X

Dapet iPhone 5S dari Trans Studio Mini

Setelah sebelumnya mendapatkan action cam ‘generik’ (alias gak jelas merknya) dari hasil penukaran tiket di Trans Studio Mini Rungkut Surabaya, hari Minggu kemarin saya kembali menukarkan tiket yang sudah saya kumpulkan selama kurang lebih 6 bulan terakhir ini dengan souvenir lainnya – iPhone 5S.

Souvenir ponsel Apple iPhone 5S memang sudah tersedia di Trans Studio Mini Rungkut sejak sekitar 2 bulan belakangan, berbarengan dengan hadirnya souvenir ponsel Oppo A37. Yang disebut pertama memiliki mahar sejumlah 150,000 tiket, sementara yang satunya lagi 180,000 tiket. Dengan pertimbangan sudah memiliki ponsel berbasis Android dan kisaran harga keduanya yang tidak jauh berbeda, ponsel berlogo apel krowak-lah yang akhirnya saya pilih.

Bukti Penukaran Tiket dengan iPhone5S

Saya sendiri awalnya berniat mengumpulkan tiket untuk mendapatkan kipas angin dengan sistem cooler. Kebetulan AC di kamar sudah tewas. Sayangnya, sebelum saya sempat menukarkannya, sudah keburu ada orang lain yang mengambilnya. Incaran lalu berpindah ke TV LED 32 inci. Lumayan untuk menggantikan TV layar datar lama saya yang sudah uzur dan sudah tidak jelas lagi warna serta gambarnya. Tapi begitu muncul opsi penukaran berupa ponsel berbasis iOS, target operasi pun kembali berubah.

Untuk daftar souvenir penukaran tiket lainnya di Trans Studio Mini dapat disimak di sini.

Dengan ukuran dimensi 123.8 x 58.6 x 7.6 mm dan berat 112 gram, iPhone 5S sendiri memiliki spesifikasi yang tidak jauh berbeda dengan kakaknya, iPhone 5. Layar 4 inci-nya memiliki resolusi 640 x 1136 piksel dengan teknologi LED-backlit IPS LCD serta layar sentuh kapasitif. Dapur pacunya diperkuat oleh chipset Apple A7, CPU Dual-core 1.3 GHz Cyclone, GPU PowerVR G6430, serta RAM DDR3 sebesar 1GB. Kamera belakangnya memiliki resolusi 8MP, sedang di bagian depan tertanam kamera 1.2MP. Meski terlihat sudah jadul (apalagi jika dibandingkan dengan Vivo V7+ yang baru saja launching dengan kamera depan 24MP-nya), tapi saat dicoba kualitasnya tidak terlalu mengecewakan kok.

Penampakan Box dan iPhone 5S dari samping (sudah pake casing sih)

Soal kamera memang menjadi salah satu pertimbangan saya memilih iPhone 5S. Untuk saat ini saya membutuhkan alternatif ponsel kamera dengan kemampuan mumpuni untuk mem-backup Xiaomi Mi Max saya yang kemampuan autofocusnya menyedihkan. Ada sih kamera ‘beneran’, tapi ada kalanya saya berkunjung ke tempat yang ‘tidak memungkinkan’ untuk membawa kamera, sehingga ponsel pun jadi andalan satu-satunya untuk mengabadikan momen maupun obyek yang menarik.

Dan setidaknya, iPhone 5S ini jelas dapat diandalkan, sampai nantinya saya membeli Xiaomi Mi A1 yang punya dual camera di belakang dan kemampuan bokeh yang tidak kalah dengan iPhone 7 maupun Samsung Galaxy S7.

Oh ya. Kembali ke soal tiket, mayoritas tiket tersebut saya dapatkan dari mesin Tower Crane. Di Trans Studio Mini cabang Rungkut, mesin arcade tersebut memberikan jackpot sebesar minimal 250 tiket. Lumayan enak untuk memanen tiket. Mesin permainan yang jadi andalan lainnya adalah Galaxy dan juga Street Basketball. Untuk mesin Galaxy, saya lebih suka bermain di cabang Lenmarc, karena mesinnya masih baru dan mulus (pergerakan piringannya masih lancar).

Berikutnya apa? Yah, kemungkinan sih balik lagi ke target sebelumnya, TV LED 32 inci. Tapi saat mengurus administrasi penukaran kemarin saya sempat request cooler dihadirkan kembali. Semoga saja dikabulkan.