Asus ROG GX800 – Dewanya Laptop Gaming

Berbicara perangkat komputer yang handal pasti tidak jauh dari bahasan seputar procesor atau CPU. Sebagai otak dari sebuah PC maupun laptop, sudah sewajarnya apabila kita memilih procesor dengan kemampuan proses yang gegas dan akurat, daya tahan tinggi, performance yang responsif, serta dukungan terhadap teknologi kekinian. Itu semua dapat ditemukan dalam prosesor-prosesor keluaran Intel, yang memang sudah sejak lama merajai pasar komputer, tidak hanya di tanah air, melainkan juga di manca negara. Notebook terakhir yang saya beli tahun lalu juga menggunakan CPU keluaran produsen yang sama, seri i5-4200M. Maunya sih Intel Core i7 (apalagi yang sekelas i7-7820HK), tapi apa daya terhalang dana yang terbatas, hehehe.

Dengan segala keunggulannya itu, prosesor keluaran Intel juga banyak diandalkan untuk mempersenjatai laptop-laptop yang dikhususkan untuk keperluan gaming. Salah satu yang baru saja dirilis dan saat ini menjadi bahan pergunjingan para gamer adalah Asus ROG GX800. Pasalnya, selain menggunakan prosesor Intel Core i7-7820HK yang sudah di-overlock ke angka 4,2GHz, notebook ini juga dilimpahi dengan beraneka fitur mewah yang membuat aktivitas nge-game menjadi lebih menyenangkan.

Penampakan Asus ROG GX800

Mulai dari layar 18.4 inci yang telah mendukung resolusi 4K, dua kartu grafis NVidia yang powerful dan VR ready, memori 64GB DDR4, media penyimpanan SSD, keyboard mekanik, sistem watercooling untuk menjaga laptop tetap dingin meski digunakan berjam-jam, hingga teknologi suara yang canggih. Semua akan dibahas satu persatu di bawah ini.

Ngomong-ngomong, penasaran gak sih dengan harganya? Well, jangan kaget. Dengan spesifikasinya yang masuk ke dalam kelas premium, Asus ROG GX800 dibandrol dengan harga mencapai Rp 95 juta. Wow, lebih mahal loh daripada sebuah mobil Daihatsu Ayla tipe D MI (transmisi manual) yang ‘cuma’ seharga Rp 84 jutaan. Tapi jangan nyinyir dulu. Ingat, kita sedang berbicara tentang laptop gaming. Dan dalam dunia per-game-an, sudah biasa untuk merogoh kocek dalam-dalam untuk membangun sebuah ‘mesin game’ yang berkemampuan kelas atas. Apapun demi menghasilkan sajian tampilan layar yang halus tanpa lag dan beresolusi tinggi, serta keluaran suara yang membuat kita serasa sedang berada dalam ruang bioskop pribadi.

Fitur Utama Asus ROG GX800
Quad-core Intel Core i7-7820HK Liquid Watercooling
2 x NVIDIA GeForce GTX 1080 Mechanical Keyboard
18.4" IPS LED Display 3 x 512GB SSD M.2 PCIEX4
64GB DDR4 Overclockable CPU dan GPU
Desain Futuristik

Nah, sekarang saatnya kita obrolin lebih dalam mengenai fitur-fitur yang ada dalam laptop high-end Asus ROG GX800 ini.

