Pengalaman Buruk Saat Mengurus Paspor Di Kanim Tanjung Perak Surabaya

Sudah merasakan sendiri bagaimana perubahan layanan terhadap masyarakat dari Dirjen Imigrasi saat mengurus penggantian paspor biasa menjadi e-paspor beberapa waktu lalu, saya cukup kaget ketika membaca aduan seorang warga Surabaya terkait buruknya kejadian yang ia alami saat mengurus pembuatan paspor untuk anaknya di kantor imigrasi kelas 1 Tanjung Perak Surabaya yang bertempat di jalan Darmo Indah Raya No. 21. Saya sendiri beberapa tahun lalu membuat paspor untuk pertama kalinya di kanim tersebut dan kebetulan semuanya lancar jaya. Semestinya kalau dulu sudah lebih baik, yang sekarang jadi lebih baik lagi, kan?

Berikut cerita lengkapnya, dilansir dari laman Facebook E100.

TIDAK DIANJURKAN BIKIN PASSPORT di KANTOR IMIGRASI KELAS 1 TANJUNG PERAK

Kronologi:

1. Saya antri dari jam 4 pagi untuk keperluan bikin passport anak saya usia 2.5th.

2. Ketika front desk untuk cek kelengkapan data dibuka jam 8 pagi, ternyata ada data saya yang kurang yaitu surat nikah asli. Sehingga akhirnya suami saya pulang kembali ke Sidoarjo untuk ambil surat nikah tersebut.

3. Setelah suami kembali dan ke front desk lagi untuk cek kelengkapan lagi, pihak front desk (dengan nama Dewi Astuti) bilang oke sudah lengkap dan saya di beri nomer antrian C041 (kode C ini adalah jalur khusus Lansia, Ibu Hamil, dan penyandang cacat) karena anak saya masih balita maka di beri kode C ini yang katanya jalur khusus sehingga bisa selesai lebih cepat. Ternyata saudara saya yang dapat antrian di jalur kode B yang untuk umum malah sudah selesai lebih dahulu pkl 11.30wib.

4. Sedangkan Saya dan anak saya harus nunggu sampai jam 2 siang baru dipanggil nomer antrian saya. Kami sudah berusaha bersabar menunggu sedangkan anak saya belum makan dari pagi karena kami tidak berani pergi dari lokasi karena takut terlewat no antriannya.
Dan ini yang membuat saya KECEWA terhadap PETUGAS IMIGRASI KELAS 1 TANJUNG PERAK adalah :

5. Pada saat saya sudah dihadapan petugas imigrasi LOKET 1 saya kehilangan KTP asli saya (sehingga saya panik buka2 tas di depan petugas tersebut.. begitu juga dengan suami saya juga bongkar2 tas dia takutnya saya titipkan KTP saya ke dia) kemudian dengan tiba2 berkas saya DILEMPAR di depan saya dan suami saya. Dan PETUGAS tersebut dengan AROGANnya bilang “Anda berdua masih berminat untuk bikin pasport tidak?! (Nada tinggi) kok malah asyik sendiri?! kalo tidak niat silahkan pulang! (Nada tinggi dengan menyindir+muka nyinyir)

Dalam hati saya kaget dan tersinggung.. kok bisa petugas imigrasi arogan dan kurang ajar gini? padahal saya dan suami berusaha sesopan mungkin.. kemudian petugas tersebut tidak mau melanjutkan memproses data anak saya. Saya tahu kalo PETUGAS IMIGRASI tersebut model orang yang GILA HORMAT sehingga saya melihat anak saya yang sudah kelelahan dan lapar saya memutuskan mengalah terhadap PETUGAS AROGAN tersebut dan saya berkata “baik Pak saya minta maaf ya, silahkan dilanjutkan” baru setelah saya berkata demikian PETUGAS AROGAN tersebut mau kembali memeriksa berkas anak saya.

TIDAK CUKUP SAMPAI DISITU KESOMBONGAN PETUGAS IMIGRASI TANJUNG PERAK LOKET 1 pada tgl 6 April 2017

6. Setelah KTP saya ketemu dan saya berikan ke PETUGAS AROGAN tersebut, ternyata KTP saya ditolak dengan alasan belum e-KTP.

PERTANYAAN saya:
Kalo memang KTP saya tidak bisa, kenapa di FRONT DESK saat pagi hari tadi tidak di beritahu? Kok sekarang saya sudah antri dari jam 4 pagi sampai jam 2 siang dan ditolak!!! Apalagi yang nolak itu tidak mau memberikan penjelasan dengan baik dan pasang tampang meremehkan malah bilang ke petugas rekan sebelah dia “Pak gimana nih.. Kamu aja yang jelasin ke mereka saya ga mau” (ini lah contoh petugas pelayan masyarakat di Indonesia, SDM rendahan bgini masih dipakai aja, melayani masyarakat sudah menjadi tugas mereka bukan? Kalo memang tidak mampu bekerja dengan baik dan TIDAK PUNYA ETIKA lebih baik jadi pekerja kasaran saja)

Saya ini seorang Ibu…melihat anak saya yang belum makan dari pagi (cuma minum susu saja karena anak saya belum bisa makan di kantin imigrasi) dengan tidak bisa menahan rasa emosi dan kecewa saya, air mata saya menetes. Perasaan KECEWA saya tidak terbendung lagi..

