petugas di bagian loket apabila kita akan melakukan pengambilan paspor. Jika sudah, kita cukup mendatangi loket dan menunggu panggilan. Setelah dipanggil dan tanda tangan di form pengambilan, paspor akan diserahkan pada kita. Gampang, kan?

Berikut penampakan ePaspor milik saya dan perbandingannya dengan buku paspor yang lama.

Cover Depan Paspor Lama

Cover Depan ePaspor Baru

Banyak yang sebelumnya melaporkan bahwa halaman ePaspor lumayan bagus dan ternyata memang benar. Gambarnya lebih jelas dan juga lebih menarik. Jadi sayang buat dikasih cap stempel imigrasi……….. nggak juga sih :p

Halaman Bagian Dalam ePaspor

Halaman Bagian Dalam ePaspor


Demikian pengalaman saya melakukan pengambilan buku ePaspor di kantor imigrasi Surabaya Waru yang ada di gedung Graha Pena. Prosesnya cukup mudah dan jauh lebih efektif dibandingkan 4 tahun lalu saya membuat paspor. Salut buat Direktorat Jendral Imigrasi yang terus melakukan pembenahan dan pengembangan layanan. Berikutnya mungkin bisa dicari solusi untuk mengurangi / menghilangkan antrian permohonan paspor. Kasihan tuh bapak-bapak dan ibu-ibu yang sudah tua tapi belum bisa melewati jalur express VIP karena umurnya belum mencapai 65 tahun, harus ikut berdiri di antrian…

8 Comments - Add Comment

Reply