Otak Intel Core i7 Yang Cerdas Bikin Kinerja Makin Gegas

Seperti sudah disebutkan di atas, Asus ROG GX800 menggunakan processor Intel Core i7-7820HK sebagai otak segala perhitungan yang ada di dalam laptop. Secara teknis, processor seri Kaby Lake K yang masih gress karena baru dirilis pada kuartal pertama 2017 ini memiliki 4 core (quadcore), cache sebesar 8MB, dukungan memori hingga 64GB, serta frekuensi dasar (base frequency) atau clock speed di angka 2.90GHz. Sejatinya, processor ini hanya dapat di-overclock kecepatannya ke titik 3.6GHz. Tapi berhubung ROG GX800 adalah laptop dewa, pihak Asus sengaja mendobrak batas tersebut dan mendongkrak clock speed processor hingga tembus ke angka 4.6GHz. Efeknya tentu saja, kinerja keseluruhan yang menjadi lebih gegas dan bertenaga. Mulai dari mempercepat waktu proses aplikasi yang memakai banyak sumber daya (resource intensive) — termasuk untuk melakukan rendering video atau grafis 3D –, memperlancar tampilan video playback, hingga meminimalisir lag saat ngegame.

Kita pun dapat melakukan overclocking sendiri jika diinginkan dengan memanfaatkan aplikasi ASUS Gaming Center yang sudah tersedia di dalam laptop. Tapi yang ini sebaiknya dilakukan oleh yang sudah berpengalaman masalah teknis ya, karena ada beberapa pengaturan yang tidak ditujukan untuk orang awam.

Asus ROG Gaming Center

Oh iya, untuk menggunakan setting overclock di frekuensi 4.6GHz dengan aman, notebook harus terpasang pada docking ya. Tanpa docking, angka maksimal yang disarankan adalah 4.2GHz. Soal docking ini nanti dibahas lebih lanjut di bagian selanjutnya.

Bodi Kokoh Dengan Desain Futuristik Bikin Eksis Makin Asik

Punya laptop mahal tapi penampakannya biasa-biasa saja? Duh, nggak banget lah ya 🙂 Secara garis besar, bodi ROG GX800 memang tidak jauh berbeda dengan seri pendahulunya ROG GX700, sama-sama berkesan futuristik. Ia hadir dengan warna dasar metallic grey atau abu-abu metalik, dengan logo ASUS plus dua garis LED berwarna merah terang di kanan kirinya yang bisa menyala di bagian tengah cover. Sementara itu, di bagian belakang, terdapat beberapa inlet untuk menyambungkan docking watercooling dengan notebook, dikelilingi oleh lubang exhaust yang berfungsi untuk mengalirkan udara panas keluar dari dalam notebook. Baik cover maupun area keyboard dan palm rest terbuat dari bahan aluminium, sedangkan bodi bagian bawah terbuat dari material plastik khusus.

Inlet Watercooling

Dengan tebal 45mm dan berat 5,7kg, ROG GX800 memang lebih gendut ketimbang pendahulunya. Hal ini wajar mengingat laptop ini mengantungi dua buah kartu grafis serta fan yang cukup besar untuk menjaga suhu di dalam tetap dingin. Kita bisa mengatur putaran kipas tersebut sesuai kebutuhan (dan sebaiknya memaksimalkan pengaturannya saat tidak menggunakan docking). Pun begitu, perlu diingat bahwa semakin kencang laju putaran fan, semakin besar pula volume noise yang dihasilkan.

Eh, kalau begitu tidak bisa dibawa kemana-mana dong? Gimana bisa ngeksis? Eits, jangan khawatir. Dari jaman GX700 dan berlanjut ke era GX800, Asus sudah menyertakan sebuah travel bag serta koper berroda untuk membawa gaming notebook tersebut kemana saja kita mau dengan mudah dan penuh gaya. Jadi tidak perlu khawatir bakal rempong kalau mau LAN party bareng gamer yang lain atau sekedar ganti suasana dengan ngegame di tengah cafe. Dijamin deh, bakal jadi pusat perhatian.