DAN PUNCAKNYA PETUGAS IMIGRASI AROGAN TERSEBUT berkata
“IBU INI PINTAR YA ACTING’nya”

Saya mendengar itu lgs tidak bisa membendung EMOSI saya.. saya bilang “SAYA TIDAK MASALAH APABILA SAYA yang DILONTANG LANTUNGKAN SEBEGINI LAMA HANYA UNTUK URUS PASPORT, TAPI SAYA INI NGURUS PUNYA ANAK SAYA KASIHAN ANAK SAYA!!!”
Akhirnya muncul petugas lain yang JAUH LEBIH BAIK DAN TIDAK AROGAN.. Cara menjelaskan juga lebih sabar dan bisa menghargai saya sebagai WARGA SIPIL.

7. Akhirnya saya harus lari2 ke dispenduk untuk urusan E-KTP saya dan syukurlah petugas di DISPENDUK TIDAK MEMPERSULIT dan malah sangat MEMBANTU. Terima kasih DISPENDUK KOTA SURABAYA.

8. Urusan e-KTP beres saya dan suami beserta anak saya kembali ke IMIGRASI TANJUNG PERAK. Dan apa yang saya dapatkan? PETUGAS AROGAN tersebut TIDAK MAU MELAYANI SAYA dan HANYA MEMANDANG SAYA DENGAN WAJAH MEREMEHKAN DAN TIDAK SOPAN.
Sehingga pada akhirnya saya dilayani oleh petugas Lain dan lebih sopan yang bernama BAPAK ILHAM (padahal saat itu Bapak Ilham bertugas di Loket 3 tapi Beliau dengan senang hati dan sopan memeriksa berkas saya di Loket 1).

SAYA INI WARNA NEGARA INDONESIA (WNI)

SAYA INI DIAJARKAN UNTUK SOPAN DAN MENGHARGAI ORANG LAIN. Walopun orang tersebut tidak memiliki jabatan yang lebih tinggi drpd saya,.saya tetap berusaha berlaku sesopan mungkin.

TAPI MENGAPA PETUGAS IMIGRASI yang notabene digaji untuk melayani rakyat kok malah AROGAN DAN MELECEHKAN. Memang Anda pikir Anda siapa???? Baru jadi petugas aja uda gayanya selangit!!! Makanya hidup anda ya gitu2 aja!!! Tuhan itu gak buta Pak kalo orang2 seperti Anda diberi kekuasaan bisa2 rakyat kecil Anda PERSULIT dan DILECEHKAN terus.
Dan NAMA PETUGAS IMIGRASI AROGAN tersebut ADALAH

“IRWAN”

bertugas di LOKET 1 KANTOR IMIGRASI KELAS 1 TANJUNG PERAK DI LOKET KHUSUS IBU HAMIL, LANSIA, P. CACAT pada tgl 6 April 2017.

IBU RISMA yang terhormat (apabila ibu membaca ini) bisakah ibu berbaik hati untuk meninjau Kantor Imigrasi tersebut dan menindak lanjuti petugas2 yang AROGAN seperti IRWAN tersebut? Agar pelayanan terhadap rakyat biasa seperti saya bisa lebih baik dan lebih dihargai? Bukan diinjak2 dan dilecehkan seakan2 saya yang butuh jadi dia bisa seenaknya sendiri memperlakukan saya?

Sekali lagi saya marah karna saya seorang Ibu dan saya sangat kasihan melihat anak saya harus ikut antri dari jam 4 pagi sampai jam 16.30wib baru bisa foto.. itupun menuggu untuk foto saja lamanya bukan main.

Berikut saya lampirkan foto PETUGAS AROGAN di Kantor Imigrasi Kelas 1 Tanjung Perak Surabaya. (The FAT ONE is IRWAN)

Foto oknum petugas imigrasi Tanjung Perak Surabaya

Kalau memang yang diceritakan di atas benar adanya, ini sepertinya tamparan yang keras bagi Dirjen Imigrasi yang terus berkomitmen untuk memperbaiki layanan mereka. Ya, mungkin saja petugas yang bersangkutan sudah lelah karena mengurusi sekian banyak pemohon paspor. Tapi perlu diingat bahwa kami, masyarakat yang melakukan permohonan paspor, juga harus melewati masa-masa mengantri yang tidak tanggung-tanggung durasinya, yang semestinya bisa ditiadakan dengan menerapkan sistem antrian yang lebih efektif.

Di sisi lain, dari cerita di atas, terselip sebuah apresiasi bagi layanan Dispendukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) Surabaya. Yang ini saya juga sudah menyaksikan sendiri bagaimana cekatannya mereka bekerja saat dua kali menemani teman saya dan orang tua saya mengurus dokumen kependudukan di gedung Siola alias Tunjungan City.

Yah, semoga saja segera ada respon dan penjelasan dari pihak Dirjen Imigrasi, khususnya Kanim Kelas I Tanjung Perak Surabaya, untuk bisa menyelesaikan masalah ini.

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply