Pajak Bisnis Online

Bagi yang berkecimpung di dunia bisnis online atau bisnis internet — termasuk publisher iklan, dropshipper, pemilik toko online, dan sebagainya — membayar pajak biasanya enggan dilakukan. Selain males ribet, kurangnya informasi mengenai pajak bisnis online yang harus dibayar pun kerap menjadi kendalanya. Alhasil, banyak yang memilih untuk absen membayar, terlebih mendaftarkan diri sebagai wajib pajak dan memiliki NPWP (Nomer Pokok Wajib Pajak). Padahal, NPWP semakin lama semakin pelik tingkat kepemilikannya. Seperti untuk membeli rumah, membeli mobil, dan sebagainya.

Bagaimana perhitungan pajak bisnis online?

Sebenarnya, jika pebisnis internet mau sedikit saja meluangkan waktunya untuk mencari informasi (atau menguatkan nyalinya untuk bertanya langsung ke petugas pajak), pajak bisnis internet tidak seribet yang dibayangkan. Pemerintah sudah mempermudah perhitungan pajak penghasilan bagi wajib pajak perorangan dan badan usaha yang memiliki omzet per tahun kurang dari Rp 4.800.000.000,- (4.8M), yaitu hanya sebesar 1% dari omzet. Ketentuan ini diatur dalam PP Nomor 46 Tahun 2013, dan dipertegas lagi pelaksanaannya dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-32/PJ/2014 tanggal 17 September 2014.

Dengan aturan di atas, maka perhitungan pajak bagi pebisnis online otomatis mengikuti aturan PPh tersebut, yaitu 1% dari penghasilan kotor.

Sebagai contoh, apabila penghasilan Anda pada bulan Januari dari Google Adsense, KlikSaya, Amazon, dan sebagainya total adalah sebesar Rp 10.000.000,-, maka pajak yang harus Anda bayarkan adalah sebesar 1% x Rp 10.000.000,- = Rp 100.000,-

Kapan pajak bisnis online dibayarkan?

Pembayaran pajak bisnis online adalah selambat-lambatnya tanggal 15 pada bulan berikutnya. Artinya, untuk penghasilan bulan Januari, pajaknya harus dibayarkan paling lambat tanggal 15 Februari.

Bagaimana prosedur membayar pajak bisnis online?

Pembayaran pajak penghasilan (PPh) dilakukan setiap bulan sesuai dengan ketentuan di poin sebelumnya. Pada saat membayar, wajib pajak juga harus menyerahkan form SSP yang telah diisi. Untuk detil tata cara mengisi form SSP dan langkah-langkah pembayaran pajak di bank dapat dibaca di sini.

Simpan baik-baik lembar SSP yang dikembalikan oleh pihak bank / kantor pos atau bukti pembayaran lain jika menggunakan metode pembayaran lain (eBanking, ATM, dsb) karena nanti perlu disertakan pada saat menyerahkan SPT Tahunan.

Bagaimana cara mengisi SPT pajak bisnis online?

Bersyukurlah, untuk wajib pajak yang terkena aturan PPh Final 1% di atas, termasuk para pebisnis internet, mengisi SPT menjadi semudah membalikkan telapak tangan. Kenapa? Karena selain mengisi data identitas dan nomer NPWP, isian lainnya cukup diisi dengan nihil atau tanda centang 🙂

Untuk detilnya akan dilengkapi di lain waktu ya, kebetulan waktu terakhir mengisi SPT bulan Maret lalu lupa untuk mengambil gambar / screenshot.

Hal lain yang perlu dilakukan

Selain mengisi SSP dan membayar pajak setiap bulannya, pebisnis internet juga harus mencatat besarnya penghasilan yang diperoleh setiap bulan. Form isian sebenarnya sudah disediakan dan dapat diambil di kantor pajak atau pada saat akan menyerahkan SPT. Namun kita juga dapat membuatnya sendiri dengan menggunakan Microsoft Word, Excel, dan sebagainya. Contoh tampilan form dapat dilihat di bawah ini.

tabelgaji

Tidak sulit, bukan? Jadi, nanti pada saat menyerahkan SPT di bulan Maret, selain form SPT itu sendiri, Anda juga harus menyertakan bukti pembayaran pajak bulanan serta lembar penghasilan di atas.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan untuk menjadi warga negara yang bijak tidaklah sulit. Secara garis besar berikut langkah-langkahnya:

  1. Mendaftarkan diri sebagai WP dan mendapatkan NPWP.
  2. Menyiapkan lembar penghasilan tahunan.
  3. Tiap bulannya:
    • Membayar pajak penghasilan bulan sebelumnya, yaitu sebesar 1% dari total penghasilan bulan sebelumnya.
    • Menghitung total penghasilan yang diperoleh.
    • Mencatat total penghasilan pada lembar penghasilan tahunan.
  4. Pada akhir masa pajak (bulan Maret):
    • Mengisi form SPT.
    • Menyerahkan lembar penghasilan bersama dengan bukti pembayaran pajak tiap bulannya.
    • Menerima bukti penyerahan SPT. SIMPAN BAIK-BAIK bukti ini.

Yuk, bayar pajak 🙂

12 Comments - Add Comment

Reply