Paket Penjualan

Nah, salah satu yang seringkali menjadi kekurangan sebuah laptop jika dibandingkan dengan desktop PC adalah jumlah port input ouput yang tidak seberapa jumlahnya. Tidak demikian dengan ROG GX800. Laptop ini dilengkapi dengan port HDMI 2.0 (mendukung output ke monitor 4K dengan refresh rate 60Hz), display port 1.3 (mendukung dual 4K monitor @ 60Hz), 2 buah USB 3.1 Type C yang telah mendukung Thunderbolt 3.0, 3 buah USB 3.0 Type A, headphone jack, mic jack, 2-1 card reader, LAN port, Kensington lock, dan antena WiFi eksternal. Ya, si dewa notebook ini memang dilengkapi pula dengan antena WiFi eksternal yang mampu menangkap sinyal lebih baik ketimbang antena standar. Pihak ASUS mengklaim bahwa daya jangkauannya bisa 50% lebih jauh daripada antena standar. Ini tentu saja bermanfaat pada saat kita bermain game online di lingkungan outdoor atau area tertentu yang mengandalkan jaringan nirkabel.

Port I/O Di Sisi Kiri

Port I/O Di Sisi Kanan

 

Kombinasi Layar Monitor dan Kartu Grafis Papan Atas Bikin Hati Menangis

… menangis haru tentunya. Bagaimana tidak terharu coba. Pertama, ROG GX800 menggunakan DUA buah kartu grafis NVIDIA GeForce GTX 1080 yang dihubungkan dalam mode 2-Way SLI (Scalable Link Interface) untuk menghasilkan tampilan layar yang bikin kita geleng-geleng kepala. Coba bayangkan. Sebiji GTX 1080 saja nilai performanya sudah masuk dalam posisi #4 kartu grafis high-end (versi PassMark, lihat gambar di bawah), apalagi kalau ada dua.

Rangking Benchmark Kartu Gratis High-End

Secara teknis, GeForce GTX 1080 memiliki memori GDDR5X sebesar 8GB, NVIDIA CUDA Core sebanyak 2560, core clock 1607 Mhz (boost clock 1733 MHz), jalur memori bus selebar 256 dengan kecepatan 10 Gbps, resolusi maksimal 7680×4320 (refresh rate 60Hz), dukungan terhadap DirectX 12 dan OpenGL 4.5, serta teknologi VR (untuk menghasilkan tampilan 3D yang tampak realistis bila menggunakan kacamata khusus), G-SYNC (untuk memperhalus pergerakan gambar di layar dengan cara menyesuikan refresh rate layar dengan refresh rate yang dihasilkan oleh GPU), Ansel (untuk mengambil gambar dalam game), SLI (untuk mendongkrak kinerja GPU dengan menghubungkan 2 atau lebih kartu grafis), dan GameStream (untuk mengalihkan game yang ada di PC / laptop ke perangkat lain). Dengan support terhadap segala yang kekinian itu, bisa diharapkan untuk mendapat pengalaman ngegame yang maksimal saat menggunakan notebook ini.

Penampakan Kartu Grafis GeForce GTX 1080

Ngomong-ngomong, dengan menggunakan ASUS Gaming Center kita juga bisa loh meng-overclock frekuensi GPU hingga ke angka 2.1GHz. Dengan pengaturan ini, kita bahkan bisa memainkan game dalam resolusi 4K dengan FPS mencapai 60. Wow!

Faktor mengharukan yang kedua adalah layar berukuran 18,4 inci yang tidak hanya membuat kita lega melihat tampilan permainan di monitor, melainkan juga mendukung resolusi 4K (Ultra HD, 3840×2160). Fitur ini membuat Asus ROG GX800 diganjar gelar “the world’s first 18-inch real 4K UHD gaming laptop“. Mantap soul! Di dalamnya juga sudah tersemat dukungan terhadap teknologi G-SYNC dari NVIDIA (sudah dijelaskan di atas), IPS / In-Plane Switching (untuk akurasi warna dan reproduksi gambar maksimal, serta sudut penglihatan yang lebih besar, yaitu 178 derajat), dan fitur Anti Glare (untuk mengurangi jumlah cahaya yang tercermin / terpantul dari layar sehingga dapat mengurangi lelah mata apabila berlama-lama di depan laptop). Layar monitor ROG GX800 sendiri memiliki tingkat refresh rate 60Hz, yang berarti, dalam satu detiknya layar mampu menampilkan 60 gambar. Sudah pasti, semakin tinggi angka refresh rate ini, maka gambar yang dihasilkan juga akan semakin halus, sehalus kulit Raisa #eh.

