Asyiknya Berburu Stempel di Jepang

Pemerintah Jepang rupanya punya cara tersendiri untuk membuat penduduknya bersemangat mengunjungi obyek-obyek bersejarah / wisata maupun menggunakan moda transportasi publik, khususnya kereta. Yaitu dengan menyediakan aneka stempel peringatan (commemorative stamps) yang bisa dikoleksi oleh siapa saja yang berkunjung ke tempat-tempat tertentu. Mulai dari museum hingga stasiun. Seperti apa bentuknya?

Stempel Dragon Ball

Stempel yang pertama saya temui adalah stempel koleksi karakter Dragon Ball. Awalnya saya mengira kalau poster-poster bergambar karakter Dragon Ball yang saya temui di beberapa stasiun hanyalah poster pemberitahuan biasa yang berkaitan dengan kereta. Namun ternyata itu adalah petunjuk stempel karakter Dragon Ball yang tersedia di stasiun tersebut. Serunya lagi, beberapa stasiun juga menyediakan buku untuk menyimpan koleksi stempel kita. Up to date loh, sampai cerita Dragon Ball Super terbaru tentang Tournament of Power (saat artikel ini ditulis).

Penampakan bukunya dapat dilihat di bawah ini:

Buku stempel edisi Dragon Ball

Di dalam buku ini sebenarnya juga disebutkan lokasi-lokasi stempel beserta petanya, namun sayang semuanya berhuruf kanji. Jika tidak gagal paham, selain di sudut-sudut stasiun jaringan JR, stempel Dragon Ball juga dapat ditemui di gerai book express yang ada di stasiun jaringan yang sama. Ada pula iklan aneka kuliner yang bertemakan Dragon Ball, yang sayangnya lagi-lagi menggunakan tulisan kanji.

Stempel Detective Conan

Saya lupa pastinya, tapi kalau tidak salah buku stempel seri Detective Conan saya temui dalam perjalanan menuju ke Odaiba untuk melihat replika robot Gundam yang tersohor itu. Karena jumlah karakter dalam anime / manga populer itu tidak sebanyak karakter dalam Dragon Ball, sudah tentu bukunya pun tidak terlalu tebal. Yah, tidak bisa dibilang buku juga sih, hanya selembar kertas saja yang dilipat menjadi dua lebih tepatnya. Total ada 17 stempel yang harus dikumpulkan untuk melengkapinya. Terdapat pula info lokasi karakter stempel yang tersebar di berbagai stasiun jaringan JR.

Lembar koleksi stempel Detective Conan

Di dalam lembar koleksi stempel Detective Conan, terdapat informasi hadiah yang bisa diperoleh apabila kita berhasil mengumpulkan secara lengkap keseluruhan stempel yang ada dalam batas waktu tertentu. Tidak terlalu jelas sih hadiahnya apa, karena idem dengan sebelumnya, seluruh informasi tertulis dalam huruf kanji.

Museum

Ada beberapa museum yang saya kunjungi selama backpacking ke Jepang dan kebetulan semuanya menyediakan commemorative stamp. Yang ada pada gambar di bawah adalah stempel-stempel dari Museum of History dan Kamigata Okiyoe Museum, dua-duanya berada di Osaka. Untuk Museum of History bahkan menyediakan dua stempel yang berbeda di tiap areanya. Wow.

Stempel Kamigata Okiyoe Museum

Stempel Naniwa Archaeological Resource Centre

Lain-Lain

Selain stasiun jaringan JR, stasiun jaringan Metro sepertinya juga menyediakan stempel peringatan. Saya sendiri hanya sempat menemui dua di antaranya, dan itu pun hanya satu yang sempat dicap, yaitu di stasiun Harajuku. Yang satunya lagi tidak saya ambil cap stempelnya karena kertas koleksinya sudah habis. Gak tahu harus ngecap dimana berhubung gak bawa buku tulis, hehehe.

Stempel stasiun Harajuku

Tokyo Tower juga menyediakan stempel serupa. Bahkan saat berkunjung ke sana Februari lalu, stempel mereka baru saja diperbarui. Sayang saya juga tidak sempat mengambil capnya karena baru melihat keberadaan stempel tersebut pada saat antri lift untuk turun ke bawah. Jadi buat teman-teman yang tertarik untuk memperoleh stempel Tokyo Tower, jangan keburu antri lift seperti saya ya, lokasi meja stempelnya agak tersembunyi di balik pilar dekat lift soalnya.


Karena keterbatasan waktu, saya tentu saja tidak mungkin mengumpulkan semua stempel-stempel yang ada. Tapi memperoleh beberapa di antaranya saja bagi saya sudah merupakan suatu keasyikan tersendiri. Dari pengamatan, tidak hanya anak kecil saja loh yang getol mengkoleksinya. Yang sudah dewasa pun juga. Sayangnya untuk turis masih belum terlalu banyak. Mungkin karena informasinya masih berbahasa Jepang / bertulisan kanji, sehingga belum banyak yang ngeh.

Di sisi lain jadi kepikiran. Kalau obyek-obyek wisata, terutama museum, di Indonesia menerapkan sistem stempel yang sama, apalagi dengan iming-iming hadiah, kira-kira kunjungan ke museum bakal bertambah gak ya?

Tema artikel yang berhubungan: , ,  stempel karakter.

Reply