Liputan Khusus: Listrik Prabayar

LPB (Listrik Prabayar) atau disebut juga Listrik Pintar adalah sistem penggunaan energi listrik dengan konsep pulsa pra bayar (seperti pada telepon genggam / ponsel) yang diatur dengan menggunakan meter elektronik kWh prabayar. Penggunaan teknologi ini memungkinkan pelanggan listrik untuk mengelola dan mengendalikan pemakaian listrik mereka sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Pelanggan juga tidak perlu repot membayar tagihan listrik setiap bulannya. Pulsa listrik sendiri dapat dibeli dengan mudah melalui bank / ATM dan outlet -outlet PPOB (Payment Point Online Bank), termasuk kantor pos dan minimarket. Nominal yang tersedia mulai dari Rp 50.000,- hingga Rp 1.000.000,-, dengan kelipatan Rp 50.000,-.

Beberapa keunggulan dari listrik prabayar di antaranya:
– Pemakaian listrik lebih terkendali.
– Tanpa ada sanksi pemutusan.
– Tanpa dikenakan denda keterlambatan.
– Tanpa Uang Jaminan Pelanggan.
– Tanpa ada pencatatan meter.
– Privasi tidak terganggu.
– Tidak dikenakan biaya beban bulanan.
– Kemudahan pembelian Token / STROOM.
– Pembelian disesuaikan kemampuan.
– Tidak ada batas masa aktif (aktif selama kWH masih tersisa).

Bagaimana dengan proses permohonan pemasangan barunya? Apakah sulit bin ribet? Ternyata tidak. Berikut ini langkah-langkah alias alur permohonan pasang LPB baru seperti dirangkum dari situs resmi PLN:
1. Calon pelanggan mengajukan permohonan pemasangan baru dengan mengakses web PB (Pasang Baru) / PD (Perubahan Daya) Online (http://www.pln.co.id/pbpd/index.php) dimana akan diperoleh email konfirmasi yang berisi kode konfirmasi. Kode konfirmasi ini kemudian diinputkan pada web PB / PD Online.
2. Selanjutnya, calon pelanggan akan menerima email berupa Surat Izin Penyambungan (SIP) yang berisi nomer agenda dan nomer registrasi untuk keperluan pembayaran.
3. Calon pelanggan melakukan pembayaran di bank / ATM / loket dengan menggunakan nomer registrasi. Apabila terjadi kegagalan dalam tahap ini, calon pelanggan dapat menghubungi call center 123 atau unit setempat.
4. Pelanggan melakukan penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SJBTL). Petugas lalu melakukan pemasang meteran setelah menerima PK dan BA. Jika sudah, petugas melakukan olah data langganan sebagai tanda bahwa pemasangan telah selesai dilakukan.

Untuk permohonan perubahan daya atau migrasi hampir sama dengan permohonan pasang baru di atas. Hanya saja, sebelum menerima SIP, pelanggan diwajibkan untuk melunasi terlebih dahulu tunggakan tagihan yang ada.