Contoh tampilan game di layar

Untuk menyesuaikan setting monitor dengan mudah, sudah tersedia fitur bernama Splendid Display. Di dalam fitur ini, terdapat empat buah mode display yang bisa kita pilih sesuai dengan kebutuhan, yaitu Normal Mode, Eye Care Mode, Vivid Mode, dan Manual Mode. Normal Mode digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti melakukan pengeditan dokumen, mendengarkan musik, membaca komik, dan sebagainya. Jika membutuhkan penggunaan laptop dalam waktu lama, Eye Care Mode pilihannya. Pada mode ini, kecerahan cahaya biru di layar akan dikurangi sebesar 33% dan cahaya pada panel LCD akan dibuat lebih redup untuk menghindari cedera pada retina mata serta degenerasi makula / AMD.

ASUS Splendid Technology

Pada Vivid Mode, kita akan disuguhi tampilan yang lebih tajam dan kontras. Ini cocok untuk dikombinasikan dengan kegiatan menonton film maupun melihat gambar, khususnya foto. Yang terakhir, Manual Mode, rasanya sudah bisa ditebak. Di sini kita diperbolehkan untuk mengatur tampilan layar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita.

Pendingin Berbasis Cairan Bikin Jeroan Tetap Adem

Mesin komputer yang powerful harus diimbangi dengan sistem pendingin yang optimal agar kita bisa puas bercengkrama berlama-lama dengannya. Untuk itu, mulai dari GX700, Asus memperkenalkan konsep docking watercooling yang semakin disempurnakan lagi pada seri GX800. Dengan adanya sistem pendingin berbasis cairan ini, perangkat hardware di dalam tubuh laptop bakal tetap adem meski performanya digenjot maksimal.

Cara kerja dari docking watercooling ini tidak jauh berbeda dengan sistem watercooling yang sebelumnya umum digunakan pada komputer desktop. Cairan dari dalam tangki akan dialirkan melalui tabung selang menuju ke dalam perangkat untuk menurunkan suhu perangkat tersebut. Selanjutnya, cairan panas akan dialirkan kembali menuju docking untuk didinginkan dengan menggunakan radiator yang ada di sana. Nantinya, panas akan dibuang keluar melalui lubang ventilasi yang ada pada radiator tersebut.

Yang membedakan sistem pendingin pada GX800 dengan pendahulunya tentu saja adalah beban hidup kinerjanya yang lebih berat. Ingat, GX800 memiliki dua keping GPU, sehingga total yang harus dijaga agar tetap adem adalah 2 buah GPU dan 1 buah CPU. Untuk itu, tangki pendingin memiliki diameter 20% lebih besar untuk menampung cairan pendingin (coolant) yang lebih banyak. Dan ya, bobotnya juga otomatis bertambah, mencapai 4,7kg.

Saat menggunakan docking, kita harus memasang dua buah charger — satu untuk notebook, satu untuk docking — untuk men-supply daya hingga 660W. Sekali lagi, ini disebabkan beban kinerja sistem pendingin yang tidak ringan, ditambah dengan dua buah kartu grafis GTX 1080 yang juga memakan konsumsi daya yang tidak sedikit. Walau demikian, pihak ASUS meyakinkan bahwa pemakaian daya sebenarnya tidak bakal lebih dari 550W saja pada mode overclock 4,6GHz.

Charger Laptop dan Docking

 

Media Penyimpanan SSD Bikin Ngegame Makin Pede

Jaman dulu, sebuah game cukup disimpan dalam sebuah disket berukuran 1.44MB. Sekarang? Game berukuran puluhan gigabyte sudah menjadi hal yang lumrah ditemui. Untuk itu sudah bukan menjadi rahasia lagi jika penggunaan media penyimpanan berbasis SSD (Solid State Disk) sangatlah disarankan. Meski harganya jauh lebih mahal (dan jarang sekali mengalami penurunan), namun dibandingkan dengan media penyimpanan standar HDD (Hard Disk Drive), SSD memiliki kecepatan berkali-kali lipat serta konsumsi daya yang lebih hemat. Itu sebabnya, penggunaan SSD akan membuat ngegame menjadi lebih nyaman karena proses loading data dapat dipersingkat, serta kemungkinan terjadinya lag karena adanya pengambilan data di tengah-tengah jalannya permainan dapat dihindari seminimal mungkin.

Laptop Asus ROG GX800 sendiri menyertakan 3 buah SSD berkapasitas masing-masing 512GB. Ketiganya bikinan Samsung, tipe SM951, yang memiliki kecepatan baca tulis berturut-turut mencapai 2150MB/s dan 1500MB/s berkat adanya fitur NVMe (Non Volatile Memory Express) dan penggunaan slot PCIE 4x.

Keyboard Dan Mouse Papan Atas Bikin Aksi Makin Ganas

Bagi gamer sejati, ngegame tanpa mechanical keyboard mungkin bagai sayur tanpa garam, dan dangdut tanpa goyang. Keyboard jenis ini menggunakan teknologi spring activated dalam switch keyboard yang berkualitas tinggi dan memiliki ‘feel’ yang lebih baik ketimbang keyboard biasa maupun rubber dome keyboard. Itu sebabnya di ROG GX800 papan kunci yang digunakan adalah jenis mekanik, sehingga aksi kita dalam bermain game bisa menjadi lebih lugas dan ganas.

Mechanical Keyboard

Sebagai pemanis, tombol WASD yang umum digunakan dalam game-game bertipe 3D dan FPS (First Person Shooter) diberikan warna yang lebih tebal dengan aksen putih di sekelilingnya. Selain itu, jika sebelumnya GX700 menggunakan single LED keyboard yang berwarna merah, kali ini penampilannya sudah diupgrade menjadi RGB keyboard yang lebih colorful. Kita pun bisa mengatur pewarnaan nyala lampu keyboard sesuka hati via fitur ROG Aura yang ada dalam aplikasi ROG Gaming Center.

Untuk urusan mouse, ASUS menggabungkan paket penjualan GX800 dengan mouse gaming Gladius, yang memiliki pengaturan DPI hingga 6400, sehingga daya jelajah pergerakannya menjadi cukup luas. Cucok bagi game-game bertipe FPS maupun RTS (Real-Time Strategy). Sebagai alternatif, tersedia trackpad yang responsif dan punya daya jelajah yang tidak memalukan.

Mouse Gladius

 

Last But Not Least

Sebelumnya sudah disinggung perihal adanya fitur antena WiFi eksternal pada ROG GX800. Masih berkaitan dengan koneksi internet, di dalam gaming laptop ini sudah dibenamkan pula fitur ASUS GameFirst III yang secara otomatis akan mengoptimalkan koneksi internet untuk kebutuhan ngegame. Dengan demikian, kita tidak perlu takut ritual ngegame online kita berantakan meski disambi download episode terbaru dari anime One Piece misalnya. Kalau meniru slogan warkop sih, “jangan sampai downloadmu mengganggu acara ngegame-mu”, hehehe.

Fitur lain yang memanjakan gamer adalah adanya dual array microphone. Fitur ini memungkinkan laptop untuk menangkap suara dengan jernih dan mengeliminasi suara-suara noise yang tidak diinginkan. Ditambahkan dengan teknologi Noise Supression yang giat melakukan penyaringan polusi suara, termasuk yang berasal dari ketukan keyboard, suara fan, hingga audio dalam game; pengalaman bermain online secara multiplayer menjadi jauh lebih menyenangkan dimana lawan bicara kita tidak bakal kesulitan mendengar apa yang kita bicarakan.

Hasil Benchmark

Berikut ini perbandingan hasil benchmark dari ASUS ROG GX800 dengan menggunakan Cinebench R15 pada 3 mode pengaturan yang berbeda (Standard / Optimized / Extreme):

Hasil Benchmark Cinebench R15 Mode Standard

Hasil Benchmark Cinebench R15 Mode Optimized

Hasil Benchmark Cinebench R15 Mode Extreme

Sedangkan berikut ini perbandingan hasil benchmark saat digunakan untuk bermain game Tom Clancy’s The Division, juga pada tiga mode pengaturan yang berbeda:

Mode Standard

Mode Optimized

Mode Extreme

 

Spesifikasi Lengkap

Spesifikasi Keterangan
Main Spec. ROG GX800 (G-SYNC)
CPU Intel® Core™ i7-7820HK processor overclock up to 4,2GHz
Operating System Windows 10 Home
Memory 64GB DDR4 up to 2800MHz
Storage M.2 PCIEX4 NVMe 512G*3 RAID 0
Display 18.4” Anti Glare UHD IPS LED backlight (3840X2160) with G-SYNC
Graphics NVIDIA® GeForce® GTX 1080 SLI 16GB GDDR5 VRAM
Input/Output 1 x Microphone-in/Headphone-out jack, 1 x VGA port/Mini D-sub 15-pin for external monitor, 3 x USB 3.0 port(s), 2 x USB 3.1 port(s), 1 x RJ45 LAN Jack for LAN insert, 1 x HDMI, 1x Thunderbolt
Camera Built-in HD camera and array mic
Connectivity Integrated 802.11ac, BT 4.0 support
Audio Built-in Speakers and Analog Microphone, Built-in Azalia compliant audio chip, SonicMaster. Built-in subwoofer, 4 speakers. ESS Sabre Headphone DAC to enhance audio performance.
Dimension 45.8(W) x 33.8(D) x 4.34 ~ 4.74 (H) cm
Battery 74WHrs, 4S2P, 8 Cell Li-ion Battery pack
MSRP Rp 95.499.000
Warranty 2 years full global warranty

Kesimpulan Akhir

Tidak salah memang jika Asus ROG GX800 digadang-gadang sebagai dewanya laptop gaming. Fitur-fitur game kelas premium berlimpah di dalamnya. Sehingga, meski harganya bisa dibilang mahal, tapi spesifikasi yang diusung ROG GX800 bakal tetap membawa kita survive melibas game-game terbaru di masa mendatang, setidaknya untuk jangka waktu 1-2 tahun ke depan. Sebuah investasi yang tidak boleh dipandang sebelah mata.

Di sisi lain, tidak hanya kalangan gamer yang dimanjakan dengan hadirnya produk ini. Kaum overclocker pun demikian. Seperti sudah dijelaskan di atas, kemampuan ROG GX800 untuk dihajar dengan pengaturan overclocking ekstrim cukup luar biasa. Bahkan, Alva Jonathan (Lucky_N00b), overclocker kelas di dunia yang diundang oleh Asus untuk menguji langsung kehebatan gaming notebook tersebut di acara launching Asus ROG GX800, berhasil membawa ROG GX800 menjadi juara pertama dalam ajang kompetisi online yang dilakukan oleh HWBOT kategori notebook/laptop.

Hasil overclock saat acara launching

Bagaimana? Tertarik untuk memboyong laptop ini ke rumah? Yuk mari menabung dari sekarang kalau begitu 😀

Tema artikel yang berhubungan: , , ,  cara memperbaiki sker asus x550z.

Reply