Menuju Akhir Era DC Rebirth

Bulan ini adalah bulan terakhir era DC Rebirth. Ya, semenjak dirilis pada tanggal 25 Mei 2016 lalu, brand DC Rebirth akan segera tergantikan oleh DC Universe, yang lebih global dan punya cakupan lebih luas. Lini komik yang terbit di bulan Desember 2017 ini juga sudah mulai menghilangkan banner Rebirth yang biasa eksis di bagian atas sampul komik dengan kotak informasi DC Universe yang lebih ringkas dan elegan di pojok kiri atas.

Satu setengah tahun berlalu semenjak DC Rebirth dimulai. Harus diakui, era ini membawa dampak yang sangat besar terhadap kejayaan DC Comics. Siapa sangka, pasar komik yang selama ini dikuasai oleh komik-komik besutan Marvel, kini bisa dilibas dengan mudahnya oleh komik-komik Rebirth. Dan bukan untuk sebulan dua bulan saja, melainkan hampir selama Rebirth berjalan. Wow.

Sekilas info, DC Rebirth sendiri merupakan soft reboot dari jagat DC pasca New 52. Dikatakan soft reboot karena sebagian besar cerita masih melanjutkan continuity yang terbangun di New 52 (cerita Superman misalnya), hanya timelinenya yang dikoreksi, menjadi beberapa tahun setelah event Flashpoint.

Baca juga: Kumpulan review komik DC Rebirth

Kunci dari era yang diawali dengan kisah DC Universe Rebirth #1 ini sendiri adalah kekuatan karakter, baik secara personal maupun hubungan antar karakter. Ini mencakup tokoh superhero utama, tokoh pembantu, serta karakter-karakter yang tidak terlalu eksis atau bahkan sempat menghilang total di era New 52. Huntress misalnya. Komik-komik di era Rebirth juga tidak sungkan untuk memutarbalik 180 derajat sifat sosok yang telah terbentuk selama ini (seperti Lex Luthor yang komit untuk menjadi the next Superman) atau menghadirkan satu edisi yang murni hanya bertujuan untuk memperkuat karakter tanpa adanya adegan aksi sama sekali. Walau untuk yang disebut belakangan, harus diakui tidak semuanya berhasil.

Event-event di DC Rebirth pun tidak kalah menariknya. Dari DC Universe Rebirth #1, ada tiga fakta yang menjadi dasar cerita era DC Rebirth. Pertama adalah adanya pihak yang telah mengacaukan waktu dan mengutak-atik timeline semaunya. Hingga saat ini masih belum dipastikan siapa pelakunya, tapi sebagian besar menduga ia adalah Doctor Manhattan. Fakta kedua adalah kemunculan kembali Wally West yang mengabarkan bahwa Flashpoint bukanlah disebabkan oleh Barry Allen seperti yang selama ini kita ketahui, melainkan karena ulah si pengacau timeline tersebut. Fakta terakhir, sekaligus yang paling mengejutkan, adalah keberadaan tiga sosok Joker.

Dengan tidak terburu-buru, fase pertama Rebirth digunakan oleh DC untuk membangun dasar cerita. Termasuk menguatkan transformasi dari New 52 ke Rebirth. Event cross-over pertama, “Justice League vs. Suicide Squad” baru hadir pada bulan Desember tahun lalu. Tentu saja yang terjadi bukanlah sungguh-sungguh pertarungan di antara kedua tim superhero (dan antihero) tersebut. DC justru memanfaatkannya sebagai media untuk menghadirkan sosok villain ikonik yang sudah sekian lama vakum: General Zod.

The Button” menyusul di bulan April 2017. Miniseri event ini mengkonfirmasi dugaan Batman terhadap kekacauan lini masa dan adanya sosok dengan kekuatan besar yang belum pernah mereka ketemui sebelumnya sebagai tersangka utama.

Gongnya adalah “Doomsday Clock“, yang mulai dirilis pada bulan November 2017 lalu. Serial 12 edisi ini bakalan melanjutkan cerita “DC Universe Rebirth #1” dan arc “The Button”. Fokusnya adalah pada Superman dan Doctor Manhattan. Kenapa bukan Batman? Karena Batman sudah punya panggung sendiri dalam “Dark Nights: Metal“, yang membahas mengenai keberadaan dark multiverse di balik jagat DC multiverse.

Ngomong-ngomong tentang Superman, ada dua hal penting yang terjadi pada karakter Superman di era Rebirth. Pertama, menyatunya karakter Superman era New 52 dan pre-Flashpoint sehingga kini hanya ada satu karakter Superman. Keberadaan dua Superman dengan kepribadian yang nyaris bertolak belakang dikabarkan juga merupakan ulah Doctor Manhattan. Nah yang kedua adalah hadirnya kembali sosok Zor-El, alias ayah Superman, yang ternyata berhasil survive dari ledakan planet Krypton (baca arc “The Oz Effect” dalam serial Action Comics untuk lebih detilnya). Sudah bisa ditebak kan kalau Doctor Manhattan ada campur tangannya dalam hal ini?

Bagi saya pribadi, momen paling menarik di era Rebirth adalah bergabungnya Clayface dengan tim Batman, bersama dengan Spoiler, Orphan, Red Robin, Batwing, dan Azrael. Dalam kisah perjalanan mereka yang disajikan di Detective Comics, keberadaan Clayface memberi warna tersendiri bagi aksi kepahlawanan keluarga kelelawar.

Dengan (hampir) berakhirnya DC Rebirth, menarik untuk disimak apakah untuk ke depannya DC Comics masih bisa mempertahankan ke-solid-an cerita yang sudah mereka bangun satu setengah tahun belakangan ini dan konsisten untuk berada di atas kompetitor mereka dalam daftar bestseller komik setiap minggunya. Terkait dengan penjualan komik, sejauh ini baru ada 3 judul Rebirth yang (terpaksa) ditamatkan. All-Star Batman (kurang jelas apakah memang diberhentikan atau dari awal dirilis sebagai limited series), Cyborg, dan Superwoman. Yang disebut pertama menyajikan edisi terakhirnya pada bulan Oktober 2017 lalu, sementara dua sisanya baru akan benar-benar berakhir pada bulan Januari 2018 mendatang.

Untuk Cyborg, well, ceritanya memang agak membosankan. Arc awal saja terlalu bertele-tele. Ditambah dengan plot yang begitu-begitu saja. Di sisi lain, dengan masih ada rencana untuk membawa aksi Cyborg ke layar lebar, rasanya agak aneh kalau serial komiknya di-stop begitu saja.

Superwoman? Setali tiga uang, membosankan. Sudut pandang ceritanya sebenarnya cukup menarik, namun eksekusinya yang kurang sip. Alur berjalan lambat serta pemilihan karakter pembantu yang semuanya karakter minor alias kurang ternama rasanya adalah dua faktor utama penyumbang kegagalan serial ini.

Yah, setidaknya, di jaman now, satu setengah tahun dengan HANYA meng-cancel 3 judul saja sudah merupakan prestasi tersendiri. Bandingkan saja dengan tetangga sebelah.

Akhir kata… Selamat tinggal DC Rebirth, Selamat datang DC Universe!